Senin, 25 Februari 2019

Demo Aplikasi LOKATA.Org

LOKATA, sebuah nama judul blogger. Dengan mengenakan slogan "a better way to share experienves" yaitu cara terbaik untuk berbagi pengalaman

Silahkan unduh aplikasi disini

Selasa, 29 Januari 2019

Air Terjun Enteng Jodoh

Destinasi Air Terjun Coban Canggu, di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto memiliki keindahan luar biasa. Butiran air yang cukup halus, menjadi salah satu tempat wisata alam pegunungan yang terletak di Lereng Gunung Welirang. Wisata alam ini tak pernah sepi para pengunjung, baik warga sekitar atau yang datang dari luar kota.
Untuk mencapai air terjun ini, dibutuhkan fisik yang kuat, karena akses untuk menuju lokasi terbilang melelahkan. Pengunjung harus melewati beberapa anak tangga untuk menuju ke air terjun dengan ketinggian 100 m ini. Jalan yang akan dilalui juga berkelok dan terjal dan harus menyebrangi beberapa aliran sungai.
Pengunjung juga diperbolehkan untuk mandi ataupun bermain air d coban ini, sambil melihat keriuhan monyet-monyet yang berayun di dahan pohon. Untuk tiket masuk Air Terjun Coban Canggu ini, Anda hanya perlu membayar Rp. 7.500/orang.
Pengelola wisata Coban Canggu, Didik Khusnul Yakin, mengatakan tempat wisata ini baru dibuka kurang lebih 5 bulan yang lalu. Meskipun begitu, pengunjung yang datang sudah cukup banyak. "Pengunjung rata-rata setiap hari 20 orang. Kalau akhir pekan bisa sampai 150 orang," ujarnya pada Sabtu (12/01/2019).
Didik mengungkapkan, di dekat air terjun tersebut juga terdapat sumber yang diyakini warga sekitar berkhasiat untuk enteng jodoh. Namun, itu hanya mitos dari daerah setempat. Boleh percaya boleh tidak.
Laili Mufarikha salah satu pengunjung mengaku, meski harus berjalan jauh dengan melalui anak tangga menuju lokasi air terjun Coban Canggu, hal itu tidak akan terasa capek. Karena selama perjalanan akan disuguhi berbagai pemandang alam pegunungan serta pemandangan alam pertanian yang indah.
"Tidak hanya menikmati indahnya air terjun, lokasi ini juga menjadi tempat faforit untuk latar belakang berfoto selfie," kata Rikha.
Pada musim liburan banyak pengunjung berdatangan, umumnya adalah muda-mudi. Konon menurut cerita, air terjun Coban Canggu dipercaya bisa mengembalikan hubungan keharmonisan mereka yang sedang retak. Selain itu banyak pula keluarga yang mengisi liburan bersama putra-putrinya.

Dimuat Koran SURYA, edisi: Ahad, 27 Januari 2019
*Rahmat Asmayadi, Penikmat Kopi Susu tinggal di Sidoarjo

Sastrawan adalah Politikus Sejati

Istilah "politik" bukanlah hal yang baru bagi generasi milenial yang memiliki fasilitas mengakses informasi-komukasi secara kencang-global. Kasus-kasus korupsi, kekerasan, intimidasi, dan sekitarnya sering dikaitkan dengan "politik". Tidak luput pula istilah "tahun politik" dengan Pilkada Serentak, dan sebagian pelaku politik praktis berancang-ancang menuju Pileg-Pilpres 2019.
Jika politik mengotori, sastra menyucinya. Ungkapan John F. Kennedy ini sedemikian terkenalnya, sehingga kemudian para sastrawan terlegitimasi kebersihannya. Lalu, orang-orang pun menganggap karya-karya sastra sebagai karya yang dapat menyuarakan kebebasan, hati nurani, dan nilai-nilai moralitas. Bacalah sastra agar mata hati dapat terasah dengan nilai-nilai kemanusiaan. Sebab, sastra yang baik dapat mengajak manusia kembali merenungi sebuah perjalanan kehidupan; tidak dengan kaca mata hitam-putih, salah benar, atau dosa-pahala, tetapi penuh dengan backround, sebab-akibat, dan kelaziman-toleransi.
Anggapan-anggapan ini mengakibatkan pembaca menganggap sastrawan sebagai sosok yang suci atau yang membersihkan noda para politikus. Sastrawan tak boleh berpolitik. Sebab, jika sastra berpolitik, karya-karya yang lahir penuh kekotoran sebagaimana sifat politik. Tidak. Sastrawan harus berada di atas politikus. Pekerjaan sastrawan lebih mulia karena membawa suara kebajikan, suara moral dan etika, suara kemanusiaan, serta jauh dari nilai-nilai kekejian dan sesuatu yang dapat merendahkan manusia.
Dalam beberapa kesempatan, Rendra menyatakan alergi politik walau dalam keseharian, tanpa pernah ia sadari ia telah berpoltik. Simak saja sajak-sajaknya yang penuh dengan irama pemberotakan seperti yang terkumpul dalam Potret Pembangunan dalam Sajak (1979). Sajak-sajak Rendra justru lebih pas diteriakkan dalam sebuah demontrasi mahasiswa. Ada juga Taufiq Ismail yang sajak-sajaknya sangat dekat dengan pergolakan tahun 1966. Dan, coba kita simak karya-karya Mansur Samin, Mochtar Lubis, Chairil Anwar, bahkan Sapardi Djoko Damono, Sutardji calzoum Bachri, Afrizal Malna, dan Agus R. Sardjono sekalipun. Pertanyaannya, tidakkah ada nada pemberontakan dalam karya-karya mereka? Artinya, sekecil apa pun seorang sastrawan telah berpolitik dalam karyanya.
Seno Gumira Ajidarma pun berkata, “Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara,” untuk mengukuhkan posisi sastrawan di atas awan. Kalau pernyataan ini, jelas informasi seburuk apa pun harus diberitakan (dalam kalimat yang lebih ilmiah: sosialisasi politik harus tetap dikembangkan). Meski tak hendak menjadi agen perubahan (agent of change), karya-karya sastra dapat saja menjadi jembatan perubahan sosial. Sebut saja karya-karya Charles Dickens sebelum melahirkan Revolusi Industri di Inggris. Ada Boris Pasternak di Rusia yang berani melawan arus politik dalam berkarya. Leo Tolstoy menulis “Perang dan Damai”. Sastrawan Paclav Havel malah menjadi presiden betulan di negaranya (tidak seperti Sutardji yang jadi presiden penyair tanpa pemilu).
Dulu diributkan tentang sastra kontekstual. Sastra dalam konteks ini dimaksudakan untuk menjawab situasi dan kondisi yang berkembang di suatu tempat dan di suatu masa. Membicarakan karya sastra secara kontekstual, tentu dapat dihubungkan dalam konteks-konteks tertentu. Sebuah karya sastra (puisi, cerpen, novel, dan drama) tentu memiliki background yang mewarnainya, lingkungan di mana karya itu bicara, ide-ide dan gagasan yang terkandung di dalamnya. Sekecil apa pun sebuah karya dapat memberikan pengaruh kepada pembacanya, mulai dari sekadar mengingat hingga mengajak untuk memberontak atas situasi (politik) yang tengah berlangsung.
Di sinilah sastrawan mulai berpolitik, dalam arti menanamkan pengertian kepada pembaca bahwa ada yang salah, ada yang mesti diperbaiki, ada yang harus diubah, dan akhirnya menanamkan kesadaran untuk melawan. Tak terhindari sastrawan, sadar atau tidak sadar, telah menjadi “provokator” jika tak hendak dikatakan politikus. Jika kemudian gagasannya merasuki setiap pikiran pembaca, bahkan masyarakat, sehingga melahirkan perubahan dalam pola pikir dan harapan bersama, sang sastrawan dengan sendirinya telah melakukan komunikasi politik yang berhasil. Tapi, tentu saja karya sastra tetap karya sastra. Bukan pamflet, selebaran atau provokasi berisi hasutan untuk merusak.
Beda sastrawan dan politikus adalah, jika politikus berjuang mendapatkan kekuasaan, maka sastrawan bekerja untuk mengembangkan kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh dengan pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan. Sebab, sastra merupakan sisi kehidupan yang tertuang dalam bentuk tulisan. Sebagai pembaca, tentu kita akan daapt membedakan, mana karya sastra dan mana tulisan politik. Jelas beda. Cara menuliskannya berlainan. Jadi, tak perlu khawatir pembaca akan mengira kebohongan-kebohongan sebagai bentuk karya sastra. Sastra toh tak pernah berdusta?
Tapi, tidak bolehkah polikus menjadi sastrawan? Kalau begitu, mengapa Indonesia harus memiliki presiden penyair, paus sastra, atau sederet pangkat yang diberikan kepada pekerja sastra? Mengapa sastrawan masih membutuhkan penghargaan atau anugerah sastra? Dan, mengapa pula T. Wijaya mesti meributkan “Presiden Penyair” yang mungkin berlaku seumur hidup? Ah, bagaimana pun kehidupan politik memang selalu menarik bagi sastrawan. Mengapa mesti mengingkari soal ini? Apa salahnya sastrawan merangkap politikus? Takut karya sastra kehilangan kualitas atau malah dilacurkan untuk kepentingan politik tertentu? Kalau begitu, kia harus melarang karya-karya Pramudya Ananta Toer dan sastrawan-sastrawan kiri dan kanan lainnya.
Ah, kalau begitu kita pun nyata-nyata menyalahgunakan politik untuk mengekang kebebasan bersastra. Menurut saya, sastra dan politik tidak mungkin dipisahkan begitu saja. Politik sastra atau sastra politik, tinggal dibolak-balik, akan dapat membuat kehidupan sastra dan kehidupan politik menjadi lebih berkembang. Sebuah novel politik, tentu lebih bermakna apabila lahir dari sastrawan yang terlibat langsung dalam carut-marut kehidupan politik. Tanpa itu, sebuah karya sastra akan kering kerontang. Sastra adalah politik senyatanya. Di dalamnya konflik, manipulasi, korupsi, konsensus, dan integrasi menjadi indah. Kita dapat belajar dari politik dan sasta sekaligus.
Ya, sastra adalah politik, politik adalah sastra. Pada akhirnya, sastrawan adalah politikus. Apa lagi yang mesti kita ributkan?

*Rahmat Asmayadi, Penikmat kopi susu tinggal di Sidoarjo

Jumat, 18 Januari 2019

Aku Harus Pergi, ataukah Bertahan. . .

Bukan
Bukan aku tidak ingin berjuang mempertahankanmu
Bukan aku tidak ingin kau ada di sisiku
Bukan aku sudah lagi tidak menginginkamu
Bukan aku sudah tidak membutuhkanmu di hidupku

Aku ingin
Aku mau
Aku masih
Namun sepertinya kau tidak
Aku hanya tidak ingin lelah terus mengikutimu
sementara kau tidak pernah membiarkanku
berjalan disisimu

Ku rasa kali ini aku perlu mengikuti egoku
Rasionalku
Aku harus pergi darimu
Membangunjarak itu
Apakah aku mampu? Itu bergantung pada sikapmu
Kamu yang memaksaku
Aku merasa bodoh menyukaimu
Aku merasa kau jauh dari kata menghargai rasaku
Aku merasa kau pun mulai membangun tembok diantara kita

Aku hanya tidak ingin lelah
Aku hanya tidak ingin menjadi lebih bodoh
Aku hanya tidak ingin terus merindu dan kau acuhkan rasaku
Aku menyukaimu namun aku masih menyayangi diriku

Kali ini aku memang harus pergi dari rasa yang mulai bersemi ini
Rasa yg belakangan mengganggu hariku
Rasa yang belakangan terus tumbuh seiring perubahanmu

Ah apa aku terlambat?
Ku rasa tidak
Jika dirimu memang menginginkanku Seharusnya tidak seperti ini
lni terasa salah
Benar benar salah

Aku harus pergi darimu
Menjagajarak seiring waktu
Biar waktu yang menjawab seluruh tanyaku
akan perubahan sikapmu

Aku tau aku akan sangat merindukanmu
Tak apalah, demi kebaikanku aku tetap harus pergi menjaga jarak dari kamu.
Tak akan ku biarkan perasaan ini terus membodohiku
Untuk terus mengharapkanmu...

Rabu, 26 Desember 2018

LOKATA

LOKATA, sebuah nama judul blogger. Dengan mengenakan slogan "a better way to share experienves" yaitu cara terbaik untuk berbagi pengalaman.

Awal mula kata Lokata dibentuk pada awal tahun 2018, bulan Januari. Sebenarnya sudah lama plat blog ini muncul, namun adapun yang melatar belakangi nama Lokata.

Sejarah
-------------
Pada tahun 2012, mengenakan judul blog Surveivor. Dengan jargon "Stop membaca, Lestarikan kebodohan!". Nama surveivor sendiri bermula dari banyaknya pengamat, pelaku dan penggiat alam yang menuliskan cerita deskripsi pengalaman yang didapat seusai ia mengeksplor sebuah tempat yang memang layak untuk di ceritakan dan di tulis di blog.

Nama Surveivor sendiri berasal dari kata baku Survei, yang berarti penelitian kuantitatif dengan menggunakan pertanyaan terstruktur yang sama pada setiap orang, kemudian semua jawaban yang diperoleh peneliti dicatat, diolah, dan dianalisis. Sedangkan Or-nya adalah pelaku itu sendiri/orang/manusia-nya. Jadi pelaku dan pengamat yang sedang melakukan analisa, kemudian menuliskan sub kerangka yang nantinya akan dijadikan sebuah cerita di blog.

Namun, judul surveivor ini mengenakan alamat website officialasmayadi.blogspot.com, tapi kurun waktu 5 tahun akun halaman official sudah dihapus pada akhir 2017. Berganti link URL surveivor.blogspot.com dan baru nama judul Lokata terbentuk dijadikan halaman utama blog.

Blog Lokata sendiri berisi tentang berita, gaya hidup, teknologi informasi, pengetahuan dan internet. Dan mengalami 2 pergantian logo yakni pada akun officialasmayadi dan Lokata sendiri, dengan gambar utama segi enam. Terdiri dari dua warna yakni merah dan hitam.

Adapun konten dan menu blog, bersifat inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi dan zaman yang nantinya akan menyesuaikan dari pada isinya. Itulah, sedikit deskripsi tentang judul blog Lokata. (Blog Pribadi) di kelola oleh Rahmat Asmayadi

Senin, 24 Desember 2018

Kumpulkan Moment, Bukan Kumpulkan Barang! 5 Tips Kantong Aman Saat Liburan

Manfaatkan moment liburan bersama keluarga atau teman, bukan hanya berbelanja
Penting untuk mewaspadai biaya liburan, jangan sampai liburan justru membawa pada sejumlah masalah keuangan
Jangan sampai menjalani liburan tanpa anggaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan

Liburan merupakan kegiatan yang menyenangkan. Banyak orang yang gemar memanfaatkan waktunya untuk berlibur. Apalagi jika kita termasuk orang yang memiliki jiwa travelling. Dijamin kita akan memanfaatkan waktu luang untuk berlibur.
Kegiatan liburan tentu akan membutuhkan sejumlah biaya, di mana jumlah ini bisa saja terbilang cukup besar, tergantung pada kota tujuan dan juga cara menjalani liburan itu sendiri. Ramah atau tidaknya liburan yang kita jalani kepada kantong, tentu akan sangat tergantung pada cara merencanakan dan menjalaninya.
Penting untuk mewaspadai biaya liburan, terutama yang kurang kontrol terhadap keuangan sehari-hari. Jangan sampai liburan justru membawa pada sejumlah masalah keuangan, di mana terjadi pembengkakan biaya liburan yang jumlahnya berada di luar perkiraan sejak awal. Bukannya bersemangat dan bahagia setelah menjalaninya, yang ada akan stres sekembali dari liburan. Atau, bisa jadi akan segera berhadapan dengan sejumlah tagihan yang besar di dalam kartu kredit di bulan depan.
Hindari berbagai masalah setelah liburan dengan antisipasi yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut:
Siapkan barang bawaan dengan cerdas

Lakukan packing dengan cerdas. Jangan membawa terlalu banyak barang. Cukup masukkan barang yang benar-benar penting dan tidak bisa dibeli di tempat tujuan. Dengan begini kamu tidak akan direpotkan barang bawaan selama travelling. Siapkan dokumen-dokumen penting seperti peta, tiket pesawat, kartu identitas, dan paspor. Jangan lupa untuk menyiapkan salinannya.
Simpan uang tunai, kartu, dan dokumen penting di tempat terpisah. Jika kamu mengalami kecopetan atau ketinggalan tas, dengan begini kecil kemungkinannya kamu kehilangan seluruh barang berharga.

Susun Itinerary Perjalanan yang Benar
Jangan berlibur secara mendadak, terutama ke berbagai destinasi yang cukup jauh dan membutuhkan berbagai fasilitas (seperti: kereta api, pesawat dan hotel). Akan sangat tepat jika merencanakan dan mengatur perjalanan liburan sejak jauh-jauh hari, sehingga memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Sebelum berangkat traveling, ada baiknya jika membuat itinerary terlebih dulu agar perjalanan lebih efisien dan lebih terarah. Coba disusun, berapa lama waktu liburan, dan berapa destinasi yang bisa didatangi.
Destinasi yang berdekatan bisa dikumpulkan agar bisa dikunjungi sekalian. Susun rute yang terarah dari satu tempat ke tempat lain dengan berurutan dan tidak bolak-balik.
Sesuaikan Liburan dengan Anggaran
Siapapun tentu mengharapkan sebuah liburan yang menyenangkan, lengkap dengan berbagai fasilitas yang terbaik selama menjalaninya. Namun, hal tersebut belum tentu bisa dicicipi oleh semua orang, terutama mereka yang hanya memiliki sejumlah budget liburan yang pas-pasan saja. Penting untuk menentukan dan merencanakan liburan sesuai dengan budget yang dimiliki.
Jangan sampai menjalani liburan tanpa anggaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan, sebab hal ini berpotensi menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari. Pilih destinasi yang tepat dan sesuai dengan biaya yang dianggarkan, sehingga bisa berlibur dengan tenang dan nyaman tanpa terbebani dengan biaya mahal yang berada di luar jangkauan keuangan.
Disiplin Mengatur Pengeluaran
Ketika berbelanja, jangan lupa kontrol diri sendiri. Jangan kalap ketika berbelanja. Ingat, sesuaikan belanja sesuaikan dengan kebutuhan, jangan sampai berlebihan.

Jangan sampai ketika melihat tanda diskon bertebaran, traveler jadi kalap dan langsung membeli semuanya. Jangan pula tergiur harga murah, lalu membeli suatu barang, padahal ternyata kita tidak butuh barang tersebut.

Nikmati Momen, Tunda Main Gadget
Nikmatilah semua momen saat kita traveling. Rasakan udaranya, keramaian orangnya, bentangan alam yang cantik dan adat budaya yang menarik. Setiap detiknya adalah pengalaman yang seru, jadi jangan sampai terlewati begitu saja.

Salah satu cara untuk menikmati momen traveling dengan maksimal, adalah dengan melepas gadget. Tunda dulu waktu untuk posting di media sosial, saatnya kita jelajah lebih dalam destinasinya. Kalau mau posting, bisa nanti malam saja di penginapan.

Itulah beberapa tips berguna yang bisa kamu terapkan biar kantong aman saat liburan. Semoga bermanfaat dalam perjalananmu ke depan.

Senin, 15 Oktober 2018

Tahu kah kalian, kalo manfaat lari sore sebenarnya tidak kalah dengan lari pagi

Jogging atau lari menjadi salah satu olahraga paling favorit di dunia. Selain nggak butuh pengawasan yang khusus dan murah meriah, berlari terutama di outdoor jadi suatu cara refreshing juga! Satu lagi, nih. Jogging juga cukup fleksibel dilakukan. Umumnya, orang-orang melakukannya di pagi hari. Tapi, ada juga yang lebih siap mengeluarkan sepatu larinya di sore hari.

Lari juga tidak memerlukan keahlian khusus, semua orang dapat melakukannya. Walaupun tanpa keahlian khusus, dalam lari biasanya tetap ada teknik supaya Anda tetap kuat berlari mencapai tujuan yang menjadi target Anda tanpa berhenti. Tolak ukur keberhasilan lari adalah bahwa Anda dapat berlari dengan stabil, enjoy, keringat dapat keluar dengan lancar, dan setelah lari badan terasa bugar.
Setiap waktu memang punya manfaatnya sendiri-sendiri. Nah, kalau manfaat lari sore itu kira-kira apa aja, ya? Berikut manfaat lari sore untuk kalian:

Kondisi tubuh sedang menunjang
Dalam berbagai teori kesehatan, sering dibilang bahwa sore menjadi salah satu waktu yang tepat buat berolahraga. Sebab, saat itu tubuh sedang dalam temperatur yang tepat dan berarti otot juga berada dalam fase yang cukup supple. Nggak heran, saat berlari di sore hari lo akan dapat mencapai kecepatan yang mungkin nggak bisa lo capai di pagi hari.

Fakta ini juga ditunjang sama penelitian dari Dr. Boris Medarov dari Long Island  Jewish Medical Center di New York, Amerika Serikat. Katanya, fungsi paru-paru akan bekerja 6 persen lebih baik saat sore hari. Jadi, manfaatnya bukan hanya cuacanya aja, tapi tubuh lo juga ikutan mendukung!

Adem sepoi-sepoi

Buat kita yang tinggal di daerah dengan cuaca tropis, udara yang lagi adem sepoi-sepoi dan nggak perlu ketemu matahari jadi manfaat lari sore yang paling dibutuhkan. Seperti yang kita tahu, saat berlari tubuh menghasilkan panas dalam tubuh. Nah, dengan lari saat matahari lagi terik-teriknya, lo pasti merasakan kepanasan yang lebih.

Beda banget sama berlari saat sore, misalnya jam empat atau lima sore. Saat itu, matahari yang nggak terlalu terik bisa jadi tambahan penyemangat lo buat menuntaskan track. Ada satu lagi nih tambahan manfaatnya! Jadi, ketika lo lari di waktu dekat terbenamnya matahari, lo nggak perlu takut sama radiasi matahari.

Udah nggak banyak kegiatan, jadi bisa langsung tidur

Punya masalah susah tidur? Olahraga bisa jadi salah satu solusi untuk lo mengembalikan jadwal tidur yang mulai berantakan karena bikin lo lebih cepat ngantuk dan tidur lebih nyenyak. Makin sering olahraga rutin misalnya jogging, tubuh lo juga akan merasa berenergi lebih lama dibanding saat jarang melakukannya.

Manfaat lari sore lainnya adalah karena mayoritas kegiatan seperti kuliah dan bekerja dilakukan saat pagi dan siang hari. Jadi, sore adalah waktu yang tepat buat hit the track dan mengeluarkan sepatu lari lo yang sudah hampir berdebu itu karena lo bisa langsung tidur puas setelahnya. Rasa lelah yang diperoleh dari olahraga juga bikin lebih gampang tidurnya!

Terhindar dari Stres

Dengan melakukan olahraga lari dapat menjauhkan diri Anda dari serangan stres. Manfaat lari sore dalam hal ini adalah sebagai sarana refreshing untuk melepaskan kepenatan setelah Anda melakukan rutinitas kerja. Jadi setelah Anda disibukkan dengan berbagai urusan kerja yang seringkali membuat pikiran Anda menjadi stres, lakukanlah lari sore maka semua beban yang ada di pikiran Anda akan hilang seakan rontok bersama keringat yang Anda keluarkan ketika lari sore.

Sudah sadar sepenuhnya

Ngaku aja, deh! Sering kan kita udah pasang alarm pagi-pagi tapi ujungnya nggak jadi lari? Ngantuk memang kadang jadi alasan yang bisa menghalangi niat baik buat jogging. Kalau jadwal larinya diganti sama sore hari setelah selesai kegiatan misalnya kuliah, susah deh buat cari alasan lain.

Selain itu, manfaat lari sore juga lebih enak, karena tubuh lo udah ‘alert’ alias bangun dan sadar sepenuhnya. Selain karena faktor keamanan karena banyaknya kejadian nggak terduga karena lo lari saat masih dalam keadaan agak tidur,  kesadaran penting banget buat jaga keseimbangan. Nggak mau kan saat asik-asik lari ternyata malah sempoyongan?

| Dalam olahraga terdapat kesenangan, dalam olahraga terdapat kesehatan, dalam olahraga kita kita menemukan banyak hal.

So, who’s ready to hit the track? Sebelum lari, pastikan lo sudah melakukan pemanasan dan memilih sepatu yang tepat, ya!

Sabtu, 13 Oktober 2018

Pekerjaan Part Time yang Cocok untuk Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa dituntut untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah dengan baik sekaligus menjadi manajemen keuangan bagi dirinya sendiri. Bagaimana tidak? Sebagian besar mahasiswa adalah mahasiswa perantauan yang selalu mengandalkan biaya kuliah dan kos kiriman dari orangtua. Alhasil mereka harus berjuang untuk hidup hemat selama sebulan hingga kiriman dari orangtua bulan depan tiba.

Sayangnya, perencanaan ini seringkali tidak berhasil karena ada saja kebutuhan mendesak di tengah bulan yang mengakibatkan mahasiswa kehabisan uang saku. Untuk mengatasinya tak ada lagi cara lain selain melakukan hal-hal kreatif dengan melakukan pekerjaan sampingan untuk menambah uang jajan. Nah, berikut ini ada 10 pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa karena dapat dikerjakan di waktu luang.

1. Guru les

Salah satu dari 10 pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa dan paling populer adalah guru les. Jika Anda yakin dengan kemampuan akademis yang Anda miliki, memilih pekerjaan sebagai guru les adalah usaha yang tepat. Anda bisa memilih antara menjadi guru les bimbingan belajar atau guru les privat. Yang membedakan sih hanya jumlah murid dan kedekatan antara guru dan muridnya saja.

Keuntungan menjadi guru les adalah mahasiswa akan lebih terlatih untuk menghadapi orang lain di dunia kerja sesungguhnya, terutama bagi mahasiswa jurusan pendidikan akan lebih terlatih menghadapi murid-murid sebelum memasuki dunia kerja itu sendiri.

2. Operator warnet

Pekerjaan part time kedua favorit mahasiswa adalah penjaga warnet. Ini memang pilihan untuk mahasiswa yang tidak bisa mengajar tapi punya kemampuan di bidang teknologi. Umumnya yang memilih menjadi penjaga warnet adalah mahasiswa-mahasiswa dari bidang IT.

3. Pemandu wisata

Memang sih pekerjaan sebagai tour guide atau pemandu wisata tidak setiap saat tersedia. Namun ini kesempatan emas bagi Anda yang berada di jurusan pariwisata dan bahasa asing. Keuntungan sebagai pemandu wisata, tentu Anda akan bertemu banyak orang dari berbagai daerah bahkan berbagai negara. Penghasilan seorang pemandu wisata juga tidak sedikit per harinya, tapi sayang pekerjaan seperti ini tidak selalu tersedia sehingga tidak bisa dijadikan pemasukan tetap.

4. Wartawan lepas

Menjadi seorang wartawan cocok untuk mahasiswa yang gemar menulis. Menjadi wartawan lepas baik di media online atau media cetak dapat digunakan sebagai sarana untuk menyalurkan kemampuan dan hobi mereka dengan tepat. Meskipun penghasilan yang diterima tidak seberapa. Keuntungan utama bagi mahasiswa adalah jam kerjanya yang fleksibel.

5. Penerjemah

Banyak orang membutuhkan penerjemah untuk artikel, surat kontrak, buku ilmiah dan sebagainya. Jika Anda yakin dengan kemampuan Anda di bidang bahasa asing, cobalah mencari pekerjaan sebagai penerjemah. Penghasilan yang Anda dapat bisa tergolong lumayan, umumnya per lembar terjemahan, Anda akan dibayar sebesar Rp 10 rupiah. Cukup menjanjikan. Yang pasti pekerjaan ini membutuhkan ketelitian dan korelasi dengan hasil terjemahan kita. Memang tidak setiap hari ada orang yang menggunakan jasa penerjemah, namun kalau Anda mulai dikenal sebagai penerjemah handal dan banyak menerima orderan, jangan tanya penghasilannya berapa!

6. Penulis lepas

Jasa seorang penulis lepas memang sedang hangat dicari akhir-akhir ini. Wajar saja, karena para pebisnis online pasti membutuhkan penulis-penulis handal yang dapat mengisi website mereka dengan tulisan berkualitas. Jika Anda berpikir seorang penulis lepas hanya menyalin catatan dari kertas ke komputer, ini jelas-jelas keliru. Di era digital, seseorang akan mencari jasa penulis lepas untuk membantunya menulis artikel sesuai topik yang diminta. Nah, jika Anda memang seorang mahasiswa yang hobi menulis dan memiliki wawasan luas, cobalah mencari pekerjaan parti time sebagai penulis lepas. Namun agar tulisan yang Anda kerjakan hasilnya maksimal, carilah topik tulisan yang benar-benar Anda kuasai.

7. Maintenance website

Saat ini perusahaan-perusahaan besar mulai memantapkan promosinya melalui internet. Mereka membangun website dengan tampilan profesional dan sesuai tujuan perusahaan. Disinilah peran Anda sebagai mahasiswa komputer/teknik informatika membantu memaintenance situs mereka sehingga jauh dari tampilan standar atau lambatnya akses. Menariknya pekerjaan maintenance web bisa dilakukan secara remote atau dari rumah saja dengan waktu kerja part time. Jadi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun asal Anda bertanggung jawab penuh pada pekerjaan Anda tersebut.

8. Desainer

Ini adalah salah satu dari 10 pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa terutama yang berada di jurusan desain grafis. Namun tidak menutup kemungkinan dikerjakan juga oleh mahasiswa jurusan lain. Konsep bisnis jasa ini cukup sederhana yaitu Anda membuat desain dan menjualnya atau Anda mencari target market untuk menawarkan desain, jika deal, baru Anda kerjakan. Penghasilan yang didapatkan tentu tergantung dari bagaimana tampilan desain Anda sendiri dan itu bisa cukup besar asalkan desain Anda dianggap menarik dan bermanfaat.

9. Penjaga toko

Pekerjaan part time terakhir adalah sebagai penjaga toko. Waktu yang diperlukan juga fleksibel sehingga tidak mengganggu jadwal kuliah Anda. Bicarakan terlebih dahulu dengan pemilik toko tentang status Anda sebagai mahasiswa agar mendapatkan keleluasaan. Anda bisa menjadi penjaga toko mainan, toko buku, toko pakaian dan sebagainya.

10. Pelayan di resto cepat saji

Bekerja di restoran cepat saji bisa juga dilakukan secara part time. Keuntungan bagi mahasiswa adalah teraturnya jam kerja dan penghasilan yang tidak mengecewakan. Selain itu, karyawan di restoran cepat saji umumnya bisa mendapatkan jatah makan gratis dari restoran, lumayan kan?

Itu dia 10 pekerjaan part time yang cocok untuk mahasiswa. Semoga menginspirasi para mahasiswa yang sedang mencari pekerjaan sampingan.

Jumat, 21 September 2018

Cara Mengecek keabsahan ijazah Perguruan Tinggi

Untuk memastikan keabsahan ijazah anda, pastikan nomor ijazah anda dapat diverifikasi melalui SIVIL.

Pastikan anda mengisi Perguruan Tinggi, Nomor Ijazah dan Angka pengaman dengan benar.

Apabila nomor ijazah anda tidak terdaftar, silakan hubungi Perguruan Tinggi yang menerbitkan ijazah untuk memastikan data anda telah dilaporkan melalui PD-DIKTI.

https://ijazah.ristekdikti.go.id

Senin, 27 Agustus 2018

Esensi Belajar Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata 'Ma Hyang' yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan', hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. wayang mengambil cerita dari naskah Mahabharata dan Ramayana, tetapi tak dibatasi hanya dengan pakem (standard) tersebut, ki dalang bisa juga memainkan lakon carangan (gubahan). Beberapa cerita diambil dari cerita Panji.
Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Wayang kulit lebih populer di Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan wayang golek lebih sering dimainkan di Jawa Barat.

Sejarah Wayang Kulit
          Wayang salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
konsep filsafat menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Hadirnya tokoh panakawan dalam  pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In¬donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem¬perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.
Mengenai asal-usul wayang kulit di indonesia ada dua pendapat. Pendapat pertama: bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Jawa Timur. Pendapat ini dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt. Alasannya karena seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa.
           Pendapat kedua: wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Pendapat ini dikemukakan oleh Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India.
           Sejak tahun 1950-an, buku-buku pe¬wayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.
          Budaya wayang diperkirakan sudah lahir di Indo¬nesia setidaknya pada zaman pemerintahan Prabu Airlangga, raja Kahuripan (976 -1012), yakni ketika kerajaan di Jawa Timur itu sedang makmur-makmur¬nya. Karya sastra yang menjadi bahan cerita wayang sudah ditulis oleh para pujangga Indonesia, sejak abad X. Wayang sebagai suatu pergelaran dan tontonan pun sudah dimulai ada sejak zaman pemerintahan raja Airlangga. Beberapa prasasti yang dibuat pada masa itu antara lain sudah menyebutkan kata-kata "mawa¬yang" dan `aringgit' yang maksudnya adalah per-tunjukan wayang.
          wayang sudah ada sejak zaman neolithikum, yakni kira-kira 1.500 tahun sebelum Masehi. Pendapatnya itu didasarkan atas tulisan Robert von Heine-Geldern Ph. D, Prehis¬toric Research in the Netherland Indie (1945) dan tulisan Prof. K.A.H. Hidding di Ensiklopedia Indone¬sia halaman 987.
Pembuatan
         Wayang kulit dibuat dari bahan kulit kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran, perbuah wayang membutuhkan sekitar ukuran 50 x 30 cm kulit lembaran yang kemudian dipahat dengan peralatan yang digunakan adalah besi berujung runcing berbahan dari baja yang berkualitas baik. Besi baja ini dibuat terlebih dahulu dalam berbagai bentuk dan ukuran, ada yang runcing, pipih, kecil, besar dan bentuk lainnya yang masing-masing mempunyai fungsinya berbeda-beda.
           Namun pada dasarnya, untuk menata atau membuat berbagai bentuk lubang ukiran yang sengaja dibuat hingga berlubang. Selanjutnya dilakukan pemasangan bagian-bagian tubuh seperti tangan, pada tangan ada dua sambungan, lengan bagian atas dan siku, cara menyambungnya dengan sekrup kecil yang terbuat dari tanduk kerbau atau sapi. Tangkai yang fungsinya untuk menggerak bagian lengan yang berwarna kehitaman juga terbuat berasal dari bahan tanduk kerbau dan warna keemasannya umumnya dengan menggunakan prada yaitu kertas warna emas yang ditempel atau bisa juga dengan dibron, dicat dengan bubuk yang dicairkan. Wayang yang menggunakan prada, hasilnya jauh lebih baik, warnanya bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan yang bront.

Dari Kearifan Lokal, Tumbuhkan Pendidikan Karakter

Pendidikan dipercaya dapat mengemban tugas untuk membentuk insan yang cerdas dan berbudi pekerti luhur. Melalui pendidikan diharapkan terbentuk tunas-tunas bangsa yang cerdas, berjiwa kebangsaan, cinta tanah air, bertanggung jawab, peka terhadap sosial dan lingkungan.

Dengan kata lain, pendidikan mempunyai kewajiban membentuk moral bangsa. Namun, kenyataannya pendidikan telah gagal mengemban tugas mulia tersebut. Kegagalan pendidikan mengemban tugas tersebut dapat dilihat masih banyaknya terjadi tindak pidana korupsi, narkoba, kerusuhan, terorisme, dan lain sebagainya.

Kegagalan dunia pendidikan dalam mengemban tugas, tentu ada penyebab yang perlu dikritisi agar bisa dicarikan solusi yang tepat. Para ahli menduga bahwa penyebab kegagalan pendidikan dalam membentuk moral bangsa adalah diakibatkan oleh pengembangan pendidikan selama ini tidak memberikan perhatian yang seimbangan antara kecerdasasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual (Asmani, 2012).

Pendidikan lebih menekankan pengembangan aspek intelektual semata dan mengesampingkan aspek hati nurani, iman, dan keterampilan berperilaku. Setiap sekolah berlomba-lomba mengejar target kurikulum yang ditandai dengan materi yang tertuang dalam kurikulum telah disampaikan kepada peserta didik (Judiadi, 2010).

Di satu sisi, guru dikejar oleh waktu harus menyelesaikan sekian kompetensi dalam satu semester, dan di sisi lain siswa dituntut untuk menguasai materi sebanyak-banyaknya. Hal ini menyebabkan siswa hanya terasah pada aspek kognitif, sementara aspek afektif dan konatifnya terabaikan.

Pola pendidikan seperti tersebut yang telah berlansung dalam waktu cukup lama berakibat pada matinya hati nurani siswa (Nurchaili, 2010). Siswa menjadi tidak peduli pada lingkungan sosial, siswa menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitar, dan siswa tidak menyadari bahwa tujuan hidup adalah memberikan pelayanan dan saling menolong terhadap sesama.

Permasalahan lainnya terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah guru bidang studi tertentu memiliki pandangan bahwa urusan perilaku dan moral anak sudah ditangani oleh guru PKn dan guru agama.

Dengan kata lain, guru bidang studi lainnya tidak merasa memiliki kewajiban untuk membina moral anak. Ternyata, melalui pendidikan PKn dan agama belum mampu memperbaiki persoalan perilaku siswa. Bahkan, tindakan-tindakan tidak terpuji terus meningkat di kalangan remaja.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa pendidikan PKn dan agama dianggap telah gagal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Pemerintah membuat kebijakan dengan wajib memasukkan pendidikan budi pekerti ke dalam kurikulum di sekolah, untuk mengatasi persoalan merosotnya moral remaja.

 

Pemerintah menaruh harapan besar bahwa melalui pendidikan budi pekerti diharapkan dapat mengikis terjadinya demoralisasi bangsa. Namun, pendidikan budi pekerti juga bernasib sama dengan PKn dan agama. Demoralisasi bangsa tidak dapat dibendung, ibarat penyakit sudah sangat kronis, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Kegagalan PKn, pendidikan agama, dan pendidikan budi pekerti disinyalir karena ketiga mata pelajaran tersebut hanya diajarkan dalam bentuk teori, namun tidak diteladankan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa hanya diajak untuk menghapal konten semata, tetapi teladan dari pendidiknya sangat kurang.

Di samping itu, penerapan PKn, pendidikan agama, dan pendidikan budi pekerti belum memiliki format/pola yang jelas. Dengan kata lain, belum ada pola penerapan yang tepat di dalam mengemas ketiga jenis pendidikan tersebut.

Pemerintah terus mencari solusi yang tepat untuk mengatasi krisis moral tersebut. Pemerintah akhirnya menggunakan pendidikan karakter. Sampai saat ini pendidikan karakter diharapkan mampu sebagai “obat yang manjur” untuk menyembuhkan penyakit kronis yang telah menahun.

Namun sebagai sebuah konsep, pendidikan karakter tidak serta merta langsung bisa diterapkan di sekolah-sekolah. Diperlukan suatu pola atau cara menerapkan pendidikan karakter agar efektif mencapai tujuan sesuai dengan harapan. Dalam kaitannya mencari pola penerapan pendidikan karakter, integritas kearifan lokal di sekolah merupakan gagasan yang perlu diimplementasikan.

Secara etimologis, kearifan berarti kebijaksanaan, pengetahuan atau kecakapan untuk mengetahui, mengenal, menyetujui, membedakan, mencari tahu, menyelidiki, dan mengakui yang benar atau salah (Atmadja, 2008).

Kearifan tidak hanya bertumpu pada pengetahuan pengalaman, tetapi terkait pula dengan pola berpikir holistik, mengingat pengetahuan manusia bersifat kompleks (Suja, 2010). Kearifan juga berdimensi lokal, sehingga dapat ditambahkan label “keruangan” menjadi kearifan lokal (lokal wisdom).

Istilah kearifan lokal tidak hanya mengandung makna bahwa kearifan tersebut tumbuh dari pemecahan masalah yang bersifat lokal, tetapi kesahihannya pun terbatas pada lingkungan di mana dia tumbuh dan berkembang (Suja, 2010).

Kearifan lokal dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu pengetahuandan tindakan yang berpola, dan lazim diwariskan secara turun-temurun atau lintas generasi membentuk tradisi (Atmadja, 2011). Atas dasar itu, kearifan lokal disebut juga kearifan tradisional, yang sering dikaitkan dengan daerah atau etnik tertentu.

Secara substansi, kearifan lokal merupakan bagian dari kebudayaan yang sudah mentradisi, menjadi milik kolektif, dan bersifat fungsional untuk memecahkan masalah, setelah melewati pengalaman dalam dimensi ruang dan waktu secara berkelanjutan (Padmanugraha, 2010).

Pengalaman tersebut ada yang berkaitan dengan interaksi antar manusia atau hubungan manusia dengan alam. Dengan demikian, kearifan lokal dapat dipilah menjadi kearifan sosial dan kearifan ekologi.

Kearifan sosial dipedomani agar menjadi makhluk sosial yang arif dan bijaksana. Kearifan ekologi merupakan pedoman manusia agar arif dalam berinteraksi dengan lingkungan alam biofisik (sekala) dan supernatural (niskala). Dengan demikian kearifan lokal dapat dijadikan sarana untuk membangun dan megembangkan karakter masyarakat.

Berdasarkan makna kearifan lokal yang telah dipaparkan di atas, beberapa kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali dan yang sudah dikenal masyarakat luas berkaitan kearifan sosial yaitu Tattwamasi, Tri Kaya Parisudha, dan Tri Hita Karana.

Tattwamasi artinya kamu adalah aku dan aku adalah kamu. Dalam ajaran Tattwamasi ini mengandung prinsip kebersamaan dan kesetaraan yang juga dikonsepsikan ke dalam asas-asas, seperti suka-duka (suka dan duka di rasakan bersama), salunglung sabayantaka (baik buruk, mati hidup ditanggung bersama), dan saling asah, asih, asuh (saling menghormati, mengasihi, dan menyayangi).

Tri kaya parisudha artinya tiga perilaku yang harus disucikan, yakni manacika (berpikir yang baik), wacika (berkata-kata yang baik), dan kayika (berbuat yang baik) (Pokja Soft Skills, 2011: 7). Ajaran tri kaya parisudha ini mengandung prinsip bahwa perbaikan itu harus dimulai dari dalam diri. Melalui ajaran tri kaya parisudha ini masyarakat diharapkan dapat mewujudkan kehidupan yang penuh kedamaian.  

Tri Hita karana artinya tiga penyebab kebahagiaan manusia. Ketiga penyebab kebahagiaan tersebut, yaitu 1. parahyangan (manusia menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan),  2. pawongan (manusia menjaga hubungan harmonis dengan sesama), dan 3. palemahan (manusia menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan). Ajaran tri hita karana ini mengandung prinsip bahwa manusia adalah makhluk religius, sosial, dan humanis.

Dalam konteks pembelajaran, juga dikenal beberapa kearifan lokal Bali. Kearifan lokal tersebut berkaitan dengan metode pembelajaran yang menjadikan manusia arif, yakni melajah sambilang mesatua (belajar sambil bercerita), melajah sambilang mapalalian (belajar sambil bermain), melajah sambilang megending (belajar sambil bernyanyi), melajah sambilang megae (belajar sambil mengerjakan).

Selanjutnya, dalam upaya memperoleh pengetahuan/kebenaran, masyarakat Bali yang dijiwai oleh ajaran agama Hindu memiliki kearifan yang disebut dengan Tri Premana. Tri Premana adalah tiga cara untuk mengetahui kebenaran (Sudharta dan Atmaja, 2005:8).

Ketiga cara tersebut yaitu sabda premana, pratyaksa premana, dan anumana premana. Sabda Premana adalah cara belajar yang dilakukan dengan memperoleh informasi/mendengarkan langsung dari sumber belajar.

Pratyaksa Premana adalah cara belajar yang dilakukan dengan cara mengamati secara langsung lingkungan sebagai sumber belajar.

Anumana Premana adalah cara belajar yang dilakukan dengan penalaran terhadap materi, konsep/pengetahuan yang tidak dapat dijangkau secara langsung.

Ketiga langkah tersebut, menurut Subagia dan Wiratma (2006) menjadi satu kesatuan yang disebut siklus belajar.

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...