Kamis, 09 Mei 2019

Pendidikan adalah Buah Cinta

“My mother was  making of me. She was so true, so sure of me: and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Nancy Matthews adalah seorang wanita yang secara umum sama saja dengan wanita yang lain di kotanya. Dia tinggal di kota Port Huron, Michigan, di Amerika Serikat pada abad ke 19. Dia hidup dengan damai bersama suaminya yang bernama Samuel Ogden dan anaknya yang dipanggil dengan nama Tommy.
Salah satu hal yang membedakan Nancy dengan wanita lain adalah dia mampu menarasikan rasa cintanya dalam bentuk kepercayaan. Tommy, anak yang terlahir dalam rahimnya, secara penilaian umum beda dengan anak-anak lainnya di sekolahnya. Dia dihakimi bodoh, kurang cerdas dan kekurangan lain yang membuat salah seorang gurunya beranggapan dia tak seharusnya bersekolah di tempat dia belajar.
Tommy mempunyai suatu kekurangan pada pendengarannya. Mungkin hal ini yang menyebabkan dia lebih lambat menangkap pelajaran dibandingkan dengan teman-temannya. Sekolah yang seharusnya berkisah tentang semangat mendidik, berubah menjadi ajang vonis yang mengubah hidup Tommy. Si kecil pulang dari sekolahnya dengan membawa secarik kertas. Dalam secarik kertas tersebut tertuliskan huruf demi huruf yang membentuk makna bahwa Tommy adalah anak yang bodoh dan tidak bisa diterima belajar di sekolah tersebut.
Nancy geram. Dia mencoba ke sekolah dan berdiskusi dengan guru yang menolak anaknya. Namun hal tersebut nampak sebagai jalan buntu yang tidak ada cara untuk melewatinya. Nancy dengan keteguhan hatinya mengambil alih fungsi mendidik dengan satu alasan. Dia percaya, anaknya bukanlah anak yang bodoh.
Dia mendidik anaknya dengan dua metode. Melalui pembekalan ilmu dan dorongan agar anaknya mempraktekkan ilmunya. Nancy percaya bahwa membaca adalah gerbang kesuksesan. Dia menghujani anaknya dengan tetes-tetes ilmu melalui buku. Dia menyiapkan segala sarana yang mungkin untuk mendorong anaknya mencapai tingkat tertinggi kecerdasannya. Dia sendiri yang mengajarkan cara membaca dan matematika.
Nancy menyiapkan bacaan yang sesuai dengan minat anaknya. Tommy seringkali bertanya tentang fenomena alam. Nancy paham anaknya mempunyai tingkat ingin tahu yang tinggi yang akan menjadi bekal baginya mencapai keberhasilan. Untuk mendorong anaknya lebih banyak berkreasi, Nancy membelikan sebuah buku berjudul School of Natural Philosophy karya R.G Parker. Buku tersebut berisi tentang cara eksperimen fisika dan kimia yang ternyata sangat sesuai dengan minat Tommy. Bisa dibilang, Nancy berhasil menggiring Tommy, anak yang dianggap bodoh itu menemukan dunia dan kecerdasannya yang tertutupi oleh mata orang lain.
Tommy kecil giat bereksperimen. Dia bahkan didorong untuk berbisnis pada usia dini, yakni pada usia 12 tahun. Bila anak-anak kecil pada waktu itu belum berani untuk melakukan tindakan nyata, Nancy mendorong anaknya menjual koran, buah-buahan, di dalam kereta api di sepanjang rute dari Port Huron ke Detroit. Inilah yang kelak menjadi modal baginya untuk mencapai pintu kesuksesannya.
Pendidikan dan Cinta
            Pendidikan sepertinya mirip dengan narasi yang mempunyai pengantar, isi dan kesimpulan. Pengantar awalnya adalah rasa cinta, isinya adalah penjejalan teori dan kesimpulannya adalah praktek. Cinta itu laksana kalimat mutiara dari guru bangsa Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidik harus mempunyai sikap ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Di belakang pendidik harus dapat memberikan dorongan, di tengah pendidik dapat memberikan ide, serta di depan pendidik harus dapat menjadi teladan.
Kisah di atas berkisah tentang Thomas Alva Edison dan ibunya, Nancy Matthews Edison. Kini, Tommy tercatat sebagai salah satu manusia paling jenius di dunia dengan lebih dari seribu hak paten atas namanya. Kisah di atas juga mengajarkan kita bahwa konsep pendidikan yang sebenarnya adalah bagaimana seorang pendidik dapat mendorong anak didik untuk menemukan potensi terbesarnya.
Dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan cinta. Dan kisah terbesar bagi seorang anak adalah dari seorang ibu yang mendidik dirinya dengan narasi cinta. Kisah cinta yang membuktikan bahwa potensi terbesar manusia lahir bila didukung oleh orang yang disayangi.
“Banyak sekali kegagalan dalam hidup adalah mereka yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan ketika mereka menyerah”. Itulah salah satu kalimat yang konon diucapkan oleh Thomas Alva Edison. Tommy juga berpesan agar kita tidak menyerah dengan kondisi yang kita alami selama kita mau bekerja keras melalui kalimat legendarisnya, “Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.” Dia juga berkata ”Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time”.
Pesan-pesan tersebut menggambarkan betapa besar semangat Tommy yang pernah divonis bodoh untuk meraih keberhasilan. Namun kalimat-kalimat inspirasi dari Tommy sebenarnya bermuara pada satu kisah yang tak pernah usah diceritakan sejarah. Kisah yang dimulai ketika seorang gurunya memberikannya sebuah surat berisi vonis baginya dan memintanya menyerahkan kepada ibunya. Kisah tentang bagaimana cinta berhasil merubah dirinya. Hal yang membuatnya mempunyai alasan untuk bertahan dari hinaan orang lain.
“My mother was making of me. She was so true, so sure of me: and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Quote itulah yang anda baca di awal artikel ini yang diucapkan oleh Tommy. Dan sukses seringkali bermuara dari cinta yang mendorong manusia untuk bertahan.

Rabu, 03 April 2019

Cantik adalah kutukan

Sumber foto : bapermulu.com

Semua perempuan ini adalah wajah tuhan yang paling nyata dimuka bumi ini.
Cantik adalah kutukan,
Jadi aku mencari orang-orang yang terkutuk.
Perempuan-perempuan terkutuk yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki ingin membuat puisi.

Yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki ingin menyanyi.
Yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki melupakan ketakutan-ketakutannya.
Yang wajahnya membuat lelaki tidak hilang rasa takutnya,
Tapi lupa akan ketakutannya.

Aku ingin begitu melihat wajahmu,
Seluruh demonstran menghentikan demonstrasinya.
Dan tiba-tiba roda pemerintahan berhenti sejenak.
Seluruh orang berhenti bernafas memandangmu.

Via youtube : kisanak46

Kamis, 21 Maret 2019

Kau Sang Penyemangat

Sumber; foto

Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku

Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku

Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu

Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati

Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini

Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

*Rahmat Asmayadi~
Fanpage akun IG : @asmayadi_er

Sabtu, 09 Maret 2019

PIANO (Kumpulan Puisi Terpilih Pemenang Lomba #Suara Jilid 5)

Penulis
Muarifatussholekhah, dkk

Penyunting
Tim Ellunar Publisher

Penata Letak
Yuniar Retno Wulandari

Penata Sampul
Hanung Norenza Putra

Bandung; Ellunar, 2019
vii+180hlm., 14.8 x 21 cm
ISBN: 978-623-204-043-4

Cetakan pertama, Februari 2019

Harga
Rp55.000 (penulis terpilih)
Rp62.000 (umum)

Untuk Pemesanan Buku disini

Pengisi Buku
Muarifatussholekhah - Adik kecil - Dwisuda_ - Nabilalestari - Nabilah Lubis - Sedu Senada - Zahra - Nadia Kurnia Putri - Nadiah - hana811 - Amora - Nad Bilqis - Nadya Aufa Paramitha - Nadya Salsabila - naelyulfa - Nafisah - Naila Afahza - Najla Naura - BunnyJun - Nanda Midianita - Naoza Zarifa - Narutocantiik - Alif Syariati - Nata T. Nafi'a - Naufal Chayruriza - Opal_Bucin - Naufal Luthfi - Neira Almira - Nely Apriyanti - Neng Atsnaa Muhaapilah - Wina Alfat - Neni Marliyana - Nenti Anjani - Riyzer - Ney Nasution - G.aisuu - Nia Facharyani - Niada Lestari - nidarillhaa - Niken Puspitasari - Niken W. Dianita - Nikinurlaila - NA - nindinifeb - Nindira Cahyani - Anarinnisa - niscadhika - Yurieyuki - Niswah Firdausah - Niswa - AshfAdya - Ntmyg - nofian Anggi Pradana - Tianaqila - Noor Maulidda - Nova Lestari - Nova Oktavia - Novanda Ihza - novi nabila - Novi Amaria Ramdhani - Novia Nurul Hidayah - Novia ws - Noviana Dwi Yanti - Novrin Asnur - Nuvi Nara - Nunu Pertiwi - Nunun Nurgamilah Muhtiani - Anung D'Lizta - Nur Aeni Lintang Kinasih - Black Shadows - Nur Aini Mahfud - pine.apl - Nur - Amila - Nur Aulia Safira - Puspitarini - Nur Azrina - Nur fila sari - Nur Indah Sari - Nur Irdawana Nasution - Nur kholifah - Nur Latifah Anum - Asrory yoyik - Nur Rahma - Remee Akbar - Emina Kho - NS Fauziah Azahrah - Nur Widyasari - Zakiyah Ilmi - Nuraeni - Narasabila - Buntut - Nurfaida Asri - Theodora - Nurhidayah Syahran - Nurhidayanti - Yulaa - Nurismatul Izzah - Nurkalina Pratiwi S - NL - Nurma - Zahra Amelia - ILUL - Nurul Ashari - Nasreen Yusuf - Sky-Nari - NF - Nrlmine - simi - nawa jamil - NUR VELA SEPTIORINI - hanaaliyah - ODALIGÕ ZEGA - Okrinaa_ - Odam Malvan - Olivia ACe - Oni Rata - Osa Khofifah - Osi Kurniawan - Osi Shapira - Othe Sindara - Oviliana Laurentia - Melaa - Jeemari - Zadjima Zan - Parhati Humairo - Pasansa - Grace - PebbiA.P - EBI - Pegi Wulandari - Berliana Putri - Persis Lutfiana - Philia Novi Tiurma Turnip - Anya - Olivia Sica - FeriskaHee - Priskilla M. Paliling - Prisylvia Pramesti - sijunikecil - Anafil Firdausi Nuzula - PUSPA DHARMA ARGINI - Ayu Rahayu - Putri Apriliani - Putri Eka Nugraheni - Clementine - Putri Marsela - Putri Nabila - Revita - tempeorek_23 - Putrisyah | • tree • - Qonik Niamul Azya - Qunita Yuhanits - QurotulAini - Rabiyah Tul Hadewiyah - Rachmadika Prihandanu Yuanizar - Rachmannisa Utami - Raelita - Raluva - Rahmalia Nurida - rahmat alamin maba - Rahmat Asmayadi - thyakaretina - Raina Velexia - Rakha Yudistira Pranandika - Ramadani Arosad - Ramadani arzah fikadilah - Wecease - Ranniris - Ranthi Della Fantri - Ranti Alek Sandra - Rara Rahmanda - Ares - Ratih Pratiwi - naa. - ratnanukman - Yunanha - Ratri Mahesti - Ratry Yogi - Raydinda Laili Shofa

Sumber; http://www.ellunarpublisher.com/2019/01/a-voice-piano-kumpulan-puisi-terpilih.html

Selasa, 26 Februari 2019

Bukan Kekayaan ataupun Modal Tampang, 5 Hal ini Membuat Wanita Luluh dan Tertarik Pada Pria

Meningkatkan kualitas fisik itu lebih mudah dibandingkan meningkatkan kualitas kepribadianmu. Karena kepribadian yang menarik jauh lebih disukai wanita daripada hanya sekedar ganteng saja
Kamu tidak perlu mendengarkan omongan orang lain. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri

Kebanyakan pria jika ingin mendekati wanita pasti selalu berpikiran “just be yourself”. Menurut para pria penampilan tidaklah penting dalam hal romansa. Katanya sih, hati itu lebih penting daripada penampilan, meskipun penampilan pria itu apa adanya para wanita akan melihat isi hatinya, jadi tampillah apa adanya tak perlu ribet untuk hal ini dan itu.
Ah, seandainya dunia sesimple itu, . . Sayangnya, realita tak sesuai dengan ekspektasi.
Namun, seberapa sering kamu melihat seorang wanita yang sangat cantik dan menarik menggandeng kekasihnya yang bertampang biasa-biasa saja dan tak terlalu tampan? Tentunya sudah sangat sering. Ketika melihat hal itu, mau tak mau tentu pria akan bertanya-tanya kenapa wanita secantik itu mau berpasangan dengan pria yang tak tampan. Apakah bagi wanita penampilan dan tingkat ketampanan pria tidak penting?
Jawabannya penting, tapi tidak terlalu penting. Bahkan beberapa wanita menganggap bahwa tampang sama sekali tak penting bagi mereka. Penampilan memang bisa menarik perhatian wanita, tetapi tak bisa mempertahankan mereka dalam jangka waktu yang lama. Ketika mulai berhubungan perlahan wanita akan melupakan seberapa besar otot bisep kalian atau kekurangan apa saja yang ada di wajah kalian. Lalu apa alasan wanita tak memilih pria berdasarkan penampilan dan tampang? Ini dia beberapa alasannya
Kualitas Seorang Pria Tak Hanya Fisik
Pria memiliki banyak cara untuk meningkatkan kualitas mereka selain fisik dalam menarik perhatian mereka. Bahkan pria bisa memanipulasi tingkat kemenarikan mereka dengan beberapa hal antara lain adalah karakteristik seperti rasa percaya diri, selera humor yang baik, sikap pemimpin yang dimiliki pria, perilaku mereka yang sopan, dan lainnya. Dengan memperbaiki kualitas diri, personal, dan skill yang dimiliki, pria bisa dengan mudah menarik perhatian wanita tanpa harus selalu tampil tampan dan menarik.
Tingkat Wawasan Pria
Kamu tidak harus menguasai semua ilmu pengetahuan. Namun kamu harus tahu tentang perkembangan yang tejadi saat ini. Wanita suka dengan pria yang memiliki wawasan yang luas. Sehingga kamu akan terlihat cerdas dimata wanita. Wawasan yang luas akan sangat membantumu ketika berbicara dengan wanita. Dia akan melihatmu sebagai pria cerdas dan senang karena selalu mendapatkan manfaat ketika sedang bicara denganmu

Dimata Wanita Penampilan Hanya Bersifat Sementara
Di dunia ini tak ada yang permanen, terutama penampilan. Seiring waktu penampilan keren dan tampan akan segera memudar. Yang tertinggal adalah pikiran, jiwa dan hati. Wanita mengetahui ini secara insting, karena itu ketika mereka memilih pria mereka tak hanya memperhatikan penampilannya saja. Wanita tahu bahwa dengan bertambahnya usia pria mereka akan mulai kehilangan rambut, mulai menggemuk, dan bertambah tua. Namun wanita lebih memilih Kepribadian, skill dan karya yang tak akan memudar seiring waktu. Wanita menginginkan pria yang lebih dari sekedar wajah tampan belaka.
Kepribadian Yang Rendah Hati dan Dewasa
Janganlah merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini. Sadari kalau kamu masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi. Penuhi dengan terus memperbaiki diri, bukan dengan mengeluh dan menyalahkan keadaan. Pria rendah hati adalah pria yang tidak pernah menyombongkan apa yang dia miliki dan selalu berusaha untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi dengan selalu belajar dan memperbaiki diri.
Namun menjadi pria dewasa membutuhkan proses, jadi mulailah dari sekarang. Jangan sampai ketika kamu mendekati wanita namun masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Pria dewasa itu bisa mengendalikan emosinya. Dia tidak mudah marah, tidak suka mengeluh, tidak bersikap kasar, dan sadar diri/berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Secara Biologis Wanita Tertarik Pada Status Sosial
Ini bukan tentang status bangsawan, kekayaan, atau rumah mewah. Ini berkaitan dengan kecerdasan pria. Secara biologis wanita tertarik pada pria yang cerdas, baik secara inteligensi maupun pria yang memiliki kecerdasan sosial. Pria yang memiliki banyak skill dalam hal sosial dan kehidupan akan lebih menarik di mata wanita. Pria yang memiliki skill semacam ini secara otomatis akan membuat wanita tertarik, karena ini bekerja secara biologis dalam otak wanita.
Jadi para pria, jangan buru-buru minder ketika penampilan kalian tergolong biasa atau pas-pasan. Penampilan memang perlu selalu dijaga, tetapi jangan terlalu fokus pada penampilan saja. Kembangkan skill dan kepribadian kalian menjadi lebih baik. Wanita lebih menghargai pria dengan kepribadian yang keren daripada hanya penampilan yang trendi.

Senin, 25 Februari 2019

Demo Aplikasi LOKATA.Org

LOKATA, sebuah nama judul blogger. Dengan mengenakan slogan "a better way to share experienves" yaitu cara terbaik untuk berbagi pengalaman

Silahkan unduh aplikasi disini

Selasa, 29 Januari 2019

Air Terjun Enteng Jodoh

Destinasi Air Terjun Coban Canggu, di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto memiliki keindahan luar biasa. Butiran air yang cukup halus, menjadi salah satu tempat wisata alam pegunungan yang terletak di Lereng Gunung Welirang. Wisata alam ini tak pernah sepi para pengunjung, baik warga sekitar atau yang datang dari luar kota.
Untuk mencapai air terjun ini, dibutuhkan fisik yang kuat, karena akses untuk menuju lokasi terbilang melelahkan. Pengunjung harus melewati beberapa anak tangga untuk menuju ke air terjun dengan ketinggian 100 m ini. Jalan yang akan dilalui juga berkelok dan terjal dan harus menyebrangi beberapa aliran sungai.
Pengunjung juga diperbolehkan untuk mandi ataupun bermain air d coban ini, sambil melihat keriuhan monyet-monyet yang berayun di dahan pohon. Untuk tiket masuk Air Terjun Coban Canggu ini, Anda hanya perlu membayar Rp. 7.500/orang.
Pengelola wisata Coban Canggu, Didik Khusnul Yakin, mengatakan tempat wisata ini baru dibuka kurang lebih 5 bulan yang lalu. Meskipun begitu, pengunjung yang datang sudah cukup banyak. "Pengunjung rata-rata setiap hari 20 orang. Kalau akhir pekan bisa sampai 150 orang," ujarnya pada Sabtu (12/01/2019).
Didik mengungkapkan, di dekat air terjun tersebut juga terdapat sumber yang diyakini warga sekitar berkhasiat untuk enteng jodoh. Namun, itu hanya mitos dari daerah setempat. Boleh percaya boleh tidak.
Laili Mufarikha salah satu pengunjung mengaku, meski harus berjalan jauh dengan melalui anak tangga menuju lokasi air terjun Coban Canggu, hal itu tidak akan terasa capek. Karena selama perjalanan akan disuguhi berbagai pemandang alam pegunungan serta pemandangan alam pertanian yang indah.
"Tidak hanya menikmati indahnya air terjun, lokasi ini juga menjadi tempat faforit untuk latar belakang berfoto selfie," kata Rikha.
Pada musim liburan banyak pengunjung berdatangan, umumnya adalah muda-mudi. Konon menurut cerita, air terjun Coban Canggu dipercaya bisa mengembalikan hubungan keharmonisan mereka yang sedang retak. Selain itu banyak pula keluarga yang mengisi liburan bersama putra-putrinya.

Dimuat Koran SURYA, edisi: Ahad, 27 Januari 2019
*Rahmat Asmayadi, Penikmat Kopi Susu tinggal di Sidoarjo

Sastrawan adalah Politikus Sejati

Istilah "politik" bukanlah hal yang baru bagi generasi milenial yang memiliki fasilitas mengakses informasi-komukasi secara kencang-global. Kasus-kasus korupsi, kekerasan, intimidasi, dan sekitarnya sering dikaitkan dengan "politik". Tidak luput pula istilah "tahun politik" dengan Pilkada Serentak, dan sebagian pelaku politik praktis berancang-ancang menuju Pileg-Pilpres 2019.
Jika politik mengotori, sastra menyucinya. Ungkapan John F. Kennedy ini sedemikian terkenalnya, sehingga kemudian para sastrawan terlegitimasi kebersihannya. Lalu, orang-orang pun menganggap karya-karya sastra sebagai karya yang dapat menyuarakan kebebasan, hati nurani, dan nilai-nilai moralitas. Bacalah sastra agar mata hati dapat terasah dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sebab, sastra yang baik dapat mengajak manusia kembali merenungi sebuah perjalanan kehidupan; tidak dengan kaca mata hitam-putih, salah benar, atau dosa-pahala, tetapi penuh dengan backround, sebab-akibat, dan kelaziman-toleransi.
Anggapan-anggapan ini mengakibatkan pembaca menganggap sastrawan sebagai sosok yang suci atau yang membersihkan noda para politikus. Sastrawan tak boleh berpolitik. Sebab, jika sastra berpolitik, karya-karya yang lahir penuh kekotoran sebagaimana sifat politik. Tidak. Sastrawan harus berada di atas politikus. Pekerjaan sastrawan lebih mulia karena membawa suara kebajikan, suara moral dan etika, suara kemanusiaan, serta jauh dari nilai-nilai kekejian dan sesuatu yang dapat merendahkan manusia.
Dalam beberapa kesempatan, Rendra menyatakan alergi politik walau dalam keseharian, tanpa pernah ia sadari ia telah berpoltik. Simak saja sajak-sajaknya yang penuh dengan irama pemberotakan seperti yang terkumpul dalam Potret Pembangunan dalam Sajak (1979). Sajak-sajak Rendra justru lebih pas diteriakkan dalam sebuah demontrasi mahasiswa. Ada juga Taufiq Ismail yang sajak-sajaknya sangat dekat dengan pergolakan tahun 1966. Dan, coba kita simak karya-karya Mansur Samin, Mochtar Lubis, Chairil Anwar, bahkan Sapardi Djoko Damono, Sutardji calzoum Bachri, Afrizal Malna, dan Agus R. Sardjono sekalipun. Pertanyaannya, tidakkah ada nada pemberontakan dalam karya-karya mereka? Artinya, sekecil apa pun seorang sastrawan telah berpolitik dalam karyanya.
Seno Gumira Ajidarma pun berkata, “Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara,” untuk mengukuhkan posisi sastrawan di atas awan. Kalau pernyataan ini, jelas informasi seburuk apa pun harus diberitakan (dalam kalimat yang lebih ilmiah: sosialisasi politik harus tetap dikembangkan). Meski tak hendak menjadi agen perubahan (agent of change), karya-karya sastra dapat saja menjadi jembatan perubahan sosial. Sebut saja karya-karya Charles Dickens sebelum melahirkan Revolusi Industri di Inggris. Ada Boris Pasternak di Rusia yang berani melawan arus politik dalam berkarya. Leo Tolstoy menulis “Perang dan Damai”. Sastrawan Paclav Havel malah menjadi presiden betulan di negaranya (tidak seperti Sutardji yang jadi presiden penyair tanpa pemilu).
Dulu diributkan tentang sastra kontekstual. Sastra dalam konteks ini dimaksudakan untuk menjawab situasi dan kondisi yang berkembang di suatu tempat dan di suatu masa. Membicarakan karya sastra secara kontekstual, tentu dapat dihubungkan dalam konteks-konteks tertentu. Sebuah karya sastra (puisi, cerpen, novel, dan drama) tentu memiliki background yang mewarnainya, lingkungan di mana karya itu bicara, ide-ide dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Sekecil apa pun sebuah karya dapat memberikan pengaruh kepada pembacanya, mulai dari sekadar mengingat hingga mengajak untuk memberontak atas situasi (politik) yang tengah berlangsung.
Di sinilah sastrawan mulai berpolitik, dalam arti menanamkan pengertian kepada pembaca bahwa ada yang salah, ada yang mesti diperbaiki, ada yang harus diubah, dan akhirnya menanamkan kesadaran untuk melawan. Tak terhindari sastrawan, sadar atau tidak sadar, telah menjadi “provokator” jika tak hendak dikatakan politikus. Jika kemudian gagasannya merasuki setiap pikiran pembaca, bahkan masyarakat, sehingga melahirkan perubahan dalam pola pikir dan harapan bersama, sang sastrawan dengan sendirinya telah melakukan komunikasi politik yang berhasil. Tapi, tentu saja karya sastra tetap karya sastra. Bukan pamflet, selebaran atau provokasi berisi hasutan untuk merusak.
Beda sastrawan dan politikus adalah, jika politikus berjuang mendapatkan kekuasaan, maka sastrawan bekerja untuk mengembangkan kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh dengan pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan. Sebab, sastra merupakan sisi kehidupan yang tertuang dalam bentuk tulisan. Sebagai pembaca, tentu kita akan daapt membedakan, mana karya sastra dan mana tulisan politik. Jelas beda. Cara menuliskannya berlainan. Jadi, tak perlu khawatir pembaca akan mengira kebohongan-kebohongan sebagai bentuk karya sastra. Sastra toh tak pernah berdusta?
Tapi, tidak bolehkah polikus menjadi sastrawan? Kalau begitu, mengapa Indonesia harus memiliki presiden penyair, paus sastra, atau sederet pangkat yang diberikan kepada pekerja sastra? Mengapa sastrawan masih membutuhkan penghargaan atau anugerah sastra? Dan, mengapa pula T. Wijaya mesti meributkan “Presiden Penyair” yang mungkin berlaku seumur hidup? Ah, bagaimana pun kehidupan politik memang selalu menarik bagi sastrawan. Mengapa mesti mengingkari soal ini? Apa salahnya sastrawan merangkap politikus? Takut karya sastra kehilangan kualitas atau malah dilacurkan untuk kepentingan politik tertentu? Kalau begitu, kia harus melarang karya-karya Pramudya Ananta Toer dan sastrawan-sastrawan kiri dan kanan lainnya.
Ah, kalau begitu kita pun nyata-nyata menyalahgunakan politik untuk mengekang kebebasan bersastra. Menurut saya, sastra dan politik tidak mungkin dipisahkan begitu saja. Politik sastra atau sastra politik, tinggal dibolak-balik, akan dapat membuat kehidupan sastra dan kehidupan politik menjadi lebih berkembang. Sebuah novel politik, tentu lebih bermakna apabila lahir dari sastrawan yang terlibat langsung dalam carut-marut kehidupan politik. Tanpa itu, sebuah karya sastra akan kering kerontang. Sastra adalah politik senyatanya. Di dalamnya konflik, manipulasi, korupsi, konsensus, dan integrasi menjadi indah. Kita dapat belajar dari politik dan sasta sekaligus.
Ya, sastra adalah politik, politik adalah sastra. Pada akhirnya, sastrawan adalah politikus. Apa lagi yang mesti kita ributkan?

*Rahmat Asmayadi, Penikmat kopi susu tinggal di Sidoarjo

Jumat, 18 Januari 2019

Aku Harus Pergi, ataukah Bertahan. . .

Bukan
Bukan aku tidak ingin berjuang mempertahankanmu
Bukan aku tidak ingin kau ada di sisiku
Bukan aku sudah lagi tidak menginginkamu
Bukan aku sudah tidak membutuhkanmu di hidupku

Aku ingin
Aku mau
Aku masih
Namun sepertinya kau tidak
Aku hanya tidak ingin lelah terus mengikutimu
sementara kau tidak pernah membiarkanku
berjalan disisimu

Ku rasa kali ini aku perlu mengikuti egoku
Rasionalku
Aku harus pergi darimu
Membangunjarak itu
Apakah aku mampu? Itu bergantung pada sikapmu
Kamu yang memaksaku
Aku merasa bodoh menyukaimu
Aku merasa kau jauh dari kata menghargai rasaku
Aku merasa kau pun mulai membangun tembok diantara kita

Aku hanya tidak ingin lelah
Aku hanya tidak ingin menjadi lebih bodoh
Aku hanya tidak ingin terus merindu dan kau acuhkan rasaku
Aku menyukaimu namun aku masih menyayangi diriku

Kali ini aku memang harus pergi dari rasa yang mulai bersemi ini
Rasa yg belakangan mengganggu hariku
Rasa yang belakangan terus tumbuh seiring perubahanmu

Ah apa aku terlambat?
Ku rasa tidak
Jika dirimu memang menginginkanku Seharusnya tidak seperti ini
lni terasa salah
Benar benar salah

Aku harus pergi darimu
Menjagajarak seiring waktu
Biar waktu yang menjawab seluruh tanyaku
akan perubahan sikapmu

Aku tau aku akan sangat merindukanmu
Tak apalah, demi kebaikanku aku tetap harus pergi menjaga jarak dari kamu.
Tak akan ku biarkan perasaan ini terus membodohiku
Untuk terus mengharapkanmu...

Rabu, 26 Desember 2018

LOKATA

LOKATA, sebuah nama judul blogger. Dengan mengenakan slogan "a better way to share experienves" yaitu cara terbaik untuk berbagi pengalaman.

Awal mula kata Lokata dibentuk pada awal tahun 2018, bulan Januari. Sebenarnya sudah lama plat blog ini muncul, namun adapun yang melatar belakangi nama Lokata.

Sejarah
-------------
Pada tahun 2012, mengenakan judul blog Surveivor. Dengan jargon "Stop membaca, Lestarikan kebodohan!". Nama surveivor sendiri bermula dari banyaknya pengamat, pelaku dan penggiat alam yang menuliskan cerita deskripsi pengalaman yang didapat seusai ia mengeksplor sebuah tempat yang memang layak untuk di ceritakan dan di tulis di blog.

Nama Surveivor sendiri berasal dari kata baku Survei, yang berarti penelitian kuantitatif dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yang sama pada setiap orang, kemudian semua jawaban yang diperoleh peneliti dicatat, diolah, dan dianalisis. Sedangkan Or-nya adalah pelaku itu sendiri/orang/manusia-nya. Jadi pelaku dan pengamat yang sedang melakukan analisa, kemudian menuliskan sub kerangka yang nantinya akan dijadikan sebuah cerita di blog.

Namun, judul surveivor ini mengenakan alamat website officialasmayadi.blogspot.com, tapi kurun waktu 5 tahun akun halaman official sudah dihapus pada akhir 2017. Berganti link URL surveivor.blogspot.com dan baru nama judul Lokata terbentuk dijadikan halaman utama blog.

Blog Lokata sendiri berisi tentang berita, gaya hidup, teknologi informasi, pengetahuan dan internet. Dan mengalami 2 pergantian logo yakni pada akun officialasmayadi dan Lokata sendiri, dengan gambar utama segi enam. Terdiri dari dua warna yakni merah dan hitam.

Adapun konten dan menu blog, bersifat inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi dan zaman yang nantinya akan menyesuaikan dari pada isinya. Itulah, sedikit deskripsi tentang judul blog Lokata. (Blog Pribadi) di kelola oleh Rahmat Asmayadi

Senin, 24 Desember 2018

Kumpulkan Moment, Bukan Kumpulkan Barang! 5 Tips Kantong Aman Saat Liburan

Manfaatkan moment liburan bersama keluarga atau teman, bukan hanya berbelanja
Penting untuk mewaspadai biaya liburan, jangan sampai liburan justru membawa pada sejumlah masalah keuangan
Jangan sampai menjalani liburan tanpa anggaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan

Liburan merupakan kegiatan yang menyenangkan. Banyak orang yang gemar memanfaatkan waktunya untuk berlibur. Apalagi jika kita termasuk orang yang memiliki jiwa travelling. Dijamin kita akan memanfaatkan waktu luang untuk berlibur.
Kegiatan liburan tentu akan membutuhkan sejumlah biaya, di mana jumlah ini bisa saja terbilang cukup besar, tergantung pada kota tujuan dan juga cara menjalani liburan itu sendiri. Ramah atau tidaknya liburan yang kita jalani kepada kantong, tentu akan sangat tergantung pada cara merencanakan dan menjalaninya.
Penting untuk mewaspadai biaya liburan, terutama yang kurang kontrol terhadap keuangan sehari-hari. Jangan sampai liburan justru membawa pada sejumlah masalah keuangan, di mana terjadi pembengkakan biaya liburan yang jumlahnya berada di luar perkiraan sejak awal. Bukannya bersemangat dan bahagia setelah menjalaninya, yang ada akan stres sekembali dari liburan. Atau, bisa jadi akan segera berhadapan dengan sejumlah tagihan yang besar di dalam kartu kredit di bulan depan.
Hindari berbagai masalah setelah liburan dengan antisipasi yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut:
Siapkan barang bawaan dengan cerdas

Lakukan packing dengan cerdas. Jangan membawa terlalu banyak barang. Cukup masukkan barang yang benar-benar penting dan tidak bisa dibeli di tempat tujuan. Dengan begini kamu tidak akan direpotkan barang bawaan selama travelling. Siapkan dokumen-dokumen penting seperti peta, tiket pesawat, kartu identitas, dan paspor. Jangan lupa untuk menyiapkan salinannya.
Simpan uang tunai, kartu, dan dokumen penting di tempat terpisah. Jika kamu mengalami kecopetan atau ketinggalan tas, dengan begini kecil kemungkinannya kamu kehilangan seluruh barang berharga.

Susun Itinerary Perjalanan yang Benar
Jangan berlibur secara mendadak, terutama ke berbagai destinasi yang cukup jauh dan membutuhkan berbagai fasilitas (seperti: kereta api, pesawat dan hotel). Akan sangat tepat jika merencanakan dan mengatur perjalanan liburan sejak jauh-jauh hari, sehingga memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sebelum berangkat traveling, ada baiknya jika membuat itinerary terlebih dulu agar perjalanan lebih efisien dan lebih terarah. Coba disusun, berapa lama waktu liburan, dan berapa destinasi yang bisa didatangi.
Destinasi yang berdekatan bisa dikumpulkan agar bisa dikunjungi sekalian. Susun rute yang terarah dari satu tempat ke tempat lain dengan berurutan dan tidak bolak-balik.
Sesuaikan Liburan dengan Anggaran
Siapapun tentu mengharapkan sebuah liburan yang menyenangkan, lengkap dengan berbagai fasilitas yang terbaik selama menjalaninya. Namun, hal tersebut belum tentu bisa dicicipi oleh semua orang, terutama mereka yang hanya memiliki sejumlah budget liburan yang pas-pasan saja. Penting untuk menentukan dan merencanakan liburan sesuai dengan budget yang dimiliki.
Jangan sampai menjalani liburan tanpa anggaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan, sebab hal ini berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari. Pilih destinasi yang tepat dan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, sehingga bisa berlibur dengan tenang dan nyaman tanpa terbebani dengan biaya mahal yang berada di luar jangkauan keuangan.
Disiplin Mengatur Pengeluaran
Ketika berbelanja, jangan lupa kontrol diri sendiri. Jangan kalap ketika berbelanja. Ingat, sesuaikan belanja sesuaikan dengan kebutuhan, jangan sampai berlebihan.

Jangan sampai ketika melihat tanda diskon bertebaran, traveler jadi kalap dan langsung membeli semuanya. Jangan pula tergiur harga murah, lalu membeli suatu barang, padahal ternyata kita tidak butuh barang tersebut.

Nikmati Momen, Tunda Main Gadget
Nikmatilah semua momen saat kita traveling. Rasakan udaranya, keramaian orangnya, bentangan alam yang cantik dan adat budaya yang menarik. Setiap detiknya adalah pengalaman yang seru, jadi jangan sampai terlewati begitu saja.

Salah satu cara untuk menikmati momen traveling dengan maksimal, adalah dengan melepas gadget. Tunda dulu waktu untuk posting di media sosial, saatnya kita jelajah lebih dalam destinasinya. Kalau mau posting, bisa nanti malam saja di penginapan.

Itulah beberapa tips berguna yang bisa kamu terapkan biar kantong aman saat liburan. Semoga bermanfaat dalam perjalananmu ke depan.

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...