Rabu, 31 Januari 2018

Super Blue Blood Moon 2018

Gerhana Matahari Total - Super Blue Blood Moon

GERHANA BULAN TOTAL
Sesuai Maklumat LEMBAGA FALAKIYAH *Pengurus Besar Nahdlatul Ulama*

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

_Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah._

RABU, 31 JANUARI 2018
akan terjadi gerhana bulan total dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber Waktu Sholat Fardhu: Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI

17:51 WIB (menjelang Maghrib): Awal Fase Penumbra (samar-samar)

17.58 WIB: Adzan Maghrib, Iqomah, Sholat Maghrib berjama’ah, dan Wirid/Zikir.

18:48 WIB: Mulai Mengumandangkan Gema Takbir (karena bayangan gelap mulai masuk: Awal Umbra).

19.11 WIB: Adzan Isya, Iqomah, Sholat Isya berjama’ah, dan Wirid/Zikir.

19:45 WIB (bakda salat Isya) Melanjutkan Gema Takbir.

20:30 WIB: Waktu Salat Gerhana (KhusyufilQamar) berjama’ah untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya secara serentak (karena Bulan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran 14% lebih besar, jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi,- terjadi pasang air laut menuju daratan)

20:45 WIB: Khutbah Gerhana (Tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah,- dapat disampaikan pula syari’at dan hakikat gerhana pada zaman Rasulullah SAW).

21:30 WIB: bisa diisi acara pengumpulan dan pembagian sadaqah

21:35 WIB: Melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna yang berakhir pada pukul 22:11 WIB (Akhir Umbra) atau bisa berakhir dengan memperbanyak takbir, dan istighfar hingga pukul 23.08 WIB.

23:08 WIB: Akhir Penumbral (Bulan Bersih Bersinar)

Untuk itu, kepada seluruh Kaum Muslimin Wal Muslimah dihimbau untuk:
*1. Mengumandangkan Gema Takbir* sebagaimana Lafadz Takbir Hari Raya.
*2. Menyeru Salat berjama'ah* dengan lafadz "Asholatu Jami'ah".
*3. Solat Gerhana Bulan* (salat KhusyufilQamar Qamar) dgn 2 rokaat, setiap rokaat 2 kali ruku, 2 kali baca Al-Fatihah dan Surah Pilihan, dan 2 kali sujud.
*4. Khotib berkhutbah* gerhana dengan Tema Gerhana sebagai Kebesaran dan Kekuasaan Allah.
*5. Memperbanyak Takbir*, Tahlil, Tahmid, dan Istighfar.
*6. Mengumpulkan dan membagikan* Sodaqoh.
_7. Mengumandangkan Gema Takbir_ hingga gerhana nampak terbuka bersih bersinar kembali.
*8. Bersyukur kepada Allah*  setelah Gerhana kembali terbuka bercahaya.

_____________________________________________
KAIFIYYAH BILAL SHOLAT GERHANA*

1. Membaca Istighfar bersama-sama;

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ  ×٣
مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ عَظِيْم.

2. Ketika dirasa siap untuk dilaksanakan sholat gerhana, _bilal_ mengumandangkan bacaan tanda dimulainya sholat, yakni membaca:

"اَلصَّلَاةُ جَامِعَة !!"

3. Pelaksanaan sholat gerhana.

4. Selesai sholat, _bilal_ maju mengambil tongkat kemudian menghadap ke jama'ah dan dilanjutkan membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

يَامَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ..
رُوِيَ عَنِ الْمُغِيْرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ: إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ، لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذٰلِكَ فَصَلُّوْا وَادْعُوْا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ.

أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ،
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا آجَرَكُمُ اللهُ،
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ..

5. _Khotib_ maju untuk menerima tongkat kemudian berhenti dengan posisi menghadap ke arah _qiblat_.

6. Kemudian _bilal_ membaca do'a:

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
اَللّٰهُمَّ قَوِّ الْإسْلَامَ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءَ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتَ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِي الدِّيْنِ، يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَ يَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

7. Setelah itu, _Khotib_ mengucapkan salam kepada jama'ah.

8. Kemudian _Khotib_ duduk sejenak dan _bilal_ membaca istighfar dengan suara yang keras (dalam keadaan duduk):

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

9. Selanjutnya _khotib_ melaksanakan khutbah. Setelah selesai khutbah pertama, _khotib_ duduk sebentar, lalu _bilal_ membaca istighfar dengan suara yang keras. Bacaan istighfar itu seperti:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ،
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ..
الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّوْمَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

10. Kemudian _khotib_ berdiri untuk meneruskan khutbah kedua sampai selesai.

*Keterangan:* _Dalam khutbah gerhana, tidak disyaratkan Muwalah, namun hanya disunnahkan saja._

(Sullamul Futuhāt, karya KH. Abdul Hannan Ma'shum, juz 20,  hlmn 44 s/d 47)

🌕🌖🌗🌘🌑🌒🌓🌔
🔭🔭🔭🔭🔭🔭🔭🔭
*Kaderisasi Ahli Hisab Rukyat & Pengamatan Gerhana Bulan Total*
*31 Jan - 1 Peb 2018*
*di Kantor PCNU Kab. Mojokerto*

Konsultasi Kesehatan Poliklinik Alfath

Pertanyaan 1
Dokter, mengapa ketika keadaan sedang hujan tapi kondisi badan terutama bagian tangan berkeringat. Apa ada penyebabnya? Kalau ada, kira-kira solusinya bagaimana! Terima kasih.

Jawab 1
Untuk kondisi seperti itu memang kita sering bolak-balik untuk ke kamar mandi kencing. Dikarenakan dalam keadaan dingin. Namun, untuk penyebabnya tidak ada. Kecuali ujung jari itu berwarna biru dan berkeringat, baru kondisi tersebut perluh di cek dan diperiksa. Tetapi untuk permasalahan diatas, solusinya dianjurkan untuk minum air putih yang banyak. Soalnya ginjal juga bekerja optimal.

Pertanyaan 2
Dokter, bagaimana cara mempunyai anak laki-laki dan bagaimana juga agar bisa minta anak perempuan. Apakah ada kegiatan atau hal-hal yang dilakukan oleh pasangan suami-istri? Secara medis atau ilmu kesehatan bagaimana!

Jawab 2
Begini, itu harus saling kerjasama diantara keduanya baik istri maupun suami. Bisa di atur dari pola makan. Ini lebih dominan dan di khususkan bagi sang pria, jika dalam konsumsi kadar proteinnya banyak seperti makan daging. Maka, bisa di indikasikan anaknya cowok. Sedang jika sang suami konsumsi yang bersifat nabati seperti sayuran, maka bisa diprediksi melahirkan anak perempuan.

Seperti halnya para atlet yang berotot kekar itu juga banyak mengkonsumsi sayuran, tidak heran jika mereka mempunyai keturunan anak yang berjenis kelamin cewek atau wanita. Tapi di imbangi dan ikuti juga oleh sang istri dengan mengkonsumsi sebaliknya. Dalam artian, jika sang suami banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, maka sang istri dapat dianjurkan mengkonsumsi nabati seperti sayuran agar seimbang. Namun yang paling penting ialah dominan diturunkan oleh sang suami.

https://drive.google.com/file/d/1Em-H3Tjh7RaiLkXpSdJsmrSsbeS24QwF/view?usp=drivesdk

Pertanyaan 3
Mengapa dok, meski sudah tidur namun ketika siang hari masih saja di hinggapi rasa kantuk?

Jawab 3
Mengenai mengantuk, itu kekurangan oksigen. Dalam artian pagi hari diharuskan berolahraga dan diimbangi dengan tidur teratur.

*Narasumber : Dr. Ayu Rachmasari

Kamis, 11 Januari 2018

Introvert juga layak jadi pemimpin

Di muka bumi ini, ada banyak banget spektrum kepribadian dengan karakteristik yang unik. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidupmu, kamu pun akan makin banyak bertemu berbagai macam orang. Jadi jangan kaget, sih, ketika di bangku kuliah dan dunia kerja nanti, kamu bakal ketemu orang dengan watak dan sifat yang ragamnya seperti Pokemon, hihihi.

Ngomong-ngomong soal dunia kerja, pastinya nggak akan jauh-jauh dari bahasan soal kepemimpinan. Seperti yang sudah kamu pahami—semua orang terlahir menjadi seorang seorang pemimpin. At least, terlahir untuk memimpin dirinya sendiri, deh.

Beda cerita jika kita bicara soal kelompok. Perbedaan nilai, budaya, bahkan kepribadian dapat mempengaruhi bagaimana keefektifannya dalam memimpin, dan bagaimana reaksi yang ditimbulkan terhadap karakteristik dan sikap yang diperlihatkan oleh kepribadian seorang pemimpin.

So, muncullah satu pertanyaan besar: lebih baik kepemimpinan versi kepribadian ekstrovert atau kepemimpinan versi kepribadian introvert?

Namun menurut penelitian yang diterbitkan dalam Personality and Individual Differences mengungkapkan bahwa orang introvert yang biasanya lebih pendiam, pasif, tertutup dan suka berpikir dalam justru bisa jadi pemimpin yang baik, meski banyak orang menganggap mereka tak bisa betah dengan tekanan kerja.

Banyak orang mungkin menganggap remeh orang introvert, dan umumnya memang orang berkepribadian ekstrovert lah yang memegang andil paling banyak menjadi pemimpin. Apalagi dengan karakter ekstrovert yang lebih dominan, percaya diri dan persuasif, ia lebih dilihat sebagai tipe calon pemimpin.Peneliti melihat ada beberapa hal mengapa introvert lebih unggul sebagai pemimpin dibanding ekstrovert, misalnya mendorong tim menjadi proaktif dan intelek, dan mampu meningkatkan fokus menumbuhkan karakter timnya melaksanakan proyek dengan tenang.

Ketika leader ekstrovert sibuk bicara ke sana kemari membangun jaringan dengan koleganya, pemimpin introvert akan lebih fokus meningkatkan kinerja dan kekompakan timnya. Jadi, jika kamu cenderung pendiam dan tertutup, bukan berarti kamu tak bisa jadi pemimpin

Cara Melunasi Hutang Tidur

Jadwal yang padat pasti berujung pada waktu tidur yg tidak teratur. Alhasil badan kita menjadi cepat lelah, kurang konsentrasi dan bahkan sering kali mengantuk. Tentu saia hal ini berdampak pada kesehatan tubuh kita. Apakah dengan cara tidur seharian diakhir pekan dapat membayar hutang tidur kita?
Jawabannya: Tidak.

Lalu, apakah ada cara untuk melunasi hutang tidur?
Jawabannya: Ada.

Caranya sangat gampang.

Para ahli menyarankan waktu ideal untuk tidur adalah sebanyak 8 jam. Meskipun begitu yg dinilai dari waktu tidur adalah kualitasnya bukan kuantitasnya.

Dr. Lawrence J. Eipstein, direktur medis dari Pusat Kesehatan Tidur, menyatakan bahwa, tidur cukup sama pentingnya dengan pola hidup yg sehat seperti diet dan olahraga. Jika Anda melewatkan 10 jam tidur dalam satu minggu, Anda cukup menambahkan 3-4 jam tidur pada akhir pekan dan ekstra 1-2 jam per malam untuk minggu berikutnya sampai hutang tidurnya lunas.

Senin, 08 Januari 2018

Berikan ucapan terima kasih, PAC GP Ansor Sidoarjo Sematkan Jaket Banser

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Sidoarjo M. Suryono, terlihat sumringah ketika mendapatkan jaket Banser yang disematkan oleh Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Mulyo Agung Nugroho.

Pasalnya, ia yang pernah menjadi Ketua Ansor Kecamatan Sidoarjo selama dua periode yakni di tahun 2005-2011, meskipun sudah menjadi bapak atau sesepuh dari banom IPNU-IPPNU dan Ansor namun wajah dalam berorganisasi masih mencerminkan semangat kebanseran.

Perihal semangat beliau dalam berorganisai, diungkapkan sendiri oleh Suryono "Ketika awal mula mengikuti organisasi, kala itu pada masa kepemimpinan presiden KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) sedang dalam henting, yang menuduhkan Gus Dur itu ada indikasi korupsi. Melihat hal tersebut akhirnya pemuda Ansor ikut bergerak membela presiden RI ke-4," ujar Suryono dalam sambutan Pelantikan PAC GP Ansor Sidoarjo, di Pendopo Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (07/1).

Ia juga menceritakan pengalaman unik "Saya ketika awal mula mengikuti, organisasi terlebih waktu itu juga minta restu dari ibu. Namun, dengan mudah ibu saya juga mendukung. Bahkan ketika keikutsertaan dalam aksi membela Gus Dur yang akan di turunkan dari kursi kepresidenan. Oleh ibu saya malah disuruh mengenakan kaca mata renang agar terhindar dari semprotan gas air mata aparat polisi. Betapa cerdasnya orang tua saya ketika itu," ungkapnya.

Suryono juga berpesan kepada semua kader Ansor dan Banser, ketika sudah bergabung dengan Ansor-Banser, jangan mengharapkan imbalan. Anggota Ansor-Banser harus mendalami filosofi bahwa siapa yang menghidupi Ansor-Banser, nantinya akan mendapatkan balasan di kemudian hari.

"Alhamdulillah selama dua periode, hidup saya untuk Banser dan sekarang saya dihidupi oleh Allah melalui Ansor dan Banser," lanjutnya.

Terkait dilantiknya kepengurusan PAC GP Ansor Sidoarjo yang baru, Suryono menegaskan agar beramanah dalam menjalankan roda organisasi aswaja di kecamatan Sidoarjo khususnya.

Selaras hal tersebut, ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H. Riza Ali Faizin yang hadir dalam pelantikan itu mengutarakan, penyematan jaket Banser pada Ketua MWC NU merupakan bentuk penghormatan, agar Ustadz Suryono tetap menjadi simbol bagi semangat perjuangan para kader ansor dan banser.

"Ini membuktikan Ansor nggak ada pensiunnya, contohnya Ustad Suryono," katanya. 

Sementara itu, Mulyo Agung Nugroho selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo periode 2017-2019 dengan segenap dukungan segenap kader GP Ansor yang potensial siap mengemban amanah untuk mewujudkan visi GP Ansor.

"Kami akan meneruskan program-program pengurus periode yang lalu dengan fokus pada kemandirian organisasi. Untuk dapat mewujudkan kemandirian organisasi, Untuk itu konsolidasi akan terus kami gencarkan  untuk menyatukan persepsi dan gerakan Ansor," tandasnya.

Pelantikan berlangsung dengan suasana hidmat di hadapan puluhan Nahdliyin Kecamatan Sidoarjo. Acara pelantikan dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor, PAC Fatayat dan Muslimat NU Kecamatan Sidoarjo dan Forkopimka pemerintahan Kecamatan Sidoarjo dan pemuda Karang Taruna.

Alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid

Berikut alamat-alamat email redaksi koran, majalah, jurnal dan tabloid yang menerima kiriman Cerpen/Puisi/Esai:

1. Kompas

Alamat email Redaksi Kompas: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Honor cerpen Rp. 1.400.000,- (tanpa potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (tanpa potong pajak–referensi Esha Tegar Putra), biasanya 2-3 hari setelah pemuatan, honor sudah ditransfer ke rekening penulis

2. Koran Tempo

Alamat email redaksi Koran Tempo: ktminggu@tempo.co.id
Honor cerpen tergantung panjang pendek cerita, biasanya Rp. 700.000,- honor puisi Rp. 600.000,- (pernah Rp. 250.000,- s/d Rp. 700.000, referensi Esha Tegar Putra), ditransfer 2 mingguan setelah pemuatan.

3. Jawa Pos

Alamat email redaksi Jawa Pos: ari@jawapos.co.id
Honor cerpen Rp 900.000 – Rp. 1.000.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 500.000,- (referensi Isbedy Stiawan Zs), ditransfer 1-2 minggu setelah cerpen/puisi dimuat.

4. Suara Merdeka

Alamat email redaksi Suara Merdeka: swarasastra@gmail.com
Kirimkan cerpen, puisi, esai sastra, biodata, dan foto close up Anda. Cerpen maksimal 10.000 karakter termasuk spasi. Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), honor puisi Rp. 190.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen. Bisa diambil langsung ke kantor redaksi atau kantor perwakilan redaksi di kota Anda—jika ada.

5. Media Indonesia

Alamat email redaksi Media Indonesia: cerpenmi@mediaindonesia.com, cerpenmi@yahoo.co.id
Naskah cerpen maksimal 9.000 karakter. Honor pemuatan cerpen Rp. 500.000,- dipotong pajak. (referensi dari Yetti A.Ka, Benny Arnas, Sungging Raga, dkk)

6. Republika

Alamat email redaksi Republika: sekretariat@republika.co.id
Tidak ada pemberitahuan dari redaksi terkait pemuatan cerpen. Sudah lama tidak memuat puisi. Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), tetapi—pengalaman beberapa rekan penulis, harus sabar menagih ke redaksi beberapa kali agar segera cair alias agak susah cair honornya.

7. Suara Karya

Alamat email redaksi Suara Karya: ami.herman@yahoo.com (email terbaru, diinformasikan redakturnya di grup CC)
Menurut redakturnya honor cerpen Suara Karya sudah naik jadi Rp. 250.000,- (tanpa potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

8. Jurnal Nasional

Alamat email redaksi Jurnal Nasional: tamba@jurnas.com, witalestari@jurnas.com
Honor cerpen Rp. 400.000,- (potong pajak), hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

9. Pikiran Rakyat

Alamat email redaksi Pikiran Rakyat: khazanah@pikiran-rakyat.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- (potong pajak), hubungi bagian keuangan via telepon untuk konfirmasi pencairan honor setelah 2-3 hari dimuat, honor ditransfer 2-3 minggu setelah konfirmasi, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

10. Tribun Jabar

Alamat email redaksi Tribun Jabar: cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com
Selain ada cerpen berbahasa Indonesia setiap Minggu, juga ada cerpen bahasa Sunda setiap hari Kamis bersambung Jumat. Honor cerpen Rp. 200.000,- (tanpa potong pajak). Honor ditransfer 3 hari atau 1 minggu setelah dimuat.

11. Kedaulatan Rakyat

Alamat email redaksi Kedaulatan Rakyat: naskahkr@gmail.com, jayadikastari@yahoo.com
Panjang cerpen maksimal 5.000 karakter dengan spasi. Honor cerpen Rp. 400.000,00

12. Joglo Semar (Yogyakarta)

Alamat email redaksi Joglo Semar: harianjoglosemar@gmail.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

13. Minggu Pagi (Yogyakarta)

Alamat email redaksi Minggu Pagi: we_rock_we_rock@yahoo.co.id
Terbit seminggu sekali setiap Jumat. Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

14. Radar Surabaya

Alamat email redaksi Radar Surabaya: radarsurabaya@yahoo.com, diptareza@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 200.000,- (potong pajak) . Honor cair seminggu setelah dimuat.

15. Lampung Post

Alamat email redaksi Lampung Post: lampostminggu@yahoo.com
Menerima cerpen, puisi, dan esai. Honor cerpen Rp. 200.000,- Honor puisi kalau tak salah juga Rp. 200.000,- Sekarang honor sudah ditransfer langsung oleh bagian keuangan, paling lambat 1 minggu setelah dimuat. Jika belum, silakan email bagian keuangan di emil_lampost@yahoo.com

16. Padang Ekspres

Alamat email redaksi Padang Ekspres: yusrizal_kw@yahoo.com, cerpen_puisi@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- s/d Rp. 125.000,- honor puisi Rp. 75.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, bisa diambil langsung, atau minta tolong teman mengambilkan honor ke kantor redaksi.

17. Haluan (Padang)

Alamat email redaksi Haluan: nasrulazwar@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- honor puisi Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, jangan lupa tanggal pemuatan cerpen, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

18. Singgalang (Padang)

Alamat email redaksi Singgalang: hariansinggalang@yahoo.co.id, a2rizal@yahoo.co.id
Honor cerpen Rp. 50.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

19. Riau Pos

Alamat email redaksi Riau Pos: budayaripos@gmail.com, kabut.azis@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

20. Analisa (Medan)

Alamat email redaksi Analisa: rajabatak@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

21. Sinar Harapan

Alamat email redaksi Sinar Harapan: redaksi@sinarharapan.co.id, blackpoems@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 100.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

22. Jurnal Cerpen Indonesia

Alamat email redaksi Jurnal Cerpen Indonesia: jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

23. Majalah Horison

Alamat email redaksi Majalah Horison: horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- honor puisi tergantung berapa jumlah puisi yang dimuat, biasanya dikirimi majalahnya sebagai bukti terbit. Hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi, dan kadang honor dikirim via wesel jika tidak ada nomer rekening.

24. Majalah Esquire

Alamat email redaksi Majalah Esquire: cerpen@esquire.co.id
Honor cerpen Rp. 800.000,- (potong pajak). Jika akan dimuat ada konfirmasi dari redaksi.

25. Majalah Sabili

Menurut informasi, majalah ini sudah tidak terbit lagi sejak Oktober 2013.

26. Majalah Suara Muhammadiyah

Alamat email redaksi Majalah Suara Muhammadiyah: redaksism@gmail.com
Honor cerpen Rp. 150.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

27. Majalah Ummi

Alamat email redaksi Majalah Ummi: kru_ummi@yahoo.com
Tema cerpen seputar keluarga dan rumah tangga. Honor cerpen Rp. 250.000,- (dipotong pajak) ditransfer paling telat satu bulan setelah pemuatan. Ada konfirmasi jika akan dimuat.

28. Majalah Kartini

Alamat email redaksi Majalah Kartini: redaksi_kartini@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 350.000,- Sekarang honor ditransfer ke rekening penulis sekitar 3 bulanan atau jika belum juga silakan hubungi redaksi via email atau sosial media Kartini. Ada konfrimasi jika akan dimuat.

29. Majalah Alia

Alamat email redaksi Majalah Alia: majalah_alia@yahoo.com
Honor cerpen Rp. 300.000,- Ada konfirmasi pemuatan.

30. Majalah Femina

Alamat email redaksi Majalah Femina: kontak@femina.co.id
Honor cerpen Rp. 850.000,- dan cair seminggu setelah dimuat. Ada konfirmasi jika akan dimuat dan menanda-tangani surat pernyataan keaslian karya di atas matrai.

31. Majalah Sekar

OTT – Menurut kabar yang beredar majalah ini tidak terbit lagi mulai November 2013.
Alamat email redaksi Majalah Sekar: Sekar@gramedia-majalah.com (info dari Teguh Affandi “S”-nya besar)
Honor cerpen Rp. 400.000,- dibayar sebulan setelah majalah terbit. Redaksi akan mengirim sms jika karya
akan dimuat.

32. Majalah Story

Alamat email redaksi Majalah Story: story_magazine@yahoo.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Konfirmasi pemuatan cerpen via telepon dari redaksi Story. Antrian pemuatan panjang, bisa 1-2 tahun. Honor cerpen Rp. 250.000,00

33. Majalah Gadis

Alamat email redaksi Majalah Gadis: GADIS.Redaksi@feminagroup.com
Tema cerpen khas ala remaja/teenlit. Honor untuk Percikan (cerpen mini tiga halaman) Rp. 500.000,- Honor untuk Cerpen Rp. 800.000,- ditransfer 1 bulanan setelah majalah terbit.

34. Majalah Annida-online

Alamat email redaksi Majalah Annida-online: majalah_annida@yahoo.com
Ada konfirmasi pemuatan cerpen via email redaksi Annida-online. Honor cerpen Rp. 70.000,- maksimal sebulan setelah pemuatan honor sudah ditransfer.

35. Majalah Bobo

Alamat email redaksi Majalah Bobo: bobonet@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 250.000,- hubungi redaksi via email/telepon untuk konfirmasi pencairan honor, atau bisa diambil langsung ke kantor redaksi.

36. Kompas khusus Cerpen Anak

Alamat email redaksi Kompas khusus Cerpen Anak: opini@kompas.co.id, opini@kompas.com
Pada subjek email ditulis CERPEN ANAK: JUDUL CERPEN. Honor cerpen Rp. 300.000,- Resensi buku anak honor Rp. 250.000,- Honor cair tiga hari setelah pemuatan.

37. Tabloid Nova

Alamat email redaksi Tabloid Nova: nova@gramedia-majalah.com
Honor cerpen Rp. 388.000,- Honor ditransfer sebulan setelah dimuat.

Minggu, 07 Januari 2018

Gelar pelantikan PAC Ansor Sidoarjo, usung program kemandirian organisasi

Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sidoarjo Kota Kabupaten Sidoarjo periode 2015-2020 resmi dilantik, pada Ahad (07/1) pagi di Pendopo Kecamatan Sidoarjo. Mereka dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sidoarjo H. Riza Ali Faizin.

Pelantikan berlangsung dengan suasana hidmat di hadapan puluhan Nahdliyin Kecamatan Sidoarjo. Acara pelantikan dihadiri perwakilan Pimpinan Pusat GP Ansor dan PW GP Ansor Jawa Timur, PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, Pengurus MWC NU Kecamatan Sidoarjo dan segenap badan otonom NU di Kecamatan Sidoarjo.

Dalam sambutannya M. H. Fendra selaku ketua panitia menuturkan agar kedepan kepengurusan yang baru ini bisa bekerja sama secara tim dan stakholder bersama banom NU khususnya Kecamatan Sidoarjo.

"Rasa syukur dan terima kasih kepada panitia yang telah membantu terselenggarahnya acara pelantikan, semoga diberi kelancaran dan sukses, tutur Fendra.

Sementara itu, M. Mulyo Agung Nugroho selaku ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo periode 2017-2019 dengan segenap dukungan segenap kader GP Ansor yang potensial siap mengemban amanah untuk mewujudkan visi GP Ansor.

"Kami akan meneruskan program-program pengurus periode yang lalu dengan fokus pada kemandirian organisasi. Untuk dapat mewujudkan kemandirian organisasi, sebagaimana arahan Pimpinan Pusat, mutlak dibutuhkan soliditas organisasi. Untuk itu konsolidasi akan terus kami gencarkan  untuk menyatukan persepsi dan gerakan Ansor," tandasnya.

Selaras dengan hal tersebut Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sidoarjo  H. Riza Ali F berharap agar para pengurus GP Ansor Kecamatan Sidoarjo bisa terus berbuat yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Pemuda Ansor harus terus berkreasi dan berbuat bagi masyarakat dan menjadi contoh bagi warga NU,” jelasnya.

Kamis, 21 Desember 2017

Gus Dur, Soal Presiden

Di akhir tahun 1998 Gus Dur rawuh (datang) di Wonosobo. Saat itu sedang ramainya era reformasi, beberapa bulan setelah Pak Harto jatuh. Dan ini terjadi beberapa bulan sebelum Gus Dur menjadi orang nomer satu di Negeri ini. Beliau masih menjabat sebagai Ketua PBNU.

Bertempat di Gedung PCNU Wonosobo, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan pengurus NU dari Wonosobo, Banjarnegara, Pubalingga, Kebumen, Temanggung dan Magelang. Tentu saja semua kiai ingin tahu pendapat Gus Dur tentang situasi politik terbaru. Penulis hadir di situ walaupun bukan kiai, dan duduk persis di depan Gus Dur. Penulis lah yang menuntun Gus Dur menaiki Lantai 2 PCNU Wonosobo.

“Pripun Gus situasi politik terbaru?” tanya seorang kiai.

“Orde Baru tumbang, tapi Negeri ini sakit keras.” kata Gus Dur.

“Kok bisa Gus?”

“Ya bisa, wong yang menumbangkan Orde Baru pakainya emosi dan ambisi tanpa perencanaan yang jelas. Setelah tumbang mereka bingung mau apa, sehingga arah reformasi gak genah. Bahkan Negeri ini di ambang kehancuran, di ambang perang saudara. Arah politik Negeri ini sedang menggiring Negeri ini ke pinggir jurang kehancuran dan separatisme. Lihat saja, baru berapa bulan Orde Reformasi berjalan, kita sudah kehilangan propinsi ke-27 kita, yaitu Timor Timur.” kata Gus Dur.

Kiai tersebut sebagaimana biasa, kalau belum mulai bicara. Pak Habibi, kita semua akan merasa kasihan dengan sikap Gus Dur yang datar dan seperti capek sekali dan seperti aras-arasen bicara. Tapi kalau sudah mulai, luar biasa memikat dan ruangan jadi sepi kayak kuburan, tak ada bunyi apapun selain pangendikan Gus Dur.

Seorang kiai penasaran dengan calon presiden devinitif pengganti Pak Habibi yang hanya menjabat sementara sampai sidang MPR. Ia bertanya: “Gus, terus siapa yang paling pas jadi Presiden nanti Gus?”

“Ya saya, hehehe…” kata Gus Dur datar.

Semua orang kaget dan menyangka Gus Dur guyon seperti biasanya yang memang suka guyon.

“Yang bisa jadi presiden di masa seperti ini ya hanya saya kalau Indonesia gak pingin hancur. Dan saya sudah dikabari kalau-kalau saya mau jadi presidan walau sebentar hehehe...” kata Gus Dur mantab.

“Siapa yang ngabari dan yang nyuruh Gus?” tanya seorang kiai.

“Gak usah tahu. Orang NU tugasnya yakin saja bahwa nanti presidennya pasti dari NU,” kata Gus Dur masih datar seperti guyon.

Orang yang hadir di ruangan itu bingung antara yakin dan tidak yakin mengingat kondisi fisik Gus Dur yang demikian. Ditambah lagi masih ada stok orang yang secara fisik lebih sehat dan berambisi jadi presiden, yaitu Amin Rais dan Megawati. Tapi tidak ada yang berani mengejar pertanyaan tentang presiden RI.

Kemudian Gus Dur menyambung: “Indonesia dalam masa menuju kehancuran. Separatisme sangat membahayakan. Bukan separatismenya yang membahayakan, tapi yang memback up di belakangnya. Negara-negara Barat ingin Indonesia hancur menjadi Indonesia Serikat, maka mereka melatih para pemberontak, membiayai untuk kemudian meminta merdeka seperti Timor Timur yang dimotori Australia.”

Sejenak sang Kiai tertegun. Dan sambil membenarkan letak kacamatanya ia melanjutkan: “Tidak ada orang kita yang sadar bahaya ini. Mereka hanya pada ingin menguasai Negeri ini saja tanpa perduli apakah Negeri ini cerai-berai atau tidak. Maka saya harus jadi presiden, agar bisa memutus mata rantai konspirasi pecah-belah Indonesia. Saya tahu betul mata rantai konspirasi itu. RMS dibantu berapa Negara, Irian Barat siapa yang back up, GAM siapa yang ngojok-ojoki, dan saya dengar beberapa propinsi sudah siap mengajukan memorandum. Ini sangat berbahaya.”

Kemudiaan ia menarik nafas panjang dan melanjutkan: “Saya mau jadi presiden. Tetapi peran saya bukan sebagai pemadam api. Saya akan jadi pencegah kebakaran dan bukan pemadam kebakaran. Kalau saya jadi pemadam setelah api membakar Negeri ini, maka pasti sudah banyak korban. Akan makin sulit. Tapi kalau jadi pencegah kebakaran, hampir pasti gak akan ada orang yang menghargainya. Maka, mungkin kalaupun jadi presiden saya gak akan lama, karena mereka akan salah memahami langakah saya.”

Seakan mengerti raut wajah bingung para kiai yang menyimak, Gus Dur pun kembali selorohkan pemikirannya. “Jelasnya begini, tak kasih gambaran,” kata Gus Dur menegaskan setelah melihat semua hadirin tidak mudeng dan agak bingung dengan tamsil Gus Dur.

“Begini, suara langit mengatakan bahwa sebuah rumah akan terbakar. Ada dua pilihan, kalau mau jadi pahlawan maka biarkan rumah ini terbakar dulu lalu datang membawa pemadam. Maka semua orang akan menganggap kita pahlawan. Tapi sayang sudah terlanjur gosong dan mungkin banyak yang mati, juga rumahnya sudah jadi jelek. Kita jadi pahlawan pemyelamat yang dielu-elukan.”

Kemudian lanjutnya: “Kedua, preventif. Suara langit sama, rumah itu mau terbakar. Penyebabnya tentu saja api. Ndilalah jam sekian akan ada orang naruh jerigen bensin di sebuah tempat. Ndilalah angin membawa sampah dan ranggas ke tempat itu. Ndilallah pada jam tertentu akan ada orang lewat situ. Ndilalah dia rokoknya habis pas dekat rumah itu. Ndilalalah dia tangan kanannya yang lega. Terus membuang puntung rokok ke arah kanan dimana ada tumpukan sampah kering.”

Lalu ia sedikit memajukan duduknya, sambil menukas: “Lalu ceritanya kalau dirangkai jadi begini; ada orang lewat dekat rumah, lalu membuang puntung rokok, puntung rokok kena angin sehingga menyalakan sampah kering, api di sampah kering membesar lalu menyambar jerigen bensin yang baru tadi ditaruh di situ dan terbakarlah rumah itu.”

“Suara langit ini hampir bisa dibilang pasti, tapi semua ada sebab-musabab. Kalau sebab di cegah maka musabab tidak akan terjadi. Kalau seseorang melihat rumah terbakar lalu ambil ember dan air lalu disiram sehingga tidak meluas maka dia akan jadi pahlawan. Tapi kalau seorang yang waskito, yang tahu akan sebab-musabab, dia akan menghadang orang yang mau menaruh jerigen bensin, atau menghadang orang yang merokok agar tidak lewat situ, atau gak buang puntung rokok di situ sehingga sababun kebakaran tidak terjadi.”

Sejenak semua jamaah mangguk-mangguk. Kemudian Gus Dur melanjutkan: “Tapi nanti yang terjadi adalah, orang yang membawa jerigen akan marah ketika kita cegah dia naruh jerigen bensin di situ: “Apa urusan kamu, ini rumahku, bebas dong aku naruh di mana?” Pasti itu yang akan dikatakan orang itu.”

“Lalu misal ia memilih menghadang orang yang mau buang puntung rokok agar gak usah lewat situ, Kita bilang: “Mas, tolong jangan lewat sini dan jangan merokok. Karena nanti Panjenengan akan menjadi penyebab kebakaran rumah itu.” Apa kata dia: “Dasar orang gila, apa hubungannya aku merokok dengan rumah terbakar? Lagian mana rumah terbakar?! Ada-ada saja orang gila ini. Minggir! saya mau lewat.”

Kini makin jelas arah pembicaraannya dan semua yang hadir makin khusyuk menyimak. “Nah, ini peran yang harus diambil NU saat ini. Suara langit sudah jelas, Negeri ini atau rumah ini akan terbakar dan harus dicegah penyebabnya. Tapi resikonya kita tidak akan popular, tapi rumah itu selamat. Tak ada selain NU yang berpikir ke sana. Mereka lebih memilih: “Biar saja rumah terbakar asal aku jadi penguasanya, biar rumah besar itu tinggal sedikit asal nanti aku jadi pahlawan maka masyarakat akan memilihku jadi presiden.”

“Poro Kiai ingkang kinormatan.” kata Gus Dur kemudian. “Kita yang akan jadi presiden, itu kata suara langit. Kita gak usah mikir bagaimana caranya. Percaya saja, titik. Dan tugas kita adalah mencegah orang buang puntung rokok dan mencegah orang yang kan menaruh bensin. Padahal itu banyak sekali dan ada di banyak negara. Dan pekerjaan itu secara dzahir sangat tidak popular, seperti ndingini kerso. Tapi harus kita ambil. Waktu yang singkat dalam masa itu nanti, kita gak akan ngurusi dalam Negeri.”

“Kita harus memutus mata rantai pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka di Swiss, kita harus temui Hasan Tiro. Tak cukup Hasan Tiro, presiden dan pimpinan-pimpinan negara yang simpati padanya harus didekati. Butuh waktu lama,” lanjut Gus Dur.

“Belum lagi separatis RMS (Republik Maluku Sarani) yang bermarkas di Belanda, harus ada loby ke negara itu agar tak mendukung RMS. Juga negara lain yang punya kepentingan di Maluku,” kata Gus Dur kemudian.

“Juga separatis Irian Barat Papua Merdeka, yang saya tahu binaan Amerika. Saya tahu anggota senat yang jadi penyokong Papua Merdeka, mereka membiayai gerakan separatis itu. Asal tahu saja, yang menyerang warga Amerika dan Australia di sana adalah desain mereka sendiri.”

Kemudian Gus Dur menarik nafas berat, sebelum melanjutkan perkataan berikutnya. “Ini yang paling sulit, karena pusatnya di Israel. Maka, selain Amerika saya harus masuk Israel juga. Padahal waktu saya sangat singkat. Jadi mohon para kiai dan santri banyak istighatsah nanti agar tugas kita ini bisa tercapai. Jangan tangisi apapun yang terjadi nanti, karena kita memilih jadi pencegah yang tidak populer. Yang dalam Negeri akan diantemi sana-sini.”

Sekonyong beliau berdiri, lalu menegaskan perkataan terakhirnya: “NKRI bagi NU adalah Harga Mati!”

“Saya harus pamit karena saya ditunggu pertemuan dengan para pendeta di Jakarta, untuk membicarakan masa depan negara ini. Wasalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh...” tutup Gus Dur.

Tanpa memperpanjang dialog, Gus Dur langsung pamit. Kita bubar dengan benak yang campur-aduk, antara percaya dan tidak percaya dengan visi Gus Dur. Antara realitas dan idealitas, bahwa Gus Dur dengan sangat tegas di hadapan banyak kiai bahwa dialah yang akan jadi presiden. Terngiang-ngiang di telinga kami dengan seribu tanda tanya.

Menghitung peta politik, rasanya gak mungkin. Yang terkuat saat itu adalah PDIP yang punya calon mencorong Megawati putri presiden pertama RI yang menemukan momentnya. Kedua, masih ada Partai Golkar yang juga Akbar Tanjung siap jadi presiden. Di kelompok Islam modern ada Amien Rais yang juga layak jadi presiden, dan dia dianggap sebagian orang sebagai pelopor Reformasi.

Maka kami hanya berpikir bahwa, rasional gak rasional, percoyo gak percoyo ya percoyo aja apa yang disampaikan Gus Dur tadi. Juga tentang tamsil rumah tebakar tadi. Sebagian besar hadirin agak bingung walau mantuk-mantuk karena gak melihat korelasinya NU dengan jaringan luar negeri.

Sekitar 3 bulan kemudian, Subhanallah… safari ke luar ternyata Gus Dur benar-benar jadi Presiden. Dan Gus Dur juga benar-benar bersafari ke luar negeri seakan maniak plesiran. Semua negara yang disebutkan di PCNU Wonosobo itu benar-benar dikunjungi. Dan reaksi dalam negeri juga persis dugaan Gus Dur saat itu bahwa Gus Dur dianggap foya-foya, menghamburkan duit negara untuk plesiran. Yang dalam jangka waktu beberapa bulan sampai 170 kali lawatan. Luar biasa dengan fisik yang (maaf) begitu, demi untuk sebuah keutuhan NKRI.

Pernah suatu ketika Gus Dur lawatan ke Paris (kalau kami tahu maksudnya kenapa ke Paris). Dalam negeri, para pengamat politik dan politikus mengatakan kalau Gus Dur memakai aji mumpung. Mumpung jadi presiden pelesiran menikmati tempat-tempat indah dunia dengan fasilitas negara.

Apa jawab Gus Dur: “Biar saja, wong namanya wong ora mudeng atau ora seneng. Bagaimana bisa dibilang plesiran wong di Paris dan di Jakarta sama saja, gelap gak lihat apa-apa, koq dibilang plesiran. Biar saja, gitu aja koq repot!”

Masih sangat teringat bahwa pengamat politik yang paling miring mengomentrai lawatan Gus Dur sampai masa Gus Dur lengser adalah Alfian Andi Malarangeng, mantan Menpora. Tentu warga NU gak akan lupa sakit hatinya mendengar ulasan dia. Sekarang terimalah balasan dari Tuhan.

Satu-satunya pengamat politik yang fair melihat sikap Gus Dur, ini sekaligus sebagai apresiasi kami warga NU, adalah Hermawan Sulistyo, atau sering dipanggil Mas Kiki. terimakasih Mas Kiki.

Kembali ke topik. Ternyata orang yang paling mengenal sepak terjang Gus Dur adalah justru dari luar Islam sendiri. Kristen, Tionghoa, Hindu, Budha dll. mereka tahu apa yang akan dilakukan Gus Dur untuk NKRI ini. Negeri ini tetap utuh minus Timor Timur karena jasa Gus Dur. Beliau tanpa memikirkan kesehatan diri, tanpa memikirkan popularitas, berkejaran dengan sang waktu untuk mencegah kebakaran rumah besar Indonesia.

Dengan resiko dimusuhi dalam negeri, dihujat oleh separatis Islam dan golongan Islam lainnya, Gus Dur tidak perduli apapun demi NKRI tetap utuh. Diturunkan dari kursi presiden juga gak masalah bagi beliau walau dengan tuduhan yang dibuat-buat. Silakan dikroscek data ini. Lihat kembali keadaan beberapa tahun silam era reformasi baru berjalan, beliau sama sekali gak butuh gelar “Pahlawan"

Sumber : via fanpage facebook - Galeri Foto dan Kisah Teladan Ulama'

Rabu, 20 Desember 2017

Terungkap Masa Muda Jokowi saat Jadi Mahasiswa, Sering Habiskan Malam Minggu di Merapi

Presiden Jokowi baru saja mengunjungi almamaternya di Fakultas Kehutanan UGM.

Kesempatan itu datang serangkaian acara mengisi kuliah umum di Rapat Terbuka UGM Dies Natalis ke-68, Selasa (19/12/2017).

Teman, sahabat, termasuk dosen pun buka bukaan soal Jokowi muda, ya ketika Joko Widodo masih jadi mahasiswa.

Bambang Supriambodo, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM mengatakan bahwa pada masa kuliah, Jokowi tidak pernah mempunyai pacar alias jomblo.

"Dia (Jokowi) jomblo, jadi sering naik Gunung Merapi setiap malam minggu," kata Bambang, Selasa (19/12/2017).

Bambang juga menuturkan tidak hanya Jokowi saja yang menjomblo, tetapi mayoritas mahasiswa seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM juga jomblo.

"Sering naik gunung, Merapi hiburan malam minggu, karena dia (Jokowi) Jomblo, Kehutanan UGM dulu kan ceweknya delapan, cowoknya 80. Jadi tidak ada yang naksir sama teman seangkatan," tuturnya.

Bambang menerangkan bahwa Fakultas Kehutanan UGM dulu terkenal jago olahraga, sedangkan urusan percintaan dikesampingkan oleh mereka.

Menurut Bambang, selama berteman saat kuliah dulu, Jokowi merupakan sosok yang sederhana dan energik.

"Sederhana banget tapi gaul. Karena dia hobi musik keras dan suka main gitar. Itu mencerminkan dia energik sekali, waktu naik Gunung Kerinci, dia paling duluan sampai ke atas," ungkapnya.

Bambang juga memiliki kesan tersendiri perihal kawannya itu yang saat ini sudah menjadi Presiden Republik Indonesia.

"Saya terkesan sekali, dia benar-benar peduli terhadap lingkungan. Waktu mendaki itu bawa supermi (makanan favorit), teman-teman dimarahi buang bungkus supermi, akhirnya dikantongi sama dia," ceritanya.

Selain itu Jokowi juga enggan membawa turun Bunga Edelweis, yang saat itu menjadi tren kalau bukti naik gunung yaitu membawa pulang bunga edelweis.

agi Jokowi tidak setuju kalau bunga edelweis dipetik, kita nikmati saja, kalau kita sudah bawa turun, kita hanya menjadikan dia sampah padahal dia indah," kata Bambang menceritakan apa yang Jokowi ucapkan.

Sejak dulu, Jokowi terkenal ngemong (mengasuh) kepada sesama teman seangkatannya.

"Jokowi ngemong orangnya, sesama teman itu ngemong. Kepada sesama teman, dia tidak pernah merasa yang paling hebat, selalu dia menjadi pendengar yang baik," ujar Bambang.

"Tapi kalau sudah ngomong, teman-teman bilang, jok, kamu itu kayak orangtua saja. Setelah kita tahu ternyata dia anak pertama, adiknya perempuan semua. Jadi secara tidak langsung, dia harus menjadi contoh di dalam keluarga itu," pungkas Bambang. 

Sumber : http://wow.tribunnews.com/2017/12/20/terungkap-masa-muda-jokowi-saat-jadi-mahasiswa-sering-habiskan-malam-minggu-di-merapi?

Senin, 18 Desember 2017

Kompetisi Diba' Pelajar NU Sidoarjo

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo gelar lomba diba’ se-Kecamatan Sidoarjo tingkat umum. Dengan mengusung tema "Menjalin Ukhuwah Menebar Berkah" yang merupakan bagian dari kegiatan Departemen Dakwah dan Pendidikan. Lomba yang dikuti oleh ranting dan komisariat di Kecamatan Sidoarjo dinilai oleh 2 juri yang bersal dari Pengurus Harian IPPNU Kecamatan Sidoarjo Miftakhul Ulla sebagai juri Irama dan Vocal, sedangkan untuk juri Adab Rahmat Asmayadi Ketua IPNU Sidoarjo periode 2012-2014. Hasil juri pun langsung dikumpulkan ke panitia dan ditentukan juaranya, sesuai ketentuan panitia penyelenggara, dari semua peserta lomba akan diambil 3 pemenang. Adapun para juara lomba diba’ yang diikuti oleh masing-masing perwakilan PAC, PK (Pengurus Komisariat), PR (Pengurus Ranting), PKPT (Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi), TPQ (Taman Pendidikan Al – Quran) se-Kecamatan Sidoarjo ini sebagai berikut. • Juara I : PK IPPNU SMK Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo • Juara II : PR IPNU Suko - Sidoarjo • Juara III : PK IPPNU SMK Plus NU Sidoarjo Dalam sambutannya Diana Hayati, Ketua panitia lomba mengungkapkan kegiatan tersebut selain untuk melestarikan kesenian musik shalawat di kalangan pemuda, juga guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Dengan adanya lomba ini, kami ingin membudayakan kembali rasa gemar membaca sholawat Nabi Muhammad SAW di kalangan pelajar,” jelasnya, Ahad (17/12) Upaya untuk menanamkan budaya keislaman itu, imbuh dia, memang perlu ditanamkan sejak dini dengan beragam pola, agar keimanan dan ketakwaan seseorang tak gampang dipengaruhi oleh perkembangan paham yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. “Prestasi sebenarnya bukan segalanya, tetapi lebih pada pembelajaran dan pembentukan karakter anak sejak dini yang bernafaskan Islam. Dimana generasi muda yang gemar membaca sholawat Nabi Muhammad SAW,” imbuh Diana. Lebih jauh Ketua PAC IPNU Sidoarjo M. Chusein Al-Ghozi berharap ajang lomba ini juga hendaknya bisa dijadikan momentum shilaturrahim antar sesama. “Kami berharap dengan terlaksananya lomba diba’ tidak menjadikan ajang permusuhan antara peserta satu dengan yang lainya,” harap dia. Kegiatan yang digelar di Masjid Agung Sidoarjo, Ahad (17/12/2017) itu mendapat dukungan positif dari warga nahdliyin setempat juga masyarakat di lingkungan sekitar. Tampak hadir pada kesempatan itu Mewakili Pemerintahan Kecamatan Sidoarjo Kepala Kesra Endah Tri Rahmawati, berbagai jajaran pengurus badan otonom (Banom) NU Sidoarjo, serta para undangan lainnya. Endah Tri saat memberikan sambutannya mengapresiasi terhadap kreatifitas dan semangat pelajar untuk menjembatani pemuda Sidoarjo dalam mempertahankan budaya-budaya NU. “Kami sangat mengapresiasi baik akan terlaksananya kegiatan lomba diba’ se-Kecamatan Sidoarjo oleh PAC IPNU-IPPNU Sidoarjo Kota ini,” ujarnya.

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...