Minggu, 28 Mei 2017

Haul Mbah Muchdor, Hadirkan Dua Penceramah

Sidoarjo. Warga Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (11/5), menggelar Haul Mbah Muchdor dan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. Acara yang dipusatkan di halaman Musholla Mbah Muchdor ini dimaksudkan untuk menghormati leluhur, serta wujud persatuan antarwarga Lebo.


Dalam peringatan Isra Mi'raj yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatan Hari Besar Islam Desa Lebo, serta diisi Pengajian Umum oleh KH. Samsul Abadi sebagai penceramah dan dimeriahkan oleh tim Paduan Suara (padus) dari PAC Ansor Sidoarjo.

Dalam sambutan Kepala Desa Lebo, Puji Hartono menyampaikan bahwa diselenggarakannya pengajian tersebut, sebagai moment untuk meningkatkan kualitas keimanan kita dan mengingatkan kembali pada kita bahwa dalam sejarah perjalanan baginda Nabi besar Muhammad SAW dalam Isra wal Mi'raj.

"Bahkan acara pengajian ini akan terus digelar tiap tahunnya," ujar kepala Desa Lebo.

Pada kesempatan itu, Kyai Samsul Abadi sebagai penceramah tidak panjang lebar membahas soal Isra Mi'raj, karena beliau beranggapan sudah sering dibahas soal Isra dan Mi'raj, jadi pasti semua jama'ah sudah pada hapal, pungkasnya. Tetapi beliau ceramah tentang pentingnya bersholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad saw agar kelak dapat syafaatnya di yaumil akhir, pesan pesan yang disampaikannya tersebut sangat kental dengan sikap ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Dirinya menekankan bahwa manusia dituntut untuk selalu berbuat kebaikan, dengan tujuan, tambah KH. Samsul Abadi, agar manusia mendapat kecintaan dari Allah SWT. Mengingat begitu pentingnya,  Pesan pesan kebaikan tersebut selalu diulang ulangi dirinya dalam ceramahnya.


Selain KH. Samsul Abadi, pengajian tersebut juga menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Lebo - Sidoarjo Romo KH. Ali Mashuri (Gus Ali).

KH. Ali Mashuri dalam ceramahnya juga menegaskan, umat islam harus cinta damai sebagaimana yang diajarkan hadrotus syekh KH. Hasyim Asyari yang mengatakan, “cinta tanah air sebagian dari iman”.  Menurut beliau, bersedekah adalah alat untuk merekatkan umat. “Sedekah tak harus dengan materi, tapi bisa berupa kebaikan yang dilakukan meski seuntai senyuman,” akunya.

Beliau berpesan pada jamaah ajar selalu berfikir positif untuk menggapai sebuah kesuksesan, dan huznud dzon (berbaik sangka pada Allah). Gus Ali mengatakan sebuah bangsa bisa diukur kemajuannya dengan kualitas pendidikan, minat baca, jumlah toko buku dan jumlah perpustakaan yang ada. “iqro’ (surat al-‘alaq 1-5, red) adalah ayat tentang revolusi pendidikan,” pungkasnya.

Acara yang dihelat dari pukul 20:00 WIB hingga pukul 23:15 tersebut berjalan sukses, selain menghadirkan dua penceramah, pengajian umum tersebut juga dimeriahkan oleh grup Rebana dari Santri Bumi Shalawat - Kec. Sidoarjo.

Turut hadir dalam acara tersebut kepala Desa Lebo, ketua PAC Ansor, Satkoryon Banser dan jajaran anak cabang Sidoarjo Kota, serta tokoh masyatakat dan warga Desa Lebo.

Dirikan Posko Ramadhan, PAC Ansor Sidoarjo audiensi dengan Forkopimka

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, melakukan audiensi dengan forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimka), di aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (10/5).

Audiensi ini, dalam rangka membahas beberapa hal penting. Salah satunya tentang kedaulatan NKRI. Selain itu, audiensi ini membahas pendirian posko Ramadhan yang sebentar lagi disongsong.

Dalam audiensi ini, Ansor Sidoarjo Mendatangi camat, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Sidoarjo. Ansor mengajak Forkopimka untuk bekerjasama memperkokoh kedaulatan NKRI dengan ideologikal pancasila, sekaligus membahas agenda tahunan yakni dengan mendirikan posko Ramadhan.

"Sebagaimana pada tahun sebelumnya PAC Sidoarjo Kota (SIKOT) telah mendirikan posko di Pertigaan Jl. Embong Malang, Cemengkalang Sidoarjo. Sebagai wujud kepedulian organisasi kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan," kata ketua PAC GP Ansor Sidoarjo, Yusak Arifin.

Sementara itu Camat Sidoarjo, Imam Pambudi menyambut baik audiensi tersebut. Imam mengatakan, forum komunikasi Ormas Kepemudaan dan Forkopimka seperti ini dapat mensinergikan program-program keduanya untuk menjadikan Sikot lebih maju.

Camat Sidoarjo berharap, program-programnya bisa bersinergi baik dengan Ansor maupun masyarakat sidoarjo. "Program kami harus menyentuh dengan pemuda dan masyarakat," ucap Camat Sidoarjo kepada Ansor. 

Menanggapi adanya isu Radikalisme, kapolsek Sidoarjo Kota, Rocsulullah menyampaikan akan ada koordinasi agar bisa sejalan antara Ansor dan Polsek. Ia pun tidak sepakat dengan kelompok radikal dan khilafah, karena gerakannya dirasa menganggu keamanan di masyarakat.

"Saya juga berterima kasih kepada Nahdlatul Ulama (NU) Sidoarjo yang telah ikut aksi dalam pembubaran ormas pengusung khilafah "Hizbut Tahrir Indonesia" (HTI) yang terjadi di Sidoarjo," ujar kapolsek Sidoarjo.

Selaras dengan hal tersebut, audiensi ke markas Danramil Sidoarjo, PAC GP. Ansor Sikot satu visi dengan Danramil. Kapten Agus Fachrudin menjelaskan bahwa Ansor memang dilahirkan untuk menjaga NKRI.

“Ansor dan Banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sama dengan kami,” kata Danramil Sidoarjo, di markas komandan pada Rabu siang.

Penulis : RMT

Ramadhan Tentram, PAC Sidoarjo Kota Resmikan Posko Ramadhan

Sidoarjo. Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sidoarjo mendirikan Posko untuk membantu kepolisian menciptakan ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan. Pada Sabtu (27/5/2017) menjelang buka puasa bersama di Pertigaan Embong-malang, Cemengkalang Sidoarjo.

Turut hadir dalam acara pembukaan sekaligus peresmian posko Ramadhan, Kepala Desa Suko, Kepala Desa Cemengkalang, Kepala Desa Rangkah Kidul, Forkopimka, Organisasi Kepemudaan Karang  Taruna serta Banom NU, IPNU, Fatayat, Muslimat dan MWC NU Kecamatan Sidoarjo.

Dalam sambutannya Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin, memberikan apresiasi kepada kader ansor sidoarjo kota sebagai respon positif atas pendirian posko ramadhan tahun ini, yang memang digelar selama satu bulan penuh".


Dengan berdirinya posko ini merupakan ajang untuk meneruskan tradisi warga nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama-NU, red). Di sisi lain, berdirinya posko tidak hanya sekedar seremonial. Namun ini juga, untuk mendekatkan kader Banser dan Ansor kepada masyarakat,” papar Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Sabtu (27/5).

Lelaki yang akrab disapa Reza itu menjelaskan, pendirian posko ramadhan akan menjadi gerakan serentak di wilayah kecamatan se-kabupaten sidoarjo, setelah aksi Bersih-Bersih Masjid menjelang bulan ramadhan, dan pada malam ini pembukaan posko diawali Ansor Kecamatan Sidoarjo Kota, berlanjut ke Kecamatan Wonoayu, Tulangan, Gedangan, dan Kecamatan lainnya.

Bahkan menindaklanjuti adanya isu nasional (isu SARA) yang membabibuta, saling fitnah satu sama lain, hingga adu domba. Maka sebagai wujud cinta terhadap NKRI, kita harus bersatu untuk melawan. Disamping sebutan Posko Ramadhan, ini merupakan posko NKRI. Kami juga berharap, dengan adanya posko ramadhan ini ikut menciptakan suasana kondusif agar warga khusuk beribadah,” pungkasnya.

Selaras dengan ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Yusak Arifin menuturkan "Alasan posko didirikan di perempatan atau pertigaan jalan, karena dianggap rawan kejahatan," cetus Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo, ketika jumpa pers di Jl. Raya Cemengkalang. Sabtu (27/5/2017) malam.

Posko ini bakal ada hingga menjelang malam Lebaran nanti. Masih kata Yusak, Posko Ramadan ini salah satu kegiatan rutin yang digelar setiap tahun, saat bulan ramadan. Tujuan didirikannya posko, diantaranya untuk ikut membantu keamanan menciptakan rasa nyaman selama ramadan. "Sehingga warga bisa tenang menjalankan ibadah selama ramadan," jlentreh Cak Yusak, panggilan karib M. Yusak Arifin.

Sementara itu, dalam sambutan camat Sidoarjo Agus Maulidy menjelaskan dengan adanya posko ramadhan ini, juga mengucapkan terima kasih kepada Ansor dan Banser yang ikut peduli terhadap keamanan masyarakat. Bahwa “ansor dan banser memang dilahirkan untuk menjaga NKRI, sebagai jargon NKRI harga mati,” pungkas Agus.

Rabu, 24 Mei 2017

Cerdas Membaca Realitas tema Haul dan Harlah Bumi Shalawat 2017

Sidoarjo. Dengan bertemakan “Cerdas Membaca Realitas”, Senin (22/05/17) tepatnya di kawasan Pesantren Progresif Bumi Shalawat gerlap acara haul dan harlah berlangsung. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara tahunan ini juga turut mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir As-Segaf dan para Ahbabul Mustofa.

Acara mulai berlangsung pukul 19.30 WIB namun bumi progresif telah penuh dengan hadirin pada sore hari. Acara ini dihadiri oleh warga Progresif, penduduk sekitar, dan juga para Syekhermania dari berbagai daerah. Bersamaan dengan suasana yang cerah, para hadirin yang datang berhamburantak untuk menyemarakkan haul dan harlah. Pembukaan acara dibuka dengan pembacaan surah Yasin kemudian disambung oleh MC.

Setelah pembacaan Yasin, selang beberapa menit Habib Syech datang bersama dengan rombongan. Kemeriahan acara semakin terasa ketika para hadirin turut bersholawat bersama dengan Habib Syech dan para Ahbabul Mustofa.

Setelah pembacaan shalawat oleh Habib Syech, disediakan waktu oleh beberama tamu undangan untuk memberikan sambutan diantaranya ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar.

Cak Imin, dalam sambutannya menuturkan "Seharusnya acara ini harus di publikasihkan di televisi nasional, dan berterima kasih kepda habib syech dapat mengarahkan pemuda untuk cinta rasul, yang merupakan Amanat diniyah dan Warhoniyah. Dengan penanaman shalawat dan cinta tanah air terhadap Indonesia, maka demikian Indonesia tidak dapat di adu domba dan tetap bersatu dalam Nahdlatul Ulama.

Mewakili atas nama santri Bumi Shalawat Muhammad Nuh, menjelaskan, "mengapa acara haul dan harlah jadi satu, padahal haul urusan dengan kesedihan dan harlah mengenai kebahagian. Jawabannya adalah karena kehidupan juga menyangkut kelahiran dan kematian". Karena temanya cerdas membaca realitas. Oleh karena itu santri diharuskan dapat meneruskan risalah nabi muhammad".

Sambutan Kapolda jatim, Machfud Arifin", menuturkan agar masa dari syekermania nantinya dapat diarahkan diacara polda jatim, juga berterima kasih kepada hadirin. Karena kekuatan kapolda bukan dari senjata namun dari ribuan santri yang hadir. Masyarakat juga diharapkan untuk ambil anil dalam menumpas narkoba. Karena narkoba tidak mencerminkan indonesia hebat.

Tidak ketinggalan Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul, "Dibandingkan dengan tahun lalu peserta yang hadir 75.000 dan 2.000 diluar. Gus ipul juga Berkeinginan untuk menjadikan jatim "adem" arti dari misi adem yakni Aman damai dan ekominya meningkat. Wagub Jatim juga berterima kasih kepada yang telah memberikan syi'ar termasuk pendidikan akhlak. Empat elemen penting;
Ulama', umarok, orang-orang kaya yang dermawan, saudara yang tidak hadir disini dan yang hadir disini itulah 4 elemen yang dapat mempersatukan ukhuwah ala Rasulullah.

Mantan Gubernur Jawa Timur H. Imam Utomo mnuturkan "agar menjaga kesatuan NKRI karena pada akhir-akhir ini Indonesia khususnya Jatim ada sedikit gangguan".

Sementara itu, dalam tausiyahnya pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat KH. Agus Ali Masyhuri mengatakan, tema Harlah adalah Cerdas Membaca Realitas. Tema tersebut memiliki arti bahwa santri dan ummat harus cerdas membagi waktu efektif dan efisien waktu yang dimiliki untuk meraih sukses dalam kehidupannya.  

“Mana waktu yang dipakai untuk bekerja, beribadah, bersantai dan beristirahat. Kit““a butuh keseimbangan. Banyak orang sukses memimpin perusahaan dan organisasi tapi gagal membimbing keluarga, karena tidak bisa membagi waktu secara efektif dan efisien,” imbuhnya. 

Manusia harus mempunyai komitmen untuk menjadi sukses dengan cara kerja keras dan cerdas. “Jika kalian ingin sukses jangan menunggu keajaiban semata, tapi dibutuhkan kerja keras dan cerdas,” uajarnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut, sekjen PBNU, Forkopimka Sidoarjo, bupati Banyuwangi, bupati Sidoarjo, serta ribuan santri.

Hadrah Al-Banjari Tanda Cinta Rasul

Sidoarjo – Hadrah Albanjari “Al-Qurtubi” tampil dalam memeriahkan Dzikir dan Do’a Bersama dalam rangka Haul Dusun Sarirogo - Kecamatan Sidoarjo pada hari Minggu (21/5). Hadrah Albanjari yang tampil adalah 10 Personil dan satu guru pembina. Tim Hadrah Albanjari ini sudah datang di lokasi pada pukul 07.30 dan melakukan berbagai persiapan. Sekitar pukul 08.00 mereka melakukan kegiatan pembuka ramah-tamah sambil melantuntan shalawat dengan iringan alat musik rebana. Tampak bersama mereka adalah para jamaah yang hadir dan jajaran panitia. Disamping, Hadrah Albanjari tampil untuk membuka kegiatan, turut mengisi susunan acara yakni pembacaan Mahalul-Qiyam. Ari Isnawan pembina Hadrah Albanjari menyampaikan bahwa kegiatan ini juga ditujukan untuk syiar Al-Qur’an dan mengembangkan minat dan bakat remaja di bidang olah vokal syair pujian kasidah islamiyah dan rebana Albanjari. Hadrah Albanjari adalah salah satu kegiatan keagamaan yang ada di Desa Sarirogo. Selain latihan rutin yang dilakukan setiap minggu, Hadrah Albanjari juga sudah sering tampil mengisi berbagai acara baik di lingkup desa maupun di luar desa. Acara yang sering menampilkan Hadrah Albanjari misalnya Walimah Khitan, Resepsi pernikahan, hingga pawai muharam. M. Ulul Khilmi salah satu anggota Hadrah Albanjari menyatakan bahwa mengikuti kegiatan ini sangat menyenangkan. Selain bisa menambah banyak teman juga menambah pengalaman dengan tampil di berbagai acara dan berbagai tempat. Isnawan juga berharap adanya kegiatan Hadrah Albanjari bisa menumbuhkan kecintaan para remaja pada Allah dan Rasulnya serta menumbuhkan karakter positif. Adanya Hadrah Albanjari juga bertujuan agar para remaja desa lebih mencintai kesenian yang islami daripada kesenian barat yang belum tentu sesuai dengan budaya Indonesia. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Tanfidziyah MWC NU Sidoarjo periode 2012-2016, ketua Ansor Ranting Sarirogo, Banser, IPNU-IPPNU, remaja karang taruna serta Tokoh dan warga masyarakat setempat. Jumlah undangan yang hadir kurang lebih 60 orang. Acara berlangsung penuh Hikmat.

Rabu, 17 Mei 2017

PAC Ansor Sidoarjo Kota Audiensi Dengan Dinas Pendidikan Sidoarjo

GP Ansor Sidoarjo Adakan Pondok Aswaja, Antisipasi Gerakan Radikal di Sekolah

Menindaklanjuti hasil temuannya mengenai penyebaran paham radikal di beberapa sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, PAC GP Ansor Sidoarjo bertandang ke Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo untuk berdiskusi mencari solusi dan pencegahannya.

Pertemuan ini berlangsung di ruang kerja Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/5) siang. Rombongan, GP Ansor Kecamatan Sidoarjo dipimpin langsung ketuanya, Yusak Arifin dan ditemani pengurus harian bersama Sekretaris Dinas Tirto Adi membicarakan isu-isu radikalisme yang sudah masuk ke sekolah-sekolah.

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Yusak Arifin mengatakan, pihaknya akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah guna mengenalkan konsep kebangsaan dan bela negara terutama tentang ke-aswaja-an yang korelasinya dengan agama. “Bulan puasa nanti kita akan adakan pondok aswaja setiap hari di sekolah-sekolah,” katanya.

Kemudian dia pun menganjurkan Dinas Pendidikan untuk berkenan menjembatani dan memberikan fasilitas, mana saja sekolah yang dijadikan objek pengajaran materi ahlussunah waljamaah (aswaja). Kemudian pengajaran ini tidak berhenti pada pembelajaran yang bersifat muatan lokal. Tapi, harapan kedepan nanti materi aswaja dapat dijadikan sebagai kurikulum belajar.

Pria yang biasa disapa Yusak ini membeberkan, pemahaman yang masuk ke anak didik tentang radikalisme salah satunya berasal dari sekolah. Tapi, dari luar sekolah yang dibawa salah seorang siswa yang sudah terkontaminasi paham radikal. “Si anak ini di luar jam sekolah mengikuti aktivitas kegiatan organisasi yang secara akidah menjurus pada radikalisme. Kemudian, dia bawa ke sekolah dan sekolah dijadikan media untuk menyebarluaskan paham itu kepada teman-temannya,” bebernya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi menyambut baik ajakan PAC GP Ansor Kecamatan Sidoarjo dalam menghalau paham radikal masuk ke sekolah. “Kerja sama ini jangan hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, terlebih pada awal masuk tahun ajaran baru (MOS). Ini sebagai bentuk tindakan preventif kita,” ucapnya.

Selain pondok aswaja, nanti akan digalakkan budaya baca tulis khususnya bidang literasi. “Insya Allah, GP Ansor akan menolong anak-anak kita untuk tidak terjerumus pada jalur-jalur yang tidak benar,” ujar Tirto yang juga menjabat Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Sidoarjo.

Terkait pengawasan, Tirto mengklaim sudah menginstruksikan para pengawas sekolah agar bekerja secara optimal dan maksimal. Setiap minggu, pengawas itu keliling ke sekolah-sekolah. “Makanya, saya tekankan mereka agar mengawas hanya sebatas akademik, tapi secara menyeluruh,” pungkasnya. 

Sabtu, 13 Mei 2017

Ruwah dan Haul Desa, warga Sarirogo Gelar Istighasah Bersama

Sidoarjo – Warga Desa Sarirogo, Kacamatan Sidoarjo, Sabtu (13/05/17) menggelar kegiatan Haul Sesepuh Desa Sarirogo dengan membaca Istighosah dan Dzikir Bersama. Acara yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kantor Desa Sarirogo sebagai perwujudan menghormati para leluhur yang telah mendahului. Selain itu juga sebagai wujud persatuan, kesatuan antar warga masyarakat Desa Sarirogo.

Ustad Khoirum, selaku Panitia Haul, dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan Haul atau Ruwah Desa biasa diadakan tiap tahun, “Menjelang Bulan Ramadhan, Kami selaku panitia acara mengucapkan, alhamdulillah dengan kekompakan warga, sampai sekarang kegiatan Haul dapat berjalan, kami mewakili panitia merasa bersyukur sampai acara tersebut berjalan dengan baik,” Katanya.

Di dampingi sejumlah Perangkat Desa, Abdul Haris selaku Plh. Kepala Desa Sarirogo menambahkan, agar warganya selalu kompak terjalin rasa persatuan dan kebersamaannya dengan sebaik-baiknya, “Alhamdulillah, adanya Haul Sesepuh Desa ini menambah barokah pada warga Desa. Terutama dalam hal persatuan dan kesatuan. Kita semua berdo’a agar persatuan dan kebersamaan tetap terjalin baik,” Imbuhnya.

Sementara itu, turut hadir Ari Isnawan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo Kota, menuturkan, haul sesepuh desa layak di uri-uri kelestariannya. Selain kita bisa mendo’akan orang tua yang telah dahulu tiada sekaligus rasa syukur. Bisa juga dijadikan wahana pemersatu dan kerukunan warga desa.

Semua warga berkumpul dan duduk bersama di ruang serbaguna sehingga kelihatan guyub rukun satu sama lain. Mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua semua hadir di Kantor Desa Sarirogo, “ Ya kami sangat setuju acara ini terus digelar, apalagi ditambah dengan acara Dzikir dan Istighasah sehingga acara tambah meriah, “ Tuturnya.

Lebih lanjut Haris menghimbau kepada warga dan anak-anak muda untuk menghindari kegiatan yang tidak bermanfaat dan menimbulkan permasalahan. “Semoga dengan adanya kegiatan Haul Sesepuh Desa ini kita semua mendapat syafaat dan barokah Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut pemuda Karang Taruna, Banom NU, IPNU-IPPNU, Ansor, Banser serta tokoh masyatakat dan warga Desa Sarirogo.

Minggu, 16 April 2017

Sejarah PMII

PMII Singkatan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Sebuah organisasi mahasiswa yang berfaliasi kepada perjuangan NU. Berdirinya PMII merupakan amanat dari Konperensi Besar IPNU di Kaliurang, Jogjakarta pada 14-17 Maret 1960. Konbes kala itu menetapkan untuk membentuk sebuah organisasi mahasiswa yang lepas dari IPNU, baik secara struktural organisasi maupun administratif. Dibentuknya panitia sponsor pendiri organisasi mahasiswa tersebut dengan tugas melaksanakan musyawarah mahasiswa nahdliyin se-Indonesia, dengan limit waktu satu bulan setelah keputusan itu. Dipilihlah 13 orang untuk menjadi perintis berdirinya organisasi baru tersebut. Diantaranya : Chalid Mawardi, Said Budairy, M. Sobich Ubaid, M. Makmun Syukri, Hilman, Ismail Makky, Moensif Nachrowi, Nuril Huda Suaidy, Laily Mansur, Abd Wahab Jailani, Hizbullah Huda, Chalid Narbuko dan Ahmad Husain. Setelah melaksanakan musyawarah mahasiswa nahdliyin se-Indoneaia di Gedung Madrasah Mualimin NU Wonokromo (sekarang TPPNU Khadijah) Surabaya, serta berbagai persiapan yang dinilai penting selama 14-16 April 1960, maka pada tanggal 17 April 1960, PMII dideklarasikan. Proses deklarasi dilakukan di Balai Pemuda dalam sebuah resepsi yang mendapatkan perhatian besar massa mahasiswa, organisasi ekstra dan intra kampus, serta dihadiri oleh wakil-wakil golongan politik. Musyawarah juga memutuskan pembentukan tiga orang formatur, yaitu Mahbub Djunaidi sebagai Ketua Umum, Chalid Mawardi sebagai Ketua Satu, dan Said Budairy sebagai Sekretaris Umum. Sejak kelahirannya, PMII bernaung dibawah payung Partai NU. Posisinya tidak jauh beda dengan Banom dan Lembaga lain yang sudah ada sebelumnya sebagai organisasi pengkaderan. Namun sejak 14 Juli 1972 sikap itu berubah. Melalui Musyawarah Besar II di Murnajati, Lawang, Malang, PMII secara struktural telah berpisah dengan NU. Sikap independen itu terus berlangsung hingga sekarang. Meski secara struktural PMII telah berpisah dengan NU, namun secara emosional hubungan itu tetap tak terpisahkan. Antara keduanya masih memiliki benang merah pemahaman ideologi, yaitu Ahlussunnah Waljamaah. Lambang PMII diciptakan oleh Said Budairy dan Mars dibuat oleh Mahbub Djunaidi. surveivor.blogspot.com

Senin, 10 April 2017

Kiai Mas Alwi, Pendiri Nahdlatul Ulama yang Terlupa

Saat merebak isu “Pembaharuan Islam”(Renaissance), Kiai Mas Mansur, adik sepupu Kiai Mas Alwi, mempelajarinya langsung pada Muhammad Abduh, rektor Universitas al-Azhar, Mesir. Maklum, Kiai Mas Mansur berasal dari keluarga yang mampu secara material, sehingga dapat mencari ilmu hingga ke Aleksandria (Mesir) sana. Kiai Mas Alwi yang bukan dari keluarga kaya pun, bertanya-tanya tentang apa yang sejatinya dicari Kiai Mas Mansur hingga ke negeri Mesir. Padahal Renaissance (pembaharuan) itu berasal dari Eropa. Maka ia pun berusaha mengetahui apa sebenarnya Renaissance itu ke Eropa, melalui Belanda dan Prancis-dengan menggabungkan diri dalam pelayaran. Pada masa itu, orang yang bekerja di pelayaran mendapat stigma buruk di masyarakat dan memalukan bagi keluarga. Sebab pada umumnya pekerja pelayaran selalu melakukan perjudian, zina, mabuk, dan tindak asusila lainnya. Sejak saat itulah keluarga Kiai Mas Alwi mengeluarkannya dari silsilah keluarga dan ‘diusir’ dari rumah. Setelah Kiai Mas Alwi berhasil mendapat jawaban dari kegelisahannya, ia pun kembali ke Hindia Belanda. Setiba di tanah air, ia langsung dikucilkan oleh para sahabat, rekan sejawat, dan para tetangga. Tak patah arang, Kiai Mas Alwi membuka warung kecil di Jalan Sasak, dekat wilayah Ampel, demi memenuhi hajat hidupnya. Mengetahui ia telah pulang dari perantauan, Kiai Ridlwan pun datang menyambang. “Kenapa sampean datang ke sini, Kang? Nanti sampean dicuci pakai debu sama para kiai lain, sebab warung saya ini sudah dianggap najis mughalladzah?” Kiai Ridlwan malah balik bertanya. “Dik Mas Alwi, sebenarnya apa yang sampean lakukan sampai pergi berlayar ke Eropa?” “Begini, Kang Ridlwan. Saya ingin memahami apa sih sebenarnya Renaissance itu? Lah, Dik Mansur mendatangi Mesir untuk mempelajari Renaissance itu salah, sebab tempatnya ada di Eropa. Coba sampean lihat nanti kalau Dik Mansur datang, dia pasti akan berkata begini, begini dan begini...” (maksudnya adalah kembali ke al-Quran-Hadits, tidak bermadzhab, tuduhan bid’ah dan sebagainya) “Renaisans di Mesir itu sudah tidak murni lagi, Kang Ridlwan, sudah dibawa makelar. Lha orang-orang itu mau melakukan pembaharuan apa dalam tubuh Islam? Agama Islam sudah sempurna. Tidak ada lagi yang harus diperbaharui. Al-Quran dengan jelas menyatakan": الْÙŠَÙˆْÙ…َ Ø£َÙƒْÙ…َÙ„ْتُ Ù„َÙƒُÙ…ْ دِينَÙƒُÙ…ْ ÙˆَØ£َتْÙ…َÙ…ْتُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ Ù†ِعْÙ…َتِÙŠ Ùˆَرَضِيتُ Ù„َÙƒُÙ…ُ الإِسْلاَÙ…َ دِيناً “… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. al-Maidah [5]: 3) Inti dari perjalanan Kiai Mas Alwi ke Eropa adalah, Renaisans yang ada dalam dunia Islam adalah upaya pecah belah yang dihembuskan dunia Barat, khususnya Belanda dan Prancis. Kiai Ridlwan kembali bertanya. "Dari mana sampean tahu?" “Karena saya berhasil masuk ke banyak perpustakaan di Belanda." “Bagaimana caranya sampean bisa masuk?” “Dengan menikahi perempuan Belanda yang sudah saya Islam-kan. Dialah yang mengantar saya ke banyak perpustakaan. Untungnya saya tidak punya anak dengannya." Setelah Kiai Mas Alwi membabarkan perjalanannya ke Eropa secara panjang lebar, maka Kiai Ridlwan berkata: “Begini, Dik Alwi, saya ingin menjadi pembeli terakhir di warung ini." “Ya jelas terakhir, Kang Ridlwan, karena ini sudah malam." “Bukan begitu. Sampean harus kembali lagi ke Nahdlatul Wathon. Sebab sudah tidak ada yang membantu saya sekarang. Kiai Wahab lebih aktif di Taswirul Afkar. Sampean harus membantu saya." Keesokan pagi, sebelum Kiai Ridlwan sampai di Nahdlatul Wathon, ternyata Kiai Mas Alwi sudah tiba lebih dulu. Kiai Ridlwan yang masih kaget pun berkata: “Kok sudah ada di sini?” “Ya, Kang Ridlwan, tadi malam ternyata warung saya laku dibeli orang. Uangnya bisa kita gunakan untuk sekolah ini." Kedua kiai muda tersebut kemudian kembali membesarkan nama sekolah Nahdlatul Wathon. Makam Kiai Mas Alwi Sampai saat ini, belum ditemukan pula data tentang kapan Kiai Mas Alwi wafat, yang jelas, makam beliau terletak di pemakaman umum Rangkah, yang sudah lama tak terawat--bahkan pernah berada dalam dapur pemukiman liar yang ada di tanah pekuburan umum. KH Asep Saefuddin, Ketua PCNU Surabaya, pernah mengerahkan Banser guna menertibkan rumahrumah yang merambah ke makam Kiai Mas Alwi. Maka sejak saat itu, makam beliau mulai dibangun dan diberi pagar. Kini, setiap perhelatan Harlah NU, Pengurus Cabang NU Surabaya kerap mengajak MWC dan Ranting se-Surabaya untuk ziarah ke makam para Muassis, khususnya wilayah Surabaya. Pertanyaan kita, mengapa beliau dikebumikan di pemakaman umum? Tak ada jawaban pasti. Kemungkinan terbesar, karena beliau telah dikeluarkan dari silsilah keluarganya. Sebagian kecil Nahdliyin yang mengetahui fakta ini sempat mengusulkan agar makam beliau dipindah ke kawasan Ampel. Berita ini telah diterima oleh PCNU Surabaya dan akan ditindaklanjuti. Tetapi bila prosesnya menemukan jalan buntu, maka PCNU akan berencana memindah makam beliau ke kawasan makam Jl. Tembok, diletakkan di sebelah makam sahabatnya, Kiai Ridlwan Abdullah. Di area makam tersebut telah dikebumikan pula beberapa tokoh NU, di antaranya adalah; KH Abdullah Ubaid dan KH Thohir Bakri (dua tokoh pendiri Ansor), Kiai Abdurrahim (salah seorang pendiri Jamqur atau Jam'iyah Qurra’ wa l-Huffadz), Kiai Hasan Ali (Kepala logistik Hizbullah), Kiai Amin, Kiai Wahab Turham, Kiai Anas Thohir, Kiai Hamid Rusdi, Kiai Hasanan Nur, dan beberapa kiai lain. Sosok besar yang nyaris terpendam dalam kuburan sejarah ini, telah menanggung risiko serius dengan dikeluarkan dari daftar keluarga sekaligus hak warisnya. Namun ia tetap melanjutkan tekadnya meneliti akar persoalan umat Islam saat itu hingga sampai ke Benua Biru. Sudah sepantasnya Muslim Indonesia harus menyertakan nama Kiai Mas Alwi saat nama para Muassis NU lain disebut. Semoga Allah mengganjar perjuangan Kiai Mas Alwi dan para Muassis NU sebagai amal jariyah mereka. Semoga Allah mengangkat derajat mereka dan memberi keberkahan kepada para pejuang NU saat ini, sebagaimana Allah telah melimpahkan keberkahan kepada mereka semua. Semoga juga Pemerintah saat ini tergerak menahbis Kiai Mas Alwi sebagai pahlawan bangsa Indonesia--setelah Kiai As'ad Syamsul Arifin--dari kalangan Nahdlatul Ulama. Amin ya Rabb l-'Alamin. Al-Fatihah... http://www.nu.or.id/post/read/75944/kiai-mas-alwi-pendiri-nahdlatul-ulama-yang-terlupa

Kamis, 06 April 2017

H-2 Istighosah Kubro, GOR steril dari PKL

Persiapan jelang Istighosah Kubro dalam rangka Harlah NU ke 94 yang akan digelar di GOR Sidoarjo pada 9 April 2017 nanti. Pihak Disporapar (Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata) Sidoarjo telah mempersiapkan berbagai perlengkapan, sarana dan prasarana diperlukan, diantaranya mensterilkan seluruh PKL mulai tanggal 8 April 2017. Plt Disporapar, Drs Joko Supriyadi menjelaskan, persiapan pertama adalah semua GOR dan sekitarnya telah dipersiapkan untuk Istighosah Kubro itu. Stadion utama sebagai tempat Istighosah, gedung serba guna juga dipersiapkan untuk istirahat bagi jamaah yang datang lebih awal. Karena mereka juga sangat jauh dari luar kota, tentu saja sebelum ikut istighosah tentu saja butuh isrirahat sejanak. ”Barangkali ada jamaah yang datangnya malam, atau pagi sebelum subuh, bisa istirahat sejak di gedung serba guna itu,” katanya. Kemudian lapangan tennis juga akan dibuka seluruhnya, termasuk seluruh PKL juga dilarang jualan, karena lahanya seluruhnya akan digunakan penuh untuk parkir. Pokoknya semuanya akan dimaksimalkan, termasuk pintu-pintu GOR yang jumlahnya ada 16 pintu akan kita buka semuanya. Agar para jamaah bisa leluasa keluar/masuk saat sebelum atau sesudah istighosah, hal ini dilakukan jangan sampai terjadi desak-desakan di pintu GOR nantinya. ”Nantinya juga dipersiapakan toilet portable sebanyak 30 unit, yang ditempatkan di beberapa titik. Selain itu mushola-mushola yang ada di GOR dan sekitarnya juga akan dimaksimalkan untuk kepentingan para jamaah,” jelas Joko Supriyadi, Selasa (4/4) sesuai yang dilansir pada Bhirawa Online. Perlu diketahui Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim akan menggelar istighosah kubro di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Ahad, 9 April 2017. Istighosah yang bertemakan ‘Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurulloh’ ini bertujuan mengawal dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketua Panitia, Moh Kirom menjelaskan, selain untuk keselamatan bangsa, tujuan utama acara istighotsah kubro ini mengawal dan mempertahankan NKRI. Acara itu, nantinya akan dihadiri puluhan kiai dan ratusan ribu warga nahdliyin di seluruh Jatim. ”Estimasi kami sekitar 300-500 ribu orang akan hadir. Selain itu, akan hadir pula Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan kabar terakhir, Kapolri dan Panglima TNI juga akan hadir,” jelas Kirom yang juga sebagai Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Prosesi acaranya akan dimulai dengan bacaan salawat pada pukul 05.30 WIB yang dipimpin Habib Umar Assegaf dari Pasuruan. Setengah jam kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah dan Rais Aam Pengurus Besar NU KH Ma’ruf Amin. Untuk memperlancar jalannya acara mengingat peserta yang hadir mencapai ratusan ribu, panitia terus berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Dinas Perhubungan Sidoarjo, Satuan Polisi Pamong Praja Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yakni Disporapar serta sejumlah pihak terkait lain. Panitia juga mempersiapkan fasilitas di luar stadion untuk mengantisipasi membeludaknya jemaah yang hadir. Selain itu, panitia akan menutup dan mensterilkan jalan menuju stadion. Semuanya sudah kami koordinasikan untuk kesuksesan acara ini. 

Minggu, 02 April 2017

RESMI DILANTIK, MWC NU SIDOARJO USUNG TEROBOSAN PRIORITAS

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC. NU) Sidoarjo masa khidmat 2017-2022 melaksanakan acara pelantikan dan Musyawarah Kerja (Musker) I di Masjid Raya Nurul Huda, Luwung – Sarirogo, Sidoarjo. Pada Minggu, 02 April 2017. 

Hadir pada acara itu, ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Camat Sidoarjo, Kapolsek, Para Kyai, dan segenap pengurus NU beserta Banom se-Kecamatan Sidoarjo kota. 

Pelantikan tersebut dipimpin oleh PCNU Sidoarjo, H. Suwarno, Sekretaris PCNU Sidoarjo membacakan SK pengurus, sedangkan naskah baiat dibacakan langsung oleh Rais Syuriah PC. NU Sidoarjo, KH. Ahmad Rofiq Sirodj. Resmi dilantik M. Suryono, SH, Ketua Tanfidziyah MWC. NU dan KH. M. Zuamudin Nasikhin, S.Ag, sebagai Rais Syuriyah MWC NU Sidoarjo membangun empat terobosan prioritas. 

“Empat terobosan prioritas tersebut menjadi target lima tahun kedepan, diantaranya pendidikan kader, penguatan aswaja, kemandirian jam’iyah dan penyelamatan aset NU baik aset amaliyah maupun bangunan. 

“Terobosan prioritas tersebut merupakan pondasi dalam membangun dan memperkuat aqidah ala ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah,” tutur ketua MWC. NU Sidoarjo saat ditemui Tim Cyber Sidoarjo Kota. 

Hadir pada acara itu Camat Sidoarjo, Imam Pambudi mendukung sepenuhnya program MWC. NU Sidoarjo untuk lima tahun kedepan, pihaknya juga menghimbau agar NU bisa bermitra, bekerjasama dalam membangun Sidoarjo. 

Sementara itu ketua PC. NU Sidoarjo, KH. Maskhun menyampaikan, pengurus yang baru dilantik agar konsisten dalam berkhidmah melaksanakan tugas penting yakni mas’uliyah diniyah (persoalan keagamaan), dan mas’uliyah wathoniyah (persoalan kenegaraan). 

“Termasuk memperjuangkan dan jihad NU dalam mengawal kegiatan jam’iyah kemasyarakatan adalah berkhidmah dengan kesadaran”, jelas dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri) tersebut.

PC. NU juga menghimbau agar nahdlatul ulama mewaspadai gerakan-gerakan fundamentalis, radikalis dan teroris yang secara terang-terangan memprovokasi umat islam Indonesia untuk memusuhi NU dan NKRI. 

Ketua panitia pelantikan Mulyo Agung sangat gembira dengan terlaksananya event penting tersebut. Menurut dia agenda pelantikan berjalan sesuai dengan aturan. “saya sangat berterima kasih kepada semua yang mendukung terselenggaranya acara ini. Semua berjalan lancar” katanya.

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...