Selasa, 13 Agustus 2019

Diam Itu Emas - Pikiranku

Kenapa masalahmu tidak bisa terselesaikan Mungkin kamu terlau banyak bicara dan terlalu banyak MENGELUH Kamu menganggap masalahmu lebih besar daripada orang lain Padahal bisa saja masalah mereka lebih BESAR daripada MASALAHMU tapi mereka tidak banyak <b>bicara dan mengeluh seperti kamu apa gunanya anda berbicara tentang masalahmu kepada orang lain apa gunanya anda MENULISKAN masalahmu di MEDIA SOSIAL PERCAYALAH orang lain itu hanya PENASARAN bukan karena mereka perduli ketika masalahmu datang terkadang lebih baik DIAM daripada menjelaskan apa yang yang kita RASAKAN karena akan sangat menyakitkan karena mereka hanya bisa mendengar tapi tidak bisa mengerti saat kamu lagi MARAH DIAMLAH.... karena dengan diam itu bisa mencegah kamu untuk MENYAKITI hati orang lain dengan kata-katamu saat kamu lagi marah DIAMLAH.. daripada harus mengucapkan kata-kata TANPA MAKNA.. DIAM bukan tanda kita tidak tahu DIAM bukan juga definisi sebuah KEBODOHAN tapi diam BERMAKNA bahwa kamu MATANG lebih BIJAK berfikir mana yang BAIK untuk kamu dan juga untuk ORANG LAIN ketika masalahmu TERJADI diamlah SEJENAK tahan mulutmu untuk berbicara karena berbicara saat marah justru akan memperkeruh situasi tahan jarimu untuk menulis di MEDIA SOSIAL karena menulis status pada saat marah yang akan kamu tulis adalah SAMPAH MEMANG kamu butuh tempat mengadu kepalamu sudag tidak sanggup MENANGGUNG semua MASALAHMU.. tapi apakah menceritakan masalah kepada orang lain membuat status di media sosial bisa membuat masalahmu SELESAI ketika masalah dan amarah itu datang berhenti dan duduklah kalau masih marah BERBARINGLAH tapi jika masih MARAH ambil SAJADAHMU dan BERDOALAH.. masalah besar terjadi karena yang tidak TERSELESAIKAN diam memang tidak bisa menyelesaikan MASALAH tapi setidaknya diam bisa meredam untuk membuat masalah itu menjadi tambah BESAR lebih baik diam tapi tahu apa yang harus DILAKUKAN daripada bicara tapi tapi tidak mengerti apa yang DIBICARAKAN lebih baik diam dan dianggap BODOH daripada berbicara dan berusaha dianggap PANDAI berkata-kata memang lebih baik daripada DIAM tapi diam akan jauh lebih baik daripada berkata-kata tapi menyakiti hati orang lain DIAM, lebih baik daripada berbicara OMONG KOSONG dan sok TAHU DIAM bisa membuat kita bisa lebih mendengarkan kata hati DIAM bisa membuat kita menikmati cara kita berpikir karena DIAM terkadang lebih baik untuk mewakilkan jutaan kepingan perasaan kita yang ADA lebih baik diam daripada melepaskan kata-kata yang tidak sepatutnya diam itu BIJAK tapi ketika bijakmu di injak dan tidak di HARGAI berbicaralah... dan buat orang lain DIAM karena DIAM adalah EMAS dan berbicarabaik adalah BERLIAN
Bicaralah bila ada Gunanya. Jika tidak, DIAM adalah pilihan yang BIJAK

Sabtu, 20 Juli 2019

Merindukan Pahlawan Demokrasi Era Milenial

Sebuah bangsa tak dapat hidup tanpa sosok pahlawan. Perjuangan merekalah yang melahirkan sebuah bangsa dan kisah tentang mereka jugalah yang membentuk imajinasi kolektif yang mempersatukan bangsa itu. Negeri ini tak abai soal itu. Selama berpuluh-puluh tahun imajinasi kolektif tentang para pahlawannya dirawat melalui berbagai cara. Pelbagai kisah kepahlawanan dituangkan ke dalam buku-buku sejarah agar generasi muda tak melupakan mereka.
Namun, derap sejarah kerap membawa kejutan. Meskipun dalam pendidikan formal generasi muda zaman ini juga menerima pelajaran tentang para pahlawan kemerdekaan Indonesia, rupanya mereka membangun imajinasi kolektif yang sama sekali lain.
Unduh koran disini 

 Dalam survei yang diadakan oleh Litbang Kompas (31 Oktober-1 November 2018), generasi milenial di Indonesia rupanya tidak lagi mengidentifikasi sosok pahlawan dengan para pejuang kemerdekaan. Bagi sebagian besar dari mereka (51,8 persen), sosok pahlawan adalah orang-orang yang gigih memperjuangkan kesejahteraan banyak orang. Selain itu, 39,5 persen menyebut para pahlawan adalah pembela kebenaran. Hanya 4,6 persen yang menyatakan bahwa para pahlawan adalah pembela kemerdekaan Indonesia.
Temuan menarik ini bisa menjadi titik tolak untuk memikirkan lebih jauh sebuah pertanyaan sederhana: pasca Pemilu 2019, sosok seperti apakah yang bisa disebut sebagai pahlawan negeri ini? Jawaban atas pertanyaan ini tentu menuntut pemahaman mengenai apa yang paling berharga dari demokrasi.
Demokrasi dan pemilu
Demokrasi berarti pelaksanaan pemilu. Itulah yang ada dalam benak cukup banyak orang ketika berbicara soal demokrasi. Pemahaman simplistis ini adalah buah dari lintasan sejarah. Setelah lama tenggelam sejak kelahirannya di Athena pada sekitar abad kelima SM, demokrasi kembali muncul di cakrawala politik dunia pada abad ke-18. Yang memicu kelahirannya kembali adalah dua revolusi besar di kedua sisi Samudra Atlantik.
Akan tetapi, karena wilayah Amerika Utara dan Perancis jauh lebih luas daripada Athena, demokrasi lahir kembali dengan bentuk yang berbeda dari pendahulunya. Apabila di Athena setiap warga kota (hanya laki-laki merdeka) terlibat langsung dalam proses deliberasi dan pengambilan keputusan mengenai tata aturan hidup bersama serta secara bergantian melaksanakan tugas pemerintahan, di Amerika Serikat dan Perancis, warga negara memilih wakil-wakilnya untuk melaksanakan peran itu. Oleh Alexander Hamilton, sistem ini disebut demokrasi representatif (representative democracy).
Sejak saat itu, demokrasi representatif pelan-pelan menyebar ke berbagai belahan dunia. Dengan kejatuhan Uni Soviet, lawan terakhirnya pun tumbang. Demokrasi representatif tampil sebagai pemenang dan kini dipandang sebagai sistem pemerintahan par excellence. Menolak sistem ini sama saja berpamitan dari panggung politik.
Kemenangan demokrasi representatif ini membuat orang tak lagi bertanya mengenai kebaikan dan keburukan sistem ini. Yang ada hanyalah pesta perayaan pemilu. Itulah mengapa setiap kali pemilu diadakan, negara lalu menjadi gaduh. Jalanan-jalanan ribut dengan kampanye, media massa penuh dengan opini ahli, dan media sosial dijejali dengan komentar para netizen.
Pemilu lalu menjadi pusat dari demokrasi seolah-olah pelaksanaan prosedur ini dengan sendirinya dapat menjamin bahwa penggunaan kekuasaan akan menjadi lebih bertanggung jawab. Padahal, dalam praktiknya tidak ada jaminan bahwa setelah pemilu selesai dan pemerintahan baru terbentuk, para politisi akan mengedepankan kepentingan pemilihnya.
Persis, inilah sisi gelap dari demokrasi representatif yang diungkap oleh John Dunn dalam The Story of Democracy. Pada akhirnya, demokrasi representatif tetap tidak menjadikan warga negara sebagai pemilih memiliki kuasa atas aturan dan kebijakan yang menentukan jatuh-bangun kesejahteraan hidupnya sehari-hari. Jika terus berlanjut seperti ini, demokrasi representatif dan pemilu tidak lebih dari sekadar alat pelegitimasi kekuasaan politis.
Demokratisasi pahlawan era milenial
Situasi seperti inilah yang tampaknya membuat bangsa ini merindukan pahlawan demokrasi di era milenial. Sebagaimana diungkapkan dengan cerdas oleh generasi milenial, tugas pahlawan pada zaman ini bukan lagi membela kemerdekaan Indonesia. Tugas mereka adalah membela kesejahteraan orang banyak dan membela kebenaran. Jika mau dirumuskan secara lebih lugas, ini berarti tugas para pahlawan era milenial adalah menjadi pengawal demokratisasi.
Demokratisasi menunjuk pada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pemilu. Demokratisasi adalah proses penanaman nilai dasar demokrasi ke dalam setiap ruang kehidupan. Dengan perkataan lain, demokratisasi tidak berhenti pada perkara pembentukan institusi yang memungkinkan pemilu bisa berlangsung. Lebih dari itu, demokratisasi terarah pada perubahan kultural yang memungkinkan tumbuhnya nilai-nilai yang menjadikan demokrasi begitu berharga.
Nilai itu bertopang pada gagasan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang setara dalam pembentukan tata hidup bersama dan penggunaan kekuasaan yang ada di masyarakat. Di balik gagasan itu tentu saja adalah keyakinan bahwa setiap manusia dilahirkan setara dan karena itu memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kehidupannya.
Pokok yang terakhir ini memiliki implikasi penting. Karena yang dituju adalah pembelaan martabat setiap warga negara, demokratisasi perlu memperhitungkan fakta bahwa tidak setiap warga negara cukup berdaya untuk melaksanakan hak-hak politiknya. Ada yang memang sudah berdaya, tetapi tidak sedikit pula yang terpinggirkan karena kepentingannya tidak terwakili dalam kontestasi pemilu. Mereka inilah bagian dari negeri ini yang memerlukan pembelaan oleh para pahlawan demokrasi era milenial.
Maka, pahlawan demokrasi era milenial tidak akan hanya sibuk berteriak atas kemenangan pasca pemilu khususnya bagi politisi yang paling lihai menampilkan diri sebagai pembela rakyat lalu sesudah itu duduk tenang. Justru sebaliknya: sesudah pesta usai, ia akan berdiri paling depan menjadi pengawal demokratisasi. Dengan gigih, ia akan memperjuangkan aneka tindakan afirmatif untuk mengangkat kehidupan minoritas dan kelompok tak berdaya di negeri ini. Betapa negeri ini merindukan pahlawan demokrasi era milenial.
*Rahmat Asmayadi, Pengajar di SD Negeri Suko 2 tinggal di Sidoarjo

Sabtu, 06 Juli 2019

Cara Seting Koneksi Wifi Tidak Bisa Terhubung ke Wifi.id atau Limited Access pada WiFi id

Masalah limited Access Juga sering dialami para pengguna jarlngan WiFi.id. Biasanya akan muncul notlflkasi “Connection Limited" padahal sinyal Wifi masih penuh. Oleh karena itu, kamu bisa mengatasinya dengan sedikit tips beikut ini:

1. Pertama, masuk dan koneksikan ponsel Android kamu ke jaringan @WIFI.id. Pastikan bahwa kamu memang sudah membeli voucher dan memliki akses ke WIFI.id.

2. Kemudian buka web browser (Chrome atau Mozilla), kemudian masuk ke landing page homepage WIFin berikut Ini:

http://Landing2.wifi.id/wifi.id-new/default/Landing/

3. Kamu akan dibawa pada Homepage WIFi.Id. Masuk dengan user ID dan password yang kamu miliki.

4. Coba cek koneksinya. Cara tersebut berhasil untuk membuat kecepatan Internet di Wifi.id lebih stabil bahkan Jika jaringan cukup bagus bisa mencapai 10 Mbps.

Nah, itulah cara mudah mengatasi masalah wifi.id error saat menghubungkan ke jaringan WiFi.id di hape Android. Kecepatan WiFi.id tidak hanya tergantung dari lokasi maupun kecepatan sinyal saja, melainkan juga dipengaruhi setting-an di ponsel kamu. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Kamis, 04 Juli 2019

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Memilih Pasangan yang Lebih Pintar Daripadamu

Punya kriteria yang bagus tentang pasangan idaman bukanlah hal yang buruk. Ada kalanya kita memang harus menetapkan standard tersendiri agar tidak mudah kecewa. pastinya, kita ingin punya pasangan yang berkualitas baik kan?
Apalagi sebagai pria, suatu hari nanti ia akan menjadi pemimpin dan pendamping bagi kita.
Maka dari itu, carilah pasangan yang setidaknya kepintarannya bisa mengimbangi kita, karena beberapa alasan berikut ini: 

  1. Dia akan menjadi motivasi buat kamu. Ini adalah hal yang baik, karena sebuah achievement bisa membuat kita lebih seru dalam pacaran. Asal, jangan kebablasan jadi persaingan sengit ya?
2. Dia bisa menjadi inspirasi bagimu. Bukan hanya menuntun hubungan ini, namun kamu bisa sharing dengannya dan mendapatkan perspektif yang berbeda sebagai masukan saat sedang ada masalah. Setidaknya pikirannya jauh lebih kritis dan objektif.
3. Tentunya dia bisa membuat kamu bangga. Siapa sih yang tidak kesengsem dengan sosok yang pintar? Asal jangan pintar memainkan hati saja, deh. Hal seperti ini juga bisa membuat kamu terhindar dari kesenjangan inteligensi yang kerap membuat pasangan bertengkar.

4. Pria yang smart umumnya bisa menghargai wanita. Smart itu tak hanya dalam kepintaran tapi juga kecerdasan emosional yang baik. Sehingga mereka cenderung jauh dari kekerasan apalagi memaki. Kalau dia sampai memaki kamu, then he's not smart enough.

5. Siapapun ingin masa depan yang baik. Pria yang pintar dan kreatif akan lebih bisa diandalkan di masa mendatang. It's a sign of good leader.

6. Tentunya pria yang baik akan membuat kamu juga menjadi baik. Dirimu bisa mencontoh beberapa hal yang baik darinya. Misalnya lebih rajin, lebih kreatif dan sejenisnya.

7. Pria yang pintar bisa lebih fleksibel dalam memahami dan beradaptasi. Untuk penyelesaian masalah pun tidak akan terlalu berbelit-belit karena karakter mereka yang cenderung mendulukan solusi.

Tidak ada salahnya menentukan kriteria yang baik untuk calon pasangan itu. Yang penting kita berusaha dulu. Masalah jodohnya dengan siapa, itu pasti yang terbaik bagi kita dan sebenarnya tidak jauh dari sosok yang kita dambakan.

Kamis, 06 Juni 2019

PUISI bertema #RUMAH Oleh Rahmat Asmayadi dkk

Ellunar dan Puspamala Pustaka mengucapkan terima kasih atas antusias dan partisipasi Anda lomba menulis PUISI bertema #RUMAH yang kami adakan 16 Maret-13 April 2019 lalu. Anda dapat mengecek pengumuman lomba menulis puisi #RUMAH yang sudah tayang pada 6 Mei di website kami atau melalui tautan ini:bit.ly/PengumumanPuisiRumah. Dari hasil pengumuman ini, kami bermaksud menginformasikan bahwa Anda dinyatakan lolos sebagai PENULIS TERPILIH. Hadiah yang Anda peroleh adalah :

 

Karya Anda diterbitkan (gratis) dalam salah satu dari lima buku seri #PuisiRumah berjudul:

1.     ATAP

2.     BERANDA

3.     JENDELA

4.     PILAR

5.     PINTU

Anda dapat memesan buku hasil lomba di:https://www.ellunar.shop/

Kamis, 09 Mei 2019

Pendidikan adalah Buah Cinta

“My mother was  making of me. She was so true, so sure of me: and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Nancy Matthews adalah seorang wanita yang secara umum sama saja dengan wanita yang lain di kotanya. Dia tinggal di kota Port Huron, Michigan, di Amerika Serikat pada abad ke 19. Dia hidup dengan damai bersama suaminya yang bernama Samuel Ogden dan anaknya yang dipanggil dengan nama Tommy.
Salah satu hal yang membedakan Nancy dengan wanita lain adalah dia mampu menarasikan rasa cintanya dalam bentuk kepercayaan. Tommy, anak yang terlahir dalam rahimnya, secara penilaian umum beda dengan anak-anak lainnya di sekolahnya. Dia dihakimi bodoh, kurang cerdas dan kekurangan lain yang membuat salah seorang gurunya beranggapan dia tak seharusnya bersekolah di tempat dia belajar.
Tommy mempunyai suatu kekurangan pada pendengarannya. Mungkin hal ini yang menyebabkan dia lebih lambat menangkap pelajaran dibandingkan dengan teman-temannya. Sekolah yang seharusnya berkisah tentang semangat mendidik, berubah menjadi ajang vonis yang mengubah hidup Tommy. Si kecil pulang dari sekolahnya dengan membawa secarik kertas. Dalam secarik kertas tersebut tertuliskan huruf demi huruf yang membentuk makna bahwa Tommy adalah anak yang bodoh dan tidak bisa diterima belajar di sekolah tersebut.
Nancy geram. Dia mencoba ke sekolah dan berdiskusi dengan guru yang menolak anaknya. Namun hal tersebut nampak sebagai jalan buntu yang tidak ada cara untuk melewatinya. Nancy dengan keteguhan hatinya mengambil alih fungsi mendidik dengan satu alasan. Dia percaya, anaknya bukanlah anak yang bodoh.
Dia mendidik anaknya dengan dua metode. Melalui pembekalan ilmu dan dorongan agar anaknya mempraktekkan ilmunya. Nancy percaya bahwa membaca adalah gerbang kesuksesan. Dia menghujani anaknya dengan tetes-tetes ilmu melalui buku. Dia menyiapkan segala sarana yang mungkin untuk mendorong anaknya mencapai tingkat tertinggi kecerdasannya. Dia sendiri yang mengajarkan cara membaca dan matematika.
Nancy menyiapkan bacaan yang sesuai dengan minat anaknya. Tommy seringkali bertanya tentang fenomena alam. Nancy paham anaknya mempunyai tingkat ingin tahu yang tinggi yang akan menjadi bekal baginya mencapai keberhasilan. Untuk mendorong anaknya lebih banyak berkreasi, Nancy membelikan sebuah buku berjudul School of Natural Philosophy karya R.G Parker. Buku tersebut berisi tentang cara eksperimen fisika dan kimia yang ternyata sangat sesuai dengan minat Tommy. Bisa dibilang, Nancy berhasil menggiring Tommy, anak yang dianggap bodoh itu menemukan dunia dan kecerdasannya yang tertutupi oleh mata orang lain.
Tommy kecil giat bereksperimen. Dia bahkan didorong untuk berbisnis pada usia dini, yakni pada usia 12 tahun. Bila anak-anak kecil pada waktu itu belum berani untuk melakukan tindakan nyata, Nancy mendorong anaknya menjual koran, buah-buahan, di dalam kereta api di sepanjang rute dari Port Huron ke Detroit. Inilah yang kelak menjadi modal baginya untuk mencapai pintu kesuksesannya.
Pendidikan dan Cinta
            Pendidikan sepertinya mirip dengan narasi yang mempunyai pengantar, isi dan kesimpulan. Pengantar awalnya adalah rasa cinta, isinya adalah penjejalan teori dan kesimpulannya adalah praktek. Cinta itu laksana kalimat mutiara dari guru bangsa Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidik harus mempunyai sikap ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Di belakang pendidik harus dapat memberikan dorongan, di tengah pendidik dapat memberikan ide, serta di depan pendidik harus dapat menjadi teladan.
Kisah di atas berkisah tentang Thomas Alva Edison dan ibunya, Nancy Matthews Edison. Kini, Tommy tercatat sebagai salah satu manusia paling jenius di dunia dengan lebih dari seribu hak paten atas namanya. Kisah di atas juga mengajarkan kita bahwa konsep pendidikan yang sebenarnya adalah bagaimana seorang pendidik dapat mendorong anak didik untuk menemukan potensi terbesarnya.
Dan semua itu hanya bisa dilakukan dengan cinta. Dan kisah terbesar bagi seorang anak adalah dari seorang ibu yang mendidik dirinya dengan narasi cinta. Kisah cinta yang membuktikan bahwa potensi terbesar manusia lahir bila didukung oleh orang yang disayangi.
“Banyak sekali kegagalan dalam hidup adalah mereka yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan ketika mereka menyerah”. Itulah salah satu kalimat yang konon diucapkan oleh Thomas Alva Edison. Tommy juga berpesan agar kita tidak menyerah dengan kondisi yang kita alami selama kita mau bekerja keras melalui kalimat legendarisnya, “Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration.” Dia juga berkata ”Our greatest weakness lies in giving up. The most certain way to succeed is always to try just one more time”.
Pesan-pesan tersebut menggambarkan betapa besar semangat Tommy yang pernah divonis bodoh untuk meraih keberhasilan. Namun kalimat-kalimat inspirasi dari Tommy sebenarnya bermuara pada satu kisah yang tak pernah usah diceritakan sejarah. Kisah yang dimulai ketika seorang gurunya memberikannya sebuah surat berisi vonis baginya dan memintanya menyerahkan kepada ibunya. Kisah tentang bagaimana cinta berhasil merubah dirinya. Hal yang membuatnya mempunyai alasan untuk bertahan dari hinaan orang lain.
“My mother was making of me. She was so true, so sure of me: and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint.”
Quote itulah yang anda baca di awal artikel ini yang diucapkan oleh Tommy. Dan sukses seringkali bermuara dari cinta yang mendorong manusia untuk bertahan.

Rabu, 03 April 2019

Cantik adalah kutukan

Sumber foto : bapermulu.com

Semua perempuan ini adalah wajah tuhan yang paling nyata dimuka bumi ini.
Cantik adalah kutukan,
Jadi aku mencari orang-orang yang terkutuk.
Perempuan-perempuan terkutuk yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki ingin membuat puisi.

Yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki ingin menyanyi.
Yang ketika memandangnya,
Seluruh laki-laki melupakan ketakutan-ketakutannya.
Yang wajahnya membuat lelaki tidak hilang rasa takutnya,
Tapi lupa akan ketakutannya.

Aku ingin begitu melihat wajahmu,
Seluruh demonstran menghentikan demonstrasinya.
Dan tiba-tiba roda pemerintahan berhenti sejenak.
Seluruh orang berhenti bernafas memandangmu.

Via youtube : kisanak46

Kamis, 21 Maret 2019

Kau Sang Penyemangat

Sumber; foto

Hatiku begitu menggebu
Setiap kudengar tausiyah suci itu
Rangkai katanya merona hatiku
Alur ritmiknya memerah telingaku

Jiwaku menggebu haru bertalu
Setiap derap pergerakan dihentakkan
Menyentak rasa lengang sanubari
Menggetar senyap keterlenaanku

Wahai geloraku, jangan tenggelamkan
Rasa cintaku pada perjuangan ini
Hanya karena tak bertemu sang guru
Yang selalu mengetuk pintu hatimu

Sematkan dalam ingatanmu,
Pandangan optimis penuh harapan
Seperti menatap indahnya langit biru
Penuh cahaya, menghangatkan hati

Agar kusambut langkah perjuangan itu,
Bersama kalam dan sabda yang tlah terpatri
Buktikan rasa peduli, simbol pemberani
Agar sinarnya terangi persada ini

Jadilah bunga yang harum di persada ini
Yang menebar wangi, pesona alami
Bangkit dan melangkahlah dengan pasti
Peradaban di negeri ini harus tegak berdiri

*Rahmat Asmayadi~
Fanpage akun IG : @asmayadi_er

Sabtu, 09 Maret 2019

PIANO (Kumpulan Puisi Terpilih Pemenang Lomba #Suara Jilid 5)

Penulis
Muarifatussholekhah, dkk

Penyunting
Tim Ellunar Publisher

Penata Letak
Yuniar Retno Wulandari

Penata Sampul
Hanung Norenza Putra

Bandung; Ellunar, 2019
vii+180hlm., 14.8 x 21 cm
ISBN: 978-623-204-043-4

Cetakan pertama, Februari 2019

Harga
Rp55.000 (penulis terpilih)
Rp62.000 (umum)

Untuk Pemesanan Buku disini

Pengisi Buku
Muarifatussholekhah - Adik kecil - Dwisuda_ - Nabilalestari - Nabilah Lubis - Sedu Senada - Zahra - Nadia Kurnia Putri - Nadiah - hana811 - Amora - Nad Bilqis - Nadya Aufa Paramitha - Nadya Salsabila - naelyulfa - Nafisah - Naila Afahza - Najla Naura - BunnyJun - Nanda Midianita - Naoza Zarifa - Narutocantiik - Alif Syariati - Nata T. Nafi'a - Naufal Chayruriza - Opal_Bucin - Naufal Luthfi - Neira Almira - Nely Apriyanti - Neng Atsnaa Muhaapilah - Wina Alfat - Neni Marliyana - Nenti Anjani - Riyzer - Ney Nasution - G.aisuu - Nia Facharyani - Niada Lestari - nidarillhaa - Niken Puspitasari - Niken W. Dianita - Nikinurlaila - NA - nindinifeb - Nindira Cahyani - Anarinnisa - niscadhika - Yurieyuki - Niswah Firdausah - Niswa - AshfAdya - Ntmyg - nofian Anggi Pradana - Tianaqila - Noor Maulidda - Nova Lestari - Nova Oktavia - Novanda Ihza - novi nabila - Novi Amaria Ramdhani - Novia Nurul Hidayah - Novia ws - Noviana Dwi Yanti - Novrin Asnur - Nuvi Nara - Nunu Pertiwi - Nunun Nurgamilah Muhtiani - Anung D'Lizta - Nur Aeni Lintang Kinasih - Black Shadows - Nur Aini Mahfud - pine.apl - Nur - Amila - Nur Aulia Safira - Puspitarini - Nur Azrina - Nur fila sari - Nur Indah Sari - Nur Irdawana Nasution - Nur kholifah - Nur Latifah Anum - Asrory yoyik - Nur Rahma - Remee Akbar - Emina Kho - NS Fauziah Azahrah - Nur Widyasari - Zakiyah Ilmi - Nuraeni - Narasabila - Buntut - Nurfaida Asri - Theodora - Nurhidayah Syahran - Nurhidayanti - Yulaa - Nurismatul Izzah - Nurkalina Pratiwi S - NL - Nurma - Zahra Amelia - ILUL - Nurul Ashari - Nasreen Yusuf - Sky-Nari - NF - Nrlmine - simi - nawa jamil - NUR VELA SEPTIORINI - hanaaliyah - ODALIGÕ ZEGA - Okrinaa_ - Odam Malvan - Olivia ACe - Oni Rata - Osa Khofifah - Osi Kurniawan - Osi Shapira - Othe Sindara - Oviliana Laurentia - Melaa - Jeemari - Zadjima Zan - Parhati Humairo - Pasansa - Grace - PebbiA.P - EBI - Pegi Wulandari - Berliana Putri - Persis Lutfiana - Philia Novi Tiurma Turnip - Anya - Olivia Sica - FeriskaHee - Priskilla M. Paliling - Prisylvia Pramesti - sijunikecil - Anafil Firdausi Nuzula - PUSPA DHARMA ARGINI - Ayu Rahayu - Putri Apriliani - Putri Eka Nugraheni - Clementine - Putri Marsela - Putri Nabila - Revita - tempeorek_23 - Putrisyah | • tree • - Qonik Niamul Azya - Qunita Yuhanits - QurotulAini - Rabiyah Tul Hadewiyah - Rachmadika Prihandanu Yuanizar - Rachmannisa Utami - Raelita - Raluva - Rahmalia Nurida - rahmat alamin maba - Rahmat Asmayadi - thyakaretina - Raina Velexia - Rakha Yudistira Pranandika - Ramadani Arosad - Ramadani arzah fikadilah - Wecease - Ranniris - Ranthi Della Fantri - Ranti Alek Sandra - Rara Rahmanda - Ares - Ratih Pratiwi - naa. - ratnanukman - Yunanha - Ratri Mahesti - Ratry Yogi - Raydinda Laili Shofa

Sumber; http://www.ellunarpublisher.com/2019/01/a-voice-piano-kumpulan-puisi-terpilih.html

Selasa, 26 Februari 2019

Bukan Kekayaan ataupun Modal Tampang, 5 Hal ini Membuat Wanita Luluh dan Tertarik Pada Pria

Meningkatkan kualitas fisik itu lebih mudah dibandingkan meningkatkan kualitas kepribadianmu. Karena kepribadian yang menarik jauh lebih disukai wanita daripada hanya sekedar ganteng saja
Kamu tidak perlu mendengarkan omongan orang lain. Kamu hanya perlu menjadi dirimu sendiri

Kebanyakan pria jika ingin mendekati wanita pasti selalu berpikiran “just be yourself”. Menurut para pria penampilan tidaklah penting dalam hal romansa. Katanya sih, hati itu lebih penting daripada penampilan, meskipun penampilan pria itu apa adanya para wanita akan melihat isi hatinya, jadi tampillah apa adanya tak perlu ribet untuk hal ini dan itu.
Ah, seandainya dunia sesimple itu, . . Sayangnya, realita tak sesuai dengan ekspektasi.
Namun, seberapa sering kamu melihat seorang wanita yang sangat cantik dan menarik menggandeng kekasihnya yang bertampang biasa-biasa saja dan tak terlalu tampan? Tentunya sudah sangat sering. Ketika melihat hal itu, mau tak mau tentu pria akan bertanya-tanya kenapa wanita secantik itu mau berpasangan dengan pria yang tak tampan. Apakah bagi wanita penampilan dan tingkat ketampanan pria tidak penting?
Jawabannya penting, tapi tidak terlalu penting. Bahkan beberapa wanita menganggap bahwa tampang sama sekali tak penting bagi mereka. Penampilan memang bisa menarik perhatian wanita, tetapi tak bisa mempertahankan mereka dalam jangka waktu yang lama. Ketika mulai berhubungan perlahan wanita akan melupakan seberapa besar otot bisep kalian atau kekurangan apa saja yang ada di wajah kalian. Lalu apa alasan wanita tak memilih pria berdasarkan penampilan dan tampang? Ini dia beberapa alasannya
Kualitas Seorang Pria Tak Hanya Fisik
Pria memiliki banyak cara untuk meningkatkan kualitas mereka selain fisik dalam menarik perhatian mereka. Bahkan pria bisa memanipulasi tingkat kemenarikan mereka dengan beberapa hal antara lain adalah karakteristik seperti rasa percaya diri, selera humor yang baik, sikap pemimpin yang dimiliki pria, perilaku mereka yang sopan, dan lainnya. Dengan memperbaiki kualitas diri, personal, dan skill yang dimiliki, pria bisa dengan mudah menarik perhatian wanita tanpa harus selalu tampil tampan dan menarik.
Tingkat Wawasan Pria
Kamu tidak harus menguasai semua ilmu pengetahuan. Namun kamu harus tahu tentang perkembangan yang tejadi saat ini. Wanita suka dengan pria yang memiliki wawasan yang luas. Sehingga kamu akan terlihat cerdas dimata wanita. Wawasan yang luas akan sangat membantumu ketika berbicara dengan wanita. Dia akan melihatmu sebagai pria cerdas dan senang karena selalu mendapatkan manfaat ketika sedang bicara denganmu

Dimata Wanita Penampilan Hanya Bersifat Sementara
Di dunia ini tak ada yang permanen, terutama penampilan. Seiring waktu penampilan keren dan tampan akan segera memudar. Yang tertinggal adalah pikiran, jiwa dan hati. Wanita mengetahui ini secara insting, karena itu ketika mereka memilih pria mereka tak hanya memperhatikan penampilannya saja. Wanita tahu bahwa dengan bertambahnya usia pria mereka akan mulai kehilangan rambut, mulai menggemuk, dan bertambah tua. Namun wanita lebih memilih Kepribadian, skill dan karya yang tak akan memudar seiring waktu. Wanita menginginkan pria yang lebih dari sekedar wajah tampan belaka.
Kepribadian Yang Rendah Hati dan Dewasa
Janganlah merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini. Sadari kalau kamu masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi. Penuhi dengan terus memperbaiki diri, bukan dengan mengeluh dan menyalahkan keadaan. Pria rendah hati adalah pria yang tidak pernah menyombongkan apa yang dia miliki dan selalu berusaha untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi dengan selalu belajar dan memperbaiki diri.
Namun menjadi pria dewasa membutuhkan proses, jadi mulailah dari sekarang. Jangan sampai ketika kamu mendekati wanita namun masih memiliki sifat kekanak-kanakan. Pria dewasa itu bisa mengendalikan emosinya. Dia tidak mudah marah, tidak suka mengeluh, tidak bersikap kasar, dan sadar diri/berani mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Secara Biologis Wanita Tertarik Pada Status Sosial
Ini bukan tentang status bangsawan, kekayaan, atau rumah mewah. Ini berkaitan dengan kecerdasan pria. Secara biologis wanita tertarik pada pria yang cerdas, baik secara inteligensi maupun pria yang memiliki kecerdasan sosial. Pria yang memiliki banyak skill dalam hal sosial dan kehidupan akan lebih menarik di mata wanita. Pria yang memiliki skill semacam ini secara otomatis akan membuat wanita tertarik, karena ini bekerja secara biologis dalam otak wanita.
Jadi para pria, jangan buru-buru minder ketika penampilan kalian tergolong biasa atau pas-pasan. Penampilan memang perlu selalu dijaga, tetapi jangan terlalu fokus pada penampilan saja. Kembangkan skill dan kepribadian kalian menjadi lebih baik. Wanita lebih menghargai pria dengan kepribadian yang keren daripada hanya penampilan yang trendi.

Senin, 25 Februari 2019

Demo Aplikasi LOKATA.Org

LOKATA, sebuah nama judul blogger. Dengan mengenakan slogan "a better way to share experienves" yaitu cara terbaik untuk berbagi pengalaman

Silahkan unduh aplikasi disini

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...