Minggu, 29 April 2018

Mencintai Itu Seperti Main Layangan. . .

Mencintai itu seperti main layangan..
Jika ditarik serampangan bakal putus
Bila diulur sembarang bakal dicuri angin

Mencintai itu seperti main layangan
Tangan sering berdarah-darah tergores benangnya
Tapi kita tidak pernah kapok memainkannya

Mencintai itu seperti main layangan
Waktu lihat ada layangan putus
Kita jatuh bangun mengejar
Tak peduli terik matahari membakar
Tak peduli makian pengendara yang terpaksa ngerem mendadak
Kadang kita dapat layangannya, kadang pula tidak

Mencintai itu seperti main layangan
Waktu layangan kita putus
Kadang menyerah lalu pulang, besok beli yang baru
Kadang tidak rela, masih mengejar sampai dapat

Mencintai itu seperti main layangan
Walau sering jatuh sakit karena kepanasan
Walau tubuh penuh luka karenanya
Walau sering dimarahin orang tua karena lupa pulang
Tetap saja bikin kita kecanduan

Bagi saya, mencintai itu seperti main layangan
Makin tinggi terbangnya makin girang
Tapi perlu hati-hati agar tidak hilang

Bagimu mencintai itu seperti apa?

Sabtu, 28 April 2018

Hati Ini Tetep Hina

(قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ)
[Surat An-Naml 34]

- Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.

Takwil Sufistiknya;

"Sesungguhnya 'Ilahi' apabila memasuki suatu 'hati', niscaya Ilahi akan memfanakannya, dan menjadikan seseorang yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat".

Sebab itu jika seseorang telah mengaku hatinya telah bertemu dengan Tuhan, seharusnya ia merasakan kehinaan dan kerendahan dihadapan Ilahi. tak lantas membuat hatinya menjadi mulia.

Jadi jika hati seseorang merasa mulia karena merasa dirinya telah menjadi seorang sufi atau telah memahami terma-terma sufistik, sebenarnya pada saat itu bukan Ilahi yang bertajalli pada hatinya, namun yang bertajalli adalah keangkuhan, kesombongan, ujub, dan riya dimana sifat-sifat tersebut adalah manifestasi dari sifat-sifat setan.

~ Muh. Nur. Jabir ~

Gus Dur muda di kenal sebagai penulis esai produktif

Gus Dur, demikian panggilan akrab KH. Abdurrahman Wahid, sang presiden RI ke empat. Gus Dur dikenal sebagai sosok yang jago mengulas teori, serta ideologi lain, seperti kapitalis dan komunis.

Tulisannya berserak diberbagai media. Gus Dur muda memang dikenal sebagai kolumnis produktif. Ada sebuah cerita menarik yang di kisahkan Goenawan Mohammad, pendiri Majalah Tempo.

Bahkan, pihak tempo menyediakan meja yang di lengkapi mesin tik khusus untuk Gus Dur. Menurut Goenawan tidak boleh ada yang mengganggunya.

Setiap kali datang, Gus Dur selalu menuju meja itu. Duduk, langsung hanyut dalam tulisannya. Jika sudah rampung, ia membawa hasil ketikannya.

Goenawan mengatakan, Gus Dur selalu meminta honor setelah hasil ketikannya ia serahkan. Padahal, tulisannya belum dimuat.

"Jadi, tulisan belum dimuat, Gus Dur sudah mengijon honornya," kata Goenawan di lansir dari Boombastis, 17 Februari 2017

Sumber : riauonline.com
Nafas Pembaharuan
Hi-Story "Sejarah dalam kisah"

Lima Jalan Esai Menurut KH. Abdurrahman Wahid

Diriwayatkan oleh Syu’bah Asa di esai “Gus Dur Mencapai Cita-Citanya” dalam Melawan Melalui Lelucon (2000), tersebutlah bahwa Gus Dur itu orangnya bersahabat, tidak formal, punya empati besar, cepat bereaksi, di samping luas perhatian dan banyak guyon.

Alkisah di masa-masa itu, ketika TEMPO masih berkantor di Proyek Senen, Jakarta Pusat, sekitar akhir 1970-an sampai 1980-an, Gus Dur kerap datang untuk menulis kolomnya. Produktif sekali. Kalau tidak salah, yang satu belum dimuat, sudah datang yang lain.

Produktivitas Gus Dur itu bikin pemimpin redaksi Goenawan Mohamad menyarankan kepada Syu’bah Asa mengurus satu meja khusus plus mesin ketik untuk dia.

Dan demikianlah, Gus Dur datang untuk menulis kolomnya di TEMPO dengan gaya yang selalu siap untuk (menulis kolom) ngobrol, pakai sandal, tidak pernah bersepatu, pakai hem lengan pendek, tidak pernah pakai peci, apalagi dasi. Gus Dur selalu membawa lelucon yang membuat orang tergelak-gelak. Setelah ger-geran sedikit, barula ia menuju mejanya dan mulai mengetik. Sekitar dua jam kemudian ia mendatangi Goenawan, atau saya, dan menyerahkan tulisannya.

“Ini. Terserah Mas Syu’bah.” Atau, “Terserah Mas Goen.”

Sesudah itu ia tak peduli mau diapakan kolomnya: diedit, dibolak-balik, dikurangi, terserah. Asalkan masih tetap pikiran dia tentu saja. Biasanya Goenawan menaruh lagi kolom yang diberikan Gus Dur itu di meja saya. Tapi, kalau sudah dia sentuh sedikit-sedikit, ya, saya teruskan saja ke pracetak.

Demikianlah Gus Dur menulis esai yang diriwayatkan Syu’bah Asa.

Dan sampailah ke saya. Setelah membaca (lagi) serangkaian esai Gus Dur, baik yang dimuat di Prisma, Kompas (sudah dikumpulkan dalam satu buku), maupun Tempo (sudah dikumpulkan dalam satu buku), saya mengerucutkan lima asas Gus Dur dalam menulis esai khas dirinya:

1. Menulislah dengan spontan. Dimulai dengan gojek di antara kenalan karena guyonan membuat rileks. Saat pikiran rileks itulah spontanitas muncul.

2. Disiplin. Banyak gojek, tak berarti leyah-leyeh. Ratusan esai yang sudah dituliskan tentu tak lahir dari kesembronoan menata waktu. Termasuk dalam hal ini disiplin dalam menulis cepat.

3. Pertajam indera. Bahkan saat dalam bus mendengarkan teriakan-teriakan kondektur bus dan segala perubahannya. Juga buka lebar-lebar mata membaca perubahan perilaku gaya hidup orang lain.

4. Silaturahmi. Pengalaman banyak ditimba dari silaturahmi. Pengalaman adalah salah satu data penting dalam membangun esai yang lancar.

5. Membaca. Mau jadi penulis esai, tapi malas membaca (esai)? Lupakan! Membaca menjadikan spektrum pikiran menjadi luas. Mentang-mentang dari pesantren, tahunya hanya soal agama melulu, kitab keluaran dari kawasan tertentu saja. Musik? Film? Sepak bola? Gaya hidup? Humor? Politik? Ekonomi? Buku? Agraria? Membaca memungkinkan menjadi banyak tahu. Perkara didalami semua, lain soal.

Dikutip : Muhidin M Dahlan
Dec 29, 2015

Jumat, 27 April 2018

Dalam Romantisme Kartini - DUTA MASYARAKAT

Beberapa nama tokoh perempuan perjuangan juga menghiasi sejarah bangsa kita, Tribuwana tungga dewi (memerintah kerajaan Majapahit), Christina Martha Tiahahu  dari Maluku , Cut Nyak Dhien dan Cut Nyak Meutia, dua srikandi Aceh , dengan berbagai fakta sejarah di atas ternyata jauh sebelum Kartini banyak tokoh perempuan yang berhasil mengambil peran berjuang untuk memerdekankan bangsa Indonesia.

Diera  zaman perjuangan ada nama pejuang sosial, R.A. Kartini beliau lahir tanggal 21 April 1879  dan meninggal pada 17 September 1904 berati sudah hampir 112 tahun lamanya wafatnya pejuang perempuan tersebut. Akan tetapi namanya masih dikenal, dan hari lahirnya pun selalu diperingati setiap tahunnya  sebagai pejuang Perempuan.

Walaupun Kartini Pejuang Perempuan tersebut  wafat di usia yang cukup muda di usia 25 tahun, akan tetapi beliau sudah menorehkan sejarah dan dikenang dan kita selalu memperingati hari lahir ibu kita kartini tersebut. Perjuangan Kartini bisa kita jadikan sebagai pijakan tentang bagaimana seharusnya perempuan berperan dalam kehidupannya.

Setiap memasuki bulan April, masyarakat Indonesia terutama kaum perempuannya dipastikan akan hanyut dalam euphoria `Kartini'. Yah, karena bertepatan dengan tanggal 21 April, bangsa kita selalu memperingati Hari Kartini. Kartini merupakan pahlawan perempuan Indonesia yang dikenal melalui spirit emansipasi perempuannya, dan karena spiritnya tersebut Kartini menjadi berjasa bagi perempuan-perempuan Indonesia.

Konstruksi kepatutan dalam masyarakat yang meletakkan peran perempuan hanya pada ranah domestik, telah memasung kaki perempuan dari kesempatan untuk berekspresi. Sepatutnya perempuan yang berusia dua puluh sekian tahun sudah menikah, kemudian mereka kelimpungan mencari calon suami. Sepatutnya perempuan yang sudah menikah segera bereproduksi, kemudian ada tuntutan pada fungsi rahimnya. Sepatutnya perempuan diam di rumah dan mengurus keluarga, kemudian dibatasi ruang geraknya.

Dan segudang kepatutan-kepatutan lain yang menekan dan mengikat kaki mereka erat-erat. Belum Iagi perbincangan mengenai rumah tangga dan perkawinan yang sering kali meletakkan fokus pada peran perempuan semata, menjadikan ikatan itu semakin erat.

Padahal, sebagai bagian dari masyarakat, perempuan memiliki peluang untuk berperan secara aktif pada ranah publik. Entah itu sebagai tenaga pekerja, tenaga pendidik atau apapun. Yang jelas, perempuan juga merupakan sumber daya manusia yang potensial dalam pembangunan sesuai dengan keterampilan dan pendidikan yang dimilikinya.

Tidakjarang perempuan dengan pendidikan tinggi, berusia tiga puluh sekian tahun, berkarir dan belum menikah "dihakimi" secara sadis oleh konstruksi kepatutan itu. Anggapan bahwa terlalu memilih dalam mencari pasangan, terlalu fokus pada pendidikan dan karir sehingga tidak memikirkan jodoh, tidak membuka diri dalam pergaulan sampai hinaan tidak berpenampilan menarik atau bahkan sebutan jelek kerap melayang kepada mereka.

Belum Iagi fungsi rahimnya yang dipertanyakan. Padahal tidak seorang pun di luar sana yang benarbenar tahu apa yang dilalui dan sedang diperjuangkan oleh para perempuan. Belum Iagi sesama perempuan nantinya akan berjuang demi kebenaran status mereka sebagai ibu yang tinggal di rumah atau ibu bekerja yang sebetulnya tidak perlu.

Perempuan memiliki Iahan perjuangannya masing-masing yang tidak perlu dibandingbandingkan apalagi dihakimi. Sehingga, konstruksi kepatutan-kepatutan yang ada sebaiknya dipikirkan ulang oleh masing-masing dari kita untuk mengurangi, kalau perlu menghilangkan, sikap menghakimi dan menjegal ekspresi seorang perempuan.

Momen peringatan hari kelahiran R.A. Kartini bisa dimanfaatkan untuk kembali menggali makna perjuangan beliau secara utuh. Bukan hanya sebatas perayaan simbolik dengan mengenakan kebaya dan berkonde atau lomba memasak semata. Perjuangan Kartini Iebih cerdas dari sekedar ornamen dan solekan yang melekat pada tubuh perempuan.

"Seperti pemikiran beliau yang menempatkan pendidikan sebagai harga mati agar masyarakat berpikiran maju, perempuan butuh pengetahuan dan pendidikan yang luas untuk menjadi manusia pembangunan; baik itu di ranah domestik maupun publik".

Biarkan mereka memilih ranah perjuangan mereka dan keputusan itu bukan untuk dihakimi. Jangan biarkan kepatutan-kepatutan yang terkonstruksi di masyarakat mendikte masa depan perempuan. Selamat Hari Kartini, bagi perempuan Indonesia.


Oleh : Rahmat Asmayadi

Guru SDN Suko 2 Kecamatan Sidoarjo dan Sekretaris III PAC Ansor tinggal di Sidoarjo 

Sumber : Koran DUTA MASYARAKAT
Edisi : Jumat, 20 April 2018
Regional : Beredar di Surabaya dan Jakarta

Kamis, 19 April 2018

Jangan Lupakan Sejarah

Ayo bangsa Indonesia,
Dengan jiwa yang berseri-seri.
Mari berjalan terus,
Jangan berhenti.
Revolusimu belum selesai,
Jangan berhenti.
Sebab siapa yang berhenti akan di sêrét oleh Sejarah.
Dan siapa yang menentang corak dan arahnya sejarah,
Tidak perduli tiada bangsa apapun,
yang akan digiling, dijilat oleh sejarah itu amat sekali.

Ir. Soekarno

Minggu, 15 April 2018

Keluar Kelas Saja agar Tidak Bosan

SDN Suko 2 Kecamatan Sidoarjo menggelar kegiatan outbound atau pembelajaran di alam terbuka di Wisata Bukit Flora, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Rabu (21/3/2018). Outbond diikuti siswa Kelas 5.

Pembelajaran di luar kelas itu berguna untuk melatih motorik anak dan membuat anak lebih fresh atau tidak bosan. Namun, beberapa orang tua/wali murid ada yang ikut untuk mendampingi siswa.

Saras, salah satu wali murid mengatakan, kegiatan itu sangat positif karena dapat menumbuhkan semangat anak-anak.

“Saya sangat mendukung anak saya ikut. Apalagi anak saya cowok, jadi saya perbolehkan ikut semua permainan supaya dia lebih berani. Lagi pula tempatnya tidak kotor,” ucapnya.


Antusiasme orang tua dalam mendampingi anaknya sangat baik. Selain sigap membawa kebutuhan makanan, orang tua juga sigap membawa kebutuhan di lapangan.

“Saya bawa snack untuk anak, terus bawa lotion antinyamuk karena di sini kan banyak nyamuk,” ujar Evi, orang tua siswa.

Kegiatan di luar ruangan itu tentunya sangat ditunggu anak-anak. Apalagi mereka sudah diberi tahu ada banyak permainan yang akan mereka jalani, salah satunya flying fox, tarik tambang, dan kolam renang.

Rointan Padosi, guru Kelas 5 mengatakan, kegiatan itu bertujuan merekatkan persaudaraan antarsiswa dan membantu meningkatkan kecerdasan motorik. Itu juga melatih sikap sosial bagi siswa setelah mengikuti ulangan tengah semester.

“Beragam permainan tentu memerlukan penjagaan ekstra untuk siswa. Oleh sebab itu, kami sudah menyiapkan berbagai perlengkapan termasuk untuk kesehatan," ungkapnya.

Rahmat Asmayadi
Guru SDN Suko 2 Kecamatan Sidoarjo 
Sidoarjo


Sumber : surabaya.tribunnews.com
Koran SURYA 
Edisi : Sabtu, 7 April 2018 


Senin, 26 Maret 2018

Cara Aktivasi Permanen Microsoft Office 2016

Melengkapi aktivasi Windows 10 yang sudah ada kali ini admin akan berbagi cara untuk aktivasi microsoft office 2016 yang sudah ada versi RTM Office 2016. Microsoft Office 2016 memiliki performa yang lebih baik dari versi office sebelumnya dengan penggunaan memori yang lebih efisien sehingga meningkatkan kinerja secara keseluruhan. Cara aktivasi Microsoft Office 2016 dapat dilakukan dengan mudah dengan mengikuti tahapan yang akan admin bahas. udah gak sabar aktivasi Microsoft Office 2016? 

 Office 2016 Menu Untuk aktivasi Microsoft Office 2016 dapat dilakukan dengan salah satu cara dibawah ini yaitu: 

 1. Gunakan KMSAuto Net 2015 1.5.2 download Disini atau Disini 
2. Jalankan Setup.exe (run as admin) 
3. Klik Activate dan pilih Activate Office 
4. Tunggu sampai muncul popup task scheduler dan pilih Yes 
5. Selamat office sudah teraktivasi dan akan selalu direset tanpa batas Untuk aktivasi lainnya akan di update kemudian :D

Jumat, 16 Maret 2018

TOLAK RUU MD3, SOMASI DUDUKI RUANG PARIPURNA DPRD SIDOARJO

Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo (SOMASI) menduduki ruang paripurna Kabupaten Sidoarjo, Kamis (15/03/2018). Aliansi yang tergabung dari Golongan Ormek PMII, HMI, IMM,Partispa PMKRI, beserta BEM Se Sidoarjo yaitu BEM UNUSIDA, BEM SIUS, BEM UMSIDA, serta para partisipan dan lain lainnya dengan tegas menolak dan menyesalkan revisi UU MD3 tersebut Dalam orasinya , mereka meminta agar undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dibatalkan.

Orasi berlangsung dari Gor Sidoarjo Menuju ke Alun-alun Sidoarjo dan terakir di halaman depan kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, kemudian Massa memaksa masuk ke dalam kantor dan langsung ke ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo..

Dalam orasinya mereka Menuntut Legislatif Kabupaten Sidoarjo bersama Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo (SOMASI) untuk bersama-sama menandatangani petisi yang berisikan pernyataan sikap menolak Perubahan Ke dua (II) Undang-Undang N0. 17 Tahun 2014 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dewan Perwakilan Daerah (MD3).

Selanjutnya, mereka meminta DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk mensosialisasikan UU MD3 kepada masyarakat. Kemudian untuk memgembalikan tugas pokok Polisi.

“Selain itu mereka juga meminta MK untuk mengembalikan Demokrasi yang seungguhnya. Terakhir, revisi UU MD 3 terkiat inumitas anggota dewan,” ucap Dimas Korlap Aksi saat lakukan orasi.

nampak, aparat kepolisian yang mengamankan tidak berdaya menahan desakan massa yang menerobos masuk dan menduduki kursi-kursi di Ruang Paripurna DPRD Kabupeten Sidoarjo yang nampak kosong.

Massa aksi sedikit mereda emosi ketika 4 perwakilan dewan menemui dan dilanjut dengan berdiskusi terkait tuntutan, DPR Sidoarjo juga menyatakan Sikap untuk menolak RUU MD3 dan menandatangani Petisi Pernyataan Sikap Menolak U\RUU MD3.

Senin, 05 Maret 2018

Website yang Menerima Tulisan Pembaca

Blog merupakan salah satu media yang paling cepat dan mudah untuk mempublikasikan tulisan. Saya sudah bertahun-tahun menulis di blog. Hal yang membuat semangat nulis di blog adalah jumlah pengunjung dan komentar. Kadang juga keikutsertaan dalam lomba blog atau giveaway. Akhir-akhir ini ikut event blogger juga membuat semangat ngeblog. Namun perlu diakui nulis di media yang sama bertahun-tahun ada jenuhnya juga. Perlu pengalaman bahkan tantangan baru untuk menulis di media lain. Maka saya mendaftar di Hipwee dan menulis ke media cetak. Waktu itu saya belum tahu banyak tentang situs-situs yang menerima tulisan dari pembaca. Saat ini begitu banyak situs yang menerima tulisan pembacanya. Ini menjadi kesempatan bagi blogger atau siapa saja yang suka nulis untuk mendapat pengalaman baru menulis di berbagai situs. Setiap situs memberikan penawaran keuntungan bermacam-macam. Mulai dari potensi di baca & share oleh banyak orang sampai pemberian honor. Saya pun juga mulai menambah media tempat menulis yaitu di Detiknews.com. Saya pun penasaran website apa saja yang menerima tulisan dari pembaca. Setelah saya bolak-balik googling, inilah situs/website yang menerima tulisan dari pembaca: 1. HIPWEE Nggak perlu diragukan lagi betapa famousnya situs yang ada sejak April 2014 ini. Konten-kontennya memiliki daya viral yang kuat. Hipwee pun membuka kesempatan pembacanya untuk ikut mengirim tulisan. Caranya dengan terlebih dahulu login ke situs tersebut. Mengenai kriteria dan step-step memposting tulisan bisa dilihat di halaman redaksi. Sayangnya Hipwee tidak memberi honor. Tapi tulisan kita berpotensi dibaca dan dishare banyak orang. Bayangkan saja, pageview hipwee dalam sebulan bisa mencapai 13-19 juta. Menurut alexa.com, situs yang membuat rangking website di dunia, hipwee menempati peringkat 266 di Indonesia. 2. IDN.TIMES Situs ini bersama popbela.com berada dibawah naungan IDN Media. Menurut www.similarweb.com, Idntimes memiliki pageview sebanyak 3 jutaan per bulan. Situs ini berada di peringkat 31 se-Indonesia. Mulai Februari 2017 Idntimes merilis kanal Community. Maka, untuk menulis di situs ini, silakan login dahulu di halaman community. Ada peluang untuk mendapat honor. Lebih lengkapnya silakan buka: https://life.idntimes.com/inspiration/ernia/menulis-di-idn-times-community-tukarkan-dengan-uang-tunai-c1c2/full 3. Kumparan Founder situs ini merupakan orang-orangnya detik.com. Kumparan.com terhitung masih baru karena baru ada sejak pertengahan 2016. Walau demikian, situs ini menunjukkan tren pageview yang terus meningkat dalam 5 bulan terakhir. Bulan Mei lalu, pageviewnya mencapai 3,6 juta. Peringkat alexa di Indonesia juga bagus yaitu di posisi 49. Jika mau nulis di situs ini, silakan login atau klik create story.

Minggu, 04 Maret 2018

Kata-kata Mutiara

"Biarkan dirimu ter-tenggelamkan di keramaian dunia, asal jangan berhenti berkarya" ~ Rahmat Asmayadi

"Mungkin aku bukanlah yang terbaik dan seperti yang engkau harapkan, Namun aku punya cara terrsendiri bagaimana membahagiakanmu" ~ Asmayadi_er

"Melakukan perbuatan jelek juga takut, melakukan perbuatan baik juga takut. Takut yang sesungguhnya (karena Allah)".

"Ketika engkau merasa hina, kepada seseorang yang engkau temui "cinta dan benci" disitu nikmat sedang berproses"

"Dalam kondisi apapun, nomor satu adalah menikmati dan mnsyukuri kehidupan"~ Asmayadi_er

"Biarkan perlakuan kita dianggap buruk, namun sejarah akan tetap berbicara"~ tentang Organisasi, Rahmat Asmayadi

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...