Minggu, 05 Juni 2016

Sambut Ramadhan dengan Hikmah

Puasa adalah arti dari kata shiyam (bahasa Arab) yang berarti menahan diri. Sedang menurut syara', puasa adalah menahan diri dari makan diri dari makan minum, jima' (hubungan intim suami istri) yang dituntut oleh syara', dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, dengan niat mengharap pahala dari Allah.

"Puasa pada bulan Ramadhan diwajibkan oleh Allah SWT. Bagi semua orang yang beriman, yang telah dewasa atau baligh dan berakal" (Beni Ahmad Encep, 2015 : 131).

Pernyataan di atas dijelaskan dalam firman Allah SWT. Surat Al-baqarah ayat 183-185. Ditambahkan dalam Hadits yang mewajibkan puasa dari Abu Hurairah riwayat Bukhari dan Muslim:
"Berpuasalah kalian karena melihatnya (melihat hilal), dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika hilal itu samar atau kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh".

Dengan demikian hakikat daripada rukun puasa ada dua, yaitu:
1. Menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, dimulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari.
2. Niat, puasa harus dimulai dengan iktikad yang sungguh-sungguh. Niat akan menentukan keikhlasan, keikhlasan menentukan kesungguhan pelaksanaan puasa selama satu bulan penuh.

*Beni Ahmad Encep " Pengantar ILMU FIQH, Pustaka Setia, Bandung ; 2015.

Selasa, 31 Mei 2016

Seleksi Guru dan Pendidikan Agama Perlu Dibenahi

JAKARTA - Seleksi guru agama sangat penting karena aliran atau ideologi oleh guru agama harus sesuai dengan ketentuan yang ada. Maka itu, seleksi guru dan pendidikan agama perlu dibenahi agar pelajar tidak bersikap radikal.

Pemerhati dunia pendidikan Darmaningtyas mengatakan, jika pendidikan agama ditekankan pada dimensi relasi sosial, maka cenderung mengajarkan toleransi. Hal ini, kata dia, akan berpengaruh pada pelajar untuk lebih toleran terhadap sesama.

"Jangan mereka yang berideologi anti-Pancasila jadi guru agama, hanya karena sarjana agama," ujar Darmaningtyas, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Bambang Pranowo menyampaikan persoalan yang sama. Menurutnya,  semua pihak harus menanamkan keberagaman yang damai, menggambarkan wawasan kebangsaan dan kebhinekaan kepada para pelajar. “Karena hal-hal positif itu harus ditanamkan sejak dini,” ucap Bambang.

Dia menambahkan, fenomena intoleransi di kalangan pelajar karena ada kekosongan di beberapa fase soal citizenship. “Ada kekosongan tentang kewarganegaraan, apalagi tentang Pancasila,” tandasnya.

(kur)
Sindonews.com

Rabu, 18 Mei 2016

Bursa Kerja Terbuka, Ayo Cari Kerja !

Job fair Sidoarjo. Bursa kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten sidoarjo bekerja sama dengan perusahaan di laksanakan pada hari Kamis (19/05). Tepat di Gedung Tenis, pukul 09.00 Wib acara baru di mulai. Dikarenakan Bapak Bupati  H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum. tidak bisa hadir dan diwakili oleh bapak H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. wakil bupati Sidoarjo telah resmi membuka acara dengan ditandai pemukulan gong. Dalam sambutannya beliau menuturkan "Dengan adanya program bursa kerja ini, setidaknya kota sidoarjo dapat mengurangi angka pengangguran dan lebih siap menghadapi MEA, kota delta merupakan penghasil investor terbanyak di Propinsi Jawa Timur". Khususnya para pelamar kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan", imbuh wabup.

Turut hadir ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan, S. Thi dan kepala dinas sosial kabupaten sidoarjo yang mendampingi prosesi acara pembukaan bursa kerja tahun 2016. Terdapat sebelas ribu macam pekerjaan yang akan di buka untuk para pelamar. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh penduduk sidoarjo dan berbagai kota surabaya dan sekitarnya. Acara berlangsung sampai sore hari "ujar humas satpol PP Sidoarjo.

Rabu, 02 Maret 2016

Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas

Kamis, 03 Maret 2016 10:00
Jakarta, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengajak Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk membangun sinergitas bersama. Langkah ini dinilai penting penting bagi dua badan otonom NU ini sebagai organisasi yang memiliki segmentasi garapan sama.

"Ya, tentunya ruh perjuangan IPNU-IPPNU sama. Suatu organisasi yang bergerak basis pelajar. Tidak hanya pada IPNU saja, melainkan sinergis dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan)," kata Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid kepada NU Online di sela acara tasyakuran hari lahir ke-61 IPPNU, Rabu (2/3), di Gedung PBNU Lantai 6, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa IPNU-IPPNU perlu bersama membangun negeri dalam berbagai sektor secara kelembagaan untuk menunjukkan eksistensi IPNU-IPPNU yang tanggap dan responsif.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Barat ini menyatakan, berkaitan dengan tema "Pelajar Putri Bersinergi Membangun Negeri" IPNU-IPPNU sepatutnya tidak melupakan agenda internal organisasi dalam menjaga regenerasi. Perlu adanya perhatian khusus terhadap agenda kaderisasi ke depan.

"Tugas kita adalah bersama membangun kembalimindset atau cara pikir bersama. Hal yang menjadi catatan adalah cara pandang yang dimiliki lintas generasi tidaklah sama. Oleh karena itu untuk menerapkan sistem kaderisasi yang relevan kita harus ajak semua lini untuk bersinergi merumuskannya," paparnya.

Ia menegaskan hal utama yang harus diperhatikan adalah membangun kesepahaman dengan semua lini untuk merumuskan cara pikir bersama. Impelemetasinya adalah melihat konsistensi terhadap sistem yang telah dibuat bersama.

"Ya, pada intinya sinergis itu penting agar apa yang kita lakukan menjadi kepentingan bersama. Sekali lagi saya ucapkan selamat harlah ke-61 IPPNU dan saya atas nama IPNU mengapresiasi peran dan kiprah IPPNU selama ini. Harapan ke depan IPPNU mampu mencetak srikandi-srikandi pejuang Islam Nusantara yang bukan hanya sebagai penyeimbang, melainkan pendobrak," pungkasnya. (Afifah Marwa/Mahbib)

NU Online |
http://www.nu.or.id/post/read/66235/ketum-ipnu-ajak-ippnu-bangun-sinergitas?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Jumat, 26 Februari 2016

MAJALAH DINDING SEKOLAH DAN PENGELOLAANNYA

A. Pendahuluan
Majalah dinding atau lebih dikenal dengan singkatannya “MADING” yaitu salah satu jenis media atau sarana penyampaian informasi dan penyaluran minat dan bakat yang dikerjakan dan dikelola oleh kelompok tertentu serta diperuntukkan untuk kalangan tertentu pula.

Mading sangat mungkin dijumpai di banyak tempat seperti mesjid, sekolah, perpustakaan umum, instansi pemerintahan dan lain sebagainya. Hal ini karena mading bisa dikelola oleh siapa saja dan bisa ditempatkan dimana saja. Misalnya Mading Ikatan Remaja Mesjid, Mading LSM, Mading Kampus, Mading Sekolah dan lain-lain.
Mading sekolah adalah mading yang dikelola oleh suatu sekolah tertentu baik siswa maupun guru dan biasanya disajikan agar dapat dibaca oleh warga sekolah tersebut. Mading sekolah selain sebagai media untuk menyampaikan informasi (pengumuman atau berita) juga dapat dijadikan ajang atau sarana pengembangan minat dan bakat baik siswa maupun guru dalam bidang tulis menulis.

Mading juga sangat berperan dalam mengasah kemampuan siswa untuk belajar berorganisasi secara baik, melatih kedisiplinan karena harus bekerja sesuai jadwal, belajar untuk lebih kreatif dalam mencari ide-ide baru untuk tema dan tampilan mading, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggungjawab terhadap tugas yang harus dikerjakannya.
Mengingat keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, maka hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan mading akan selalu dapat terbit pada waktunya dengan tema-tema dan tampilan-tampilan yang menarik.

B. Manajemen Mading Sekolah
Mengelola sebuah media informasi tentu memerlukan kepengurusan yang baik, tertata rapi, dan berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Mading sekolah sekalipun diperlukan suatu kepengurusan atau organisasi agar semuanya bisa berjalan lancar.
Menurut Rachim (2006), dalam pengelolaannya mading harus memiliki dua manajemen yaitu manajemen organisasi dan manajemen redaksional. Kedua manajemen tersebut memiliki tugas yang berbeda satu sama lain.

a. Manajemen Organisasi

Manajemen organisasi dalam pengelolaan mading sebagai sebuah organisasi intra sekolah sangatlah diperlukan, karena tanpa organisasi ini pengelolaan mading akan sulit untuk berjalan dengan baik.
Manajemen organisasi dalam pelaksanaan tugasnya lebih bersifat administratif dan tidak berhubungan secara langsung dengan hal teknis penerbitan mading. Keberadaan struktur atau jabatan manajemen organisasi mading tergantung dari kebutuhan pengelolaan mading itu sendiri.
Menurut Rachim (2006), Manajemen organisasi mading biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin umum, dibantu oleh beberapa seksi seperti seksi Administrasi, Keuangan, Sponsorship, dll., sesuai kebutuhan Mading.
Seorang pemimpin umum bertugas mengkoordinasikan kegiatan secara keseluruhan, bagian keuangan/bendahara bertugas mengatur keuangan terkait biaya operasional dan biaya penerbitan, bagian administrasi/sekretaris berperan terkait dengan surat menyurat terutama yang berhubungan dengan pihak luar seperti permohonan kesediaan wawancara atau lainnya. Bagian sponsorship bertugas mencari pihak-pihak yang mau berkontribusi dengan beriklan atau menyampaikan ucapan selamat dll, dengan perjanjian tertentu.

b. Manajemen Redaksional

Manajemen redaksional adalah manajemen yang bertanggungjawab langsung secara teknis terhadap proses penerbitan mading mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, pencarian bahan/berita sampai publikasi. Manajemen redaksional biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi dan di bantu oleh bagian-bagian lain yang ada di bawahnya seperti redaktur pelaksana, redaktur, reporter dan yang lainnya sesuai kebutuhan mading.
Pemimpin redaksi adalah orang yang adalah orang yang bertanggungjawab penuh atas materi atau isi yang disajikan dalam mading. Redaktur pelaksana bertugas mengkoordinasikan tugas-tugas yang menyangkut keredaksian kepada para redaktur. Redaktur bertugas memberikan instruksi kepada para reporter untuk melakukan peliputan atau pencarian berita atau informasi yang akan disajikan. Setelah mendapat laporan atau bahan-bahan informasi dari reporter, tugas redaktur selanjutnya adalah melakukan proses editing naskah/tulisan serta melakukan rapat koordinasi untuk menentukan kelayakan naskah atau tulisan untuk diputuskan apakah tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau tidak. Sedangkan seorang reporter bertugas mencari berita atau bahan informasi di lapangan sesuai dengan instruksi redaktur atau atas kemauan sendiri.

Dari uraian tentang manajemen mading sekolah dapat digambarkan contoh organisasi mading sekolah sebagai berikut :

a. Pelindung : Kepala Sekolah
b. Pembina : Guru yang kopeten dalam hal kejurnalistikan

c. Pimpinan Redaksi
d. Wakil Pimred
e. Staff Redaksi
f. Produksi
g. Ilustrator
h. Fotografer
i. Editing/Layout
j. Sekretaris Redaksi
k. Keuangan/ Bendahara

Struktur organisasi mading dapat dibuat disesuaikan dengan kebutuhan mading dengan mempertimbangkan jumlah personil, banyaknya kegiatan dan hal-hal lainnya, dan hal lain yang harus diperhatikan dalam penentuan struktur organisasi mading adalah bahwa penugasan sebaiknya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan anggota.

Adapun tugas (job description) dari jabatan redaksi diantaranya :

A. Pelindung;
Memanagement, melindungi dan bertanggung jawab atas suksesi kegiatan kemitraan siswa demi terwujudnya visi dan misi sekolah.

B. Pembina;
Mengayomi dan sebagai pendamping dari pada personil keredaksian, terhadap pengarahan yang lebih baik pada dunia tulis menulis.

C. Pemimpin Redaksi ;
Bertanggung jawab terhadap proses penerbitan, Melakukan konsolidasi atau koordinasi dalam proses perencanaan penerbitan majalah dinding, melakukan koordinasi dengan pembina dan penanggungjawab tentang kebutuhan dan hambatan dalam penerbitan, Mengatasi dan mencari pemecahan masalah yang dialami tim redaksi, memimpin rapat, mendistribusikan wewenang dan tanggungjawab struktur personalia sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk kelancaran dan kesuksesan majalah dinding sekolah yang dikelolanya.

D. Wakil Pimpinan Redaksi;
Membantu terselenggaranya tugas yang di emban oleh pimpinan serta mewakili dari sang ketua pimpinan apabila tidak bisa hadir dalam memimpin rapat.

E. Staff Redaksi;
Mencari berita di lapangan, mengkoordinir tugas para anggota yang telah di bebankan pada personil.

F. Produksi
Membuat berita serta rubrik majalah.

G. Ilustrator
Membuat imajinasi dan kreator terhadap hasil rubrik majalah mading yang lebih menarik dan indah untuk di konsumsi pembaca.

H. Fotografer
Memotret hasil gambar atau foto-foto isi pada rubrik dan kejadian yang realtime/langsung.

I. Penata Letak (Lay Out) ;
Merencanakan tata letak visual teks dan gambar media, Menata letak teks dan gambar sesuai dengan kebijakan redaksi (hasil rapat).

J. Bagian Sekretaris Redaksi/Administrasi ;
Mengelola adminitrasi keredaksian, menotulensi hasil rapat redaksional, pengetikan undangan rapat serta pembuatan proposal.

K. Bagian Keuangan ;
Mengatur sirkulasi keuangan, biaya operasional redaksi dan pengestimasian anggaran dana bulanan.

Bagian Sponsorship ; Mencari sponsor (misal ; iklan). Nb; Jika diperlukan

C. Pembuatan Mading Sekolah
Setelah susunan kepengurusan atau Struktur Organisasi mading terbentuk, maka tahapan selanjutnya yang harus dijalankan oleh tim adalah pembuatan mading yang harus dikerjakan melalui beberapa tahapan. Agar pelaksanan pembuatan mading ini maka hendaknya setiap personil harus disiplin dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya.

Sebelum masuk pada pembuatan mading itu sendiri sebaiknya Tim Mading melaksanakan rapat untuk mendiskusikan hal-hal yang penting agar diketahui dan difahami bersama oleh setiap personil Mading. Adapun hal-hal yang perlu didiskusikan diantaranya.

a. Waktu Terbit

Waktu terbit mading perlu menjadi bahan diskusi, hal ini karena ada beberapa alasan salah satunya agar pelaksanaan kegiatan pembuatan mading itu tidak mengganggu waktu belajar seperti situasi menjelang pelaksanaan ujian. Selain itu waktu terbit mading harus diperhatikan jangan sampai mading terbit menjelang liburan sekolah, sebab apabila mading terbit dan di pasang menjelang libur sekolah mading itu akan sia-sia karena tidak ada yang membaca.
Waktu terbit Rutin mading pun sebaiknya diperhatikan dan dijadwalkan sedemikian rupa sehingga mading bisa terbit secara rutin dan waktu terbitnya juga tepat. Penerbitan mading sekolah bisa dilakukan misalnya setiap 2 minggu sekali atau setiap satu bulan sekali. Penggantian mading sebaiknya jangan terlalu cepat ataupun terlalu lama sebab bila mading diganti terlalu cepat barangkali belum sempet dibaca orang lain sehingga sangat sayang jika apa yang telah dikerjakan tidak berguna. Begitupula jika penggantian mading dilakukan terlalu lama mungkin akan menimbulkan efek bosan bagi pembaca, sehingga mereka enggan untuk datang melihat mading.

b. Tema

Mading yang diterbitkan sebaiknya memiliki Tema yang berbeda-beda untuk setiap kali terbit. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak bosan dengan satu tema yang disajikan dan juga diharapkan dapat menambah wawasan para pembaca tentang tema-tema yang disajikan.
Pemilihan tema mading sangat bebas bisa, misalnya mengenai remaja, IPTEK, Seputar Kegiatan Nasional atau Internasional terkini, atau juga dapat disesuaikan dengan bulan-bulan terbit seperti bila terbit bulan januari bisa mengulas masalah tahun baru, bila terbit bulan April bisa mengulas masalah kepahlawanan atau semangat Juang R.A. Kartini, dll.

c. Rubrik

Rubrik mading merupakan topik-topik yang dapat disajikan dalam mading. Rubrik mading bisa saja sama setiap kali terbit, atau bisa juga berubah jika diperlukan. Jumlah dan jenis rubrik dalam mading tergantung dari kesepakatan bersama anggota tim. Apabila rubrik sudah ditentukan maka langkah berikutnya akan memudahkan dalam pembagian pelaksanaan tugas. Misalnya setiap rubrik yang sudah ditentukan dibebankan kepada dua, tiga, atau lebih anggota dan mereka bertanggungjawab untuk mengisi rubrik tersebut.
Meskipun rubrik mading dapat berubah-ubah, namun sebaiknya ada beberapa rubrik yang dipertahankan setiap kali terbit. Beberapa contoh rubrik yang dapat dimuat dalam mading sekolah misalnya :
– Berita Utama, berisi tentang ulasan tema yang di usung
- Berita khusus, merupakan berita pendukung dari berita utama
- Berita Seputar Sekolah
– Cerpen
– Puisi
– Sahabat mading
– Surat Pembaca
– Profil Siswa / Guru
– Dll.

d. Jadwal Kerja

Dalam pelaksanan kegiatan pembuatan mading penjadwalan adalah sesuatu yang harus dibuat apabila mading ingin bisa terbit tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Penjadwalan bisa didasarkan pada tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan seperti batas akhir pengumpulan materi, penyortiran materi layak terbit atau tidak, editing, layouting, dekorasi dll. Jadwal yang sudah ditetapkan sebaiknya dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam pembuatan mading adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan Materi

Pengumpulan materi merupakan tugas seorang reporter. Materi yang dapat ditampilkan dalam mading dapat berasal dari mana saja seperti :

1. Hasil Studi Pustaka
Studi pustaka dapat dilakukan melalui buku, majalah, koran, internet, dan lain sebagainya.
2. Hasil Survey atau pemantauan langsung di lapangan
Seorang reporter dapat mencari sumber berita dengan terjun langsung ke lapangan untuk meliput peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang terjadi di lingkungan baik sekolah maupun masyarakat.
3. Hasil Interview/Wawancara
Wawancara dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari orang-orang yang bersangkutan seperti pakar, praktisi, profesional, pengamat, pelaku, korban, dll.
4. Menerima Pengiriman Materi
Selain harus mencari materi mading juga dapat diperoleh dengan cara menawarkan kepada orang lain untuk mengirimkan naskah atau tulisan berkaitan dengan sebuah tema tertentu yang disediakan untuk mengisi rubrik-rubrik tertentu.
Untuk mendapatkan data-data atau materi yang dibutuhkan oleh seorang reporter, seorang reporter memerlukan persiapan baik persiapan secara peralatan maupun persiapan mental. Peralatan-peralatan yang harus dimiliki seorang reporter misalnya kamera, tape recorder, kertas, bulpoin, dll. Adapun persiapan mental meliputi pelatihan kemampuan menangkap informasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membekali diri dengan pemahaman tentang etika yang baik sebagai seorang reporter seperti etika dalam berwawancara, etika ketika memasuki lokasi peliputan berita dll.

b. Pemilihan Materi
Materi yang diperoleh bisa saja sangat banyak atau lebih dari cukup untuk mengisi mading atau mungkin juga materi-materi yang diperoleh kurang layak atau kurang pantas untuk ditampilkan. Oleh karena itu selanjutnya tim redaktur harus melakukan pemilihan materi yang bisa dimuat atau dapat diterbitkan.

c. Editing
Setelah melakukan penyortiran materi maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses editing terhadap tulisan, gambar atau pun foto yang akan dimuat dalam mading. Proses editing terhadap tulisan perlu dilakukan untuk mengurangi bahkan memperbaiki kesalahan-kesalahan pengetikan atau penulisan. Adapun editing terhadap foto atau gambar dilakukan untuk mempercantik tampilannya.

d. Lay Out / Pengaturan Tata Letak
Pengaturan tata letak dilakukan agar tampilan mading bisa memberikan sajian yang menarik bagi pembaca, tidak memberikan kesan asal jadi dan membosankan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lay out misalnya penempatan rubrik, penentuan ukuran kolom rubrik, penempatan lukisan/gambar/ foto dsb.

e. Menghias Mading
Setelah di layout dengan baik untuk lebih mempercantik tampilannya sebaiknya mading diberi hiasan-hiasan baik berupa gambar atau penambahan pernak-pernik lainnya. Setelah mading di hias maka mading siap diterbitkan

D. Evaluasi Mading
”Segalanya tak ada yang sempurna” mungkin pepatah itu harus selalu kita pegang untuk lebih memperbaiki diri kita dan apa yang kita kerjakan di masa yang akan datang. Begitu pula halnya dalam pembuatan mading, setelah mading diterbitkan dan di baca oleh khalayak atau keluarga besar sekolah maka ada baiknya Tim Mading melakukan evaluasi baik berdasarkan pengamatannya maupun berdasarkan hasil kuisioner pembaca terhadap mading yan disajikan. Penilaian-penilaian, kritik dan saran dari pembaca dapat dijadikan nodal perbaikan di masa yang akan datang.

E. Keberlanjutan Mading Sekolah
Agar mading sekolah bisa tetap bertahan dan bisa terbit sesuai waktu yang telah ditentukan maka perlu dilakukan pengelolaan mading yang baik, terutama pengelolaan terhadap personilnya (Anggota). Supaya mading tetap berjalan maka sebaiknya dibentuk tim mading yang solid dan setiap saat diberikan pembinaan atau bahkan apresiasi dari pihak sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. Cara Guampaang Mengelola Mading Sekolah. Elfata Online.
Rachim, M. D. 2006. Manajemen Majalah Dinding Sekolah. http://frirac.multiply.com/journal/item/13/Manajemen_Mading_Sekolah_Makalah

Senin, 11 Januari 2016

Mahasiswa di harapkan aktif berorganisasi

Mahasiswa, Menjadi seorang mahasiswa memanglah tidak mudah dalam menyandang status ini. Terlebih di perlihatkan dalam beberapa aspek baik itu pada akademik ataupun organisasi yang keduanya saling menentukan. Kendati demikian, dikarenakan menjadi seorang mahasiswa tidaklah cukup hanya mengejar nilai prestasi pada setiap mata kuliah, dengan kata lain memberikan hasil akhir pada nilai IP atau Indeks Prestasi yang membaggakan. Tidak menutup kemungkinan baik juga menjadi seorang mahasiswa yang ideologis. Tetapi tidak buruk juga, apabila mahasiswa juga ambil anil serta aktif dalam bidang keorganisasian, baik itu intra ataupun ekstern. Yang mencakup nilai sosial, memberikan pengalaman langsung pada diri seorang mahasiswa. Meskipun yang mendasari mereka untuk ikut dalam berorganisasi bermacam-macam motifnya. Menambah relasi atau sahabat, memberikan kebanggaan tersendiri, membela kebenaran bahkan mereka beralasan untuk aktif organisasi supaya kelak di akhir semester dapat memberikan kontribusi pada nilai akademisnya.

Mahasiswa di haruskan dapat menentukan arah pilihan dalam menjalani proses perkuliahan yang berjalan selama empat tahun. Bagaimana mereka menjalani fase awal di kampus sampai mereka mempunyai filsafah diakhir masa perkuliahan. Dari biaya perkuliahan, transportasi sehari-hari, kebutuhan akademi seperti memenuhi tugas-tugas kuliah ataupun beli buku. Kemandirian adalah modal utama yang dibutuhkan seorang mahasiswa, tidak sekedar hanya menodongkan tangan ke orang tua.

Lulus tepat waktu, inilah yang menjadi impian mereka dalam mengarungi bahtera perjalanan kuliah. menjadi seorang akademisi yang menjanjikan nilai baik juga tidak menjamin, setelah lulus di wisuda sekedar mendapat nilai bagus. Hal tersebut dirasa kurang mendapat nilai tersendiri, bagi mereka yang pernah merasakan bangku kuliah. Aktif dalam berorganisasi, inilah salah satu alasan bagi seorang aktifis yang beranggapan nilai baik dalam akademik tidaklah menjamin kualitas dirinya. Di haruskan sedikitnya pernah merasakan pahit manis bersosial, berinteraksi dengan bermacam golongan, suku dan ras. Tidak ada kata merugi dalam mengikuti organisasi, bilamana mereka yang berpandangan buruk terhadap dunia organisasi. Mereka hanyalah seorang kapitalisme, berdiam diri tanpa ada dedikasi terhadap apa yang diperoleh dalam pendidikan kuliah. Di organisasi inilah kita dapat mengaplikatifkan, mengekspresikan dan menuangkan ideologi kita ke arah tatanan yang bersatu dan bergempita. Peduli terhadap kegaduhan lingkungan yang perluh diperbaiki, menindas mereka yang bertindak sewenang-wenang dan membela rakyat kecil yang tertindas. Memang menjadi aktifis tidaklah mudah, untuk terus mensuarakan keadilan. Mereka harus berani meninggalkan urusan akademis, hidup berkecukupan dan gemar berinteraksi di jalanan. Janganlah sekedar berdemontran tetapi tidak ada tindak lanjut untuk menyikapi lebih jauh sebuah permasalahan.

Menjadi pribadi yang madani, inilah yang seyogyanya dimiliki seorang mahasiswa, rajin dibangku kuliah, aktif bersoaial dan taat pada agama. Mencakup tatanan satu kesatuan demi menjalani proses perkembangan di suatu Universitas. Dengan nilai prestasi yang baik dan mendapatkan pengalaman berorganisasi merupakan titah indah yang dapat memberikan kebanggaan kepada orang tua kita, dikemudian hari dapat kita kembangkan seusainya lulus dan wisuda.

Mari kita mendengarkan lagu kebebasan menjadi seorang mahasiswa dalam menuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Lagu Buruh Tani download Di sini
https://drive.google.com/file/d/0BxdMG9SoDuzZTmVkNEIzekVyWEE/view?usp=docslist_api

Senin, 04 Januari 2016

Dua Wisata, Beribu Kisah.

Liburan, mendengar kata ini pastinya kita terfikirkan pada makna konotasi yang menyenangkan. Lain halnya yang saya hadapi liburan pada akhir tahun serta awal tahun. Layaknya liburan kali ini bisa dibilang seru, pada tanggal 28-30 Desember 2015. di karenakan dapat kesempatan kesekian kalinya untuk mendaki gunung arjuna bersama kawan-kawan pondok sekaligus teman kampus. Tak seperti biasanya juga seusai mendaki kaki rasanya kemeng atau pegal. Namun kali ini tidak, tetapi kaki kiri sedikit mengalami cidera akibat terkilir bebatuan sehabis turun dari puncak. Selang satu hari saya break dulu, sedikit mencicipi aroma rumah. Mengapa demikian, karena saya anaknya jarang berlama-lamaan dirumah, lebih asik keluar dan keluyuran. Sisa satu hari ini saya menghabiskan waktu bersama keluarga. Menikmati di penghujung akhir tahun dengan menanak umbi ketela. Habis isya saya menyantap umbi tersebut bersama ibu dan adhik, seusainya saya langsung masuk kamar dan bermain handphone. Dari pada keluar tidak jelas, dan hanya pencitraan diri saja, lebih baiknya saya istirahat dan yante dirumah. Wal hasil saya baru terbangun jam 23.56 WIB. Padahal sebelumnya saya ada janji bersama adhik ponakan bernama luthfi. Untuk menikmati penghujung tahun di alun-alun sidoarjo dengan menikmati gemerlapnya petasan di kota kelahiran. Namun gagal gara-gara saya tertidur.

Liburan, tidak ada habisnya untuk menikmati sisa liburan yang tersedia pada awal tahun 2016. Kali ini saya dan luthfi bersncana ke taman angsa surabaya liburan atau eksplorasi ala eropa. Namun gagal, disebabkan teman saya charis mengajak ke malang bersama saudaranya bernama fida, untuk mengajak ke paralayang. Akhirnya gagal juga di karenakan fida lagi bertengkar dengan gebetannya. Ide cemerlang akhirnya muncul kembali, dengan mengajak salah satu sahabatnya lutfi yaitu Rini, sebagai gantinya. Agar liburan kali ini bisa tetap jadi. Sabtu pagi kami berencana ke pantai dengan empat orang, yaitu saya, charis, lufhfi dan rini. Namun tampaknya di pending dahulu, akibat tawaran dari adik saya, yang bertepatan pada hari minggunya juga ngadakan acara holliday. Akhirnya kami juga melobi rini agar acara yang di agendakan sebelumnya di ganti pada hari minggu. Ternyata Rini, mengatakan yes. Ketika sabtu malam, ternyata ada kabar kalau rini tidak bisa ikut liburan ke pantai disebabkan sakit. Akhirnya pada malam itu, kami yang berencana liburan ke pantai, tampak kebingungan untuk mencari penggantinya lagi. Supaya liburan ini tetap berjalan sesuai rencana.

Sebut saja mas Painge. Menolak keras agar acara besok minggu dibatalkan. "Kalau aku gak onok barengan e, mending aku gak melok pisan". Malam itu, benar-benar waktu yang singkat, untuk mencari satu teman yang bisa diajak berlibur. Kami menjalin komunikasi lewat sosial media bersama ufi dan adhik saya (ruli). Bagaimana besok tetap jadi, akhirnya salah satu teman kampus ufi, sebut saja dia Febri. Dia setuju dan bersedia ikut liburan ke malang, seusainya kami runding.

Keesokan harinya, tepat hari H-nya kami berangkat ke pantai batu bekung. Satu tempat yang kita gadang untuk mengeksplorasi keindahan alamnya. Namun kami berangkat agak kesiangan, pastinya kalau berangkat jam 10.00 wib. Perkiraan pulang bakal malam. Tetapi kawan-kawan juga menerima resiko tersebut. Perjalanan pun kami mulai dari sidoarjo atau pom bensin althea (area gor) dengan kendaraan bermotor. Delapan orang berpasangan, saya bersama febri memakai motor maticnya febri, charis dengan ufi ngenakan motor jupiternya charis sendiri, ruli bersama pacarnya dan disusul jabar bersama bang put atau mas bahrul. Kurang lebih 3 jam setengah kami menempuh jarak tersebut untuk sampai ke tujuan. Dengan di suguhkan pemandangan indah sekitar pulau, waaaaw,.... memang benar-benar ajib. Indonesia ku... hehehe (Meskipun bahasanya agak ketinggian). Tapi memang benar adanya.

Pukul 13.30 wib, kami sampai di pulau batu bekung. Memasuki kawasan ini dikenakan tarif biaya 5.000,- rupiah. Setelah kami berfoto dan menikmati indahnya alam kota malang, tak sempurna kalau kita tidak bisa bermain air di pantai. Untuk pantai batu bekung ini, kita memang sengaja tidak biyur-biyuran. Sebagai gantinya kami punya waktu untuk mengunjungi pantai yang bisa dibuat basah-basahan alias "kecek". Gua cina, inilah tempat berikutnya yang kami eksplor. Akhirnya terbayar juga, dengan menikmati sunlight atau matahari terbenam pada sore harinya pantai gua cina. Memang benar-benar ajib sobat.

Akhirnya, hari mulai petang. Kami begegas untuk prepare dan packing persiapan pulang. Tepat malam pun mendatangi kami. Dengan menikmati malamnya perjalanan pulang, kami menghibur diri dengan menikmati musik lagu dangdut. Terlihat romantis dan mesra saya dan mas charis, berbagi headset. Kemudian kami baru makan malam, di daerah sukorejo-pandaan. Telur penyet dan tempe penyet inilah menu yang kami santab. Hmmmm, mantab sob,...

Tepat pukul 00.00 wib, kami melanjutkan perjalanan pulang, menuju rumah masing-masing. Tak sabar bertemu dengan tempat kayangan dibawah alam mimpi, kawan-kawan pun mulai bergegas cepat untuk sampai di rumah. "Gas pooll,... ujar mas charis. Kami sengaja tertinggal dari barisan motor teman kami, saya dan mas charis berfikir, kenapa tergesa, tinggal perjalanan pulang mending santai saja. Tidak taunya kami berdua di suguhkan pemandangan yang kurang enak yaitu; pemandangan motor kami yang tiba-tiba mogok tersendat, dengan heran. Ternyata motor kami kehabisan bahan bakar, di kawasan porong. Melihat sepinya waktu, kami berdua mengoceh "mana mungkin, jam segini ada orang jualan bensin ecer yang dekat dari motor kami mogok. Itupun ada, tapi lokasinya masih jauh, yaitu di daerah candi dekat kampus umsida, terdapat pom bensin. Kami berdua mencoba menelpon ufi, yang kebetulan jarak nya masih dekat di depan motor kami, ternyata tidak bisa di hubungi. Kami juga berusaha minta pertolongan orang, supaya motor kami di dorong dari belakang. Dengan wajah pasrah kami, berjalan kaki menuntun motor. Tiba-tiba terlihat seseorang dari depan, yang berbalik arah menuju ke lokasi kami. Ternyata benar, orang ini. Menawari diri untuk menolong kami. Alhamdulillah,... kami berdua di tolong dengan sesorang yang mau berangkat bekerja yang kebetulan masuk shift malam. Benar-benar pertolongan itu, datang dari tuhan (fiman Allah Swt).

Hikmah liburan yang dapat di petik, meskipun kami sedikit mengalami permasalahan. Yang terpenting kami bisa membuat kawan-kawan kami bahagia dan senang. Dapat mengisi hari-harinya dengan lepas. Selanjutnya mengapa kita ketika mengalami musibah namun pertolongan itu datang, bisa juga  sebabkan kita pernah berbuat baik kepada orang lain. Jadi jika ada seseorang yang mengalami kesulitan. Perlulah kita bantu dengan tulus dan suka hati.

Semoga kita bisa bertafakkur alam. Mensyukuri nikmat yang ada. Jangan terlena pada kondisi yang baik dan jangan juga menyesali keadaan yang buruk semua pasti ada hikmahnya.

Jumat, 01 Januari 2016

Di antara Ijazah dan Lowongan Kerja

Zaman yang makin maju, tidak dengan manusianya. Banyak sekali orang-orang yang bersekolah tinggi, tapi hanya bisa menjadi pekerja kasar. Tak hanya itu, ijazah yang dibanggakan pun hanya menjadi pajangan di dalam lemari.

Tak disentuh, karena sangat sulit mencari lowongan pekerjaan di Indonesia. Sekolah gratis seolah hanya mainan orang berduit. Ya, tak usah sekolah jika membeli ijazah pun bisa. Bahkan banyak sekali berseliweran orang-orang tanpa dosa yang memperjualbelikan ijazah palsu, tapi asli. Mana ada palsu tapi asli? Palsu ya tetap palsu. Hanya terlihat asli oleh orang-orang yang tak tahu itu palsu. Atau ijazah palsu, namun asli? Apa ada yang salah dengan sistem di negara ini? Pengangguran semakin banyak karena perusahaan hanya mau menerima para sarjana, bukan lulusan SMA.

Aku bukannya gak mau kerja, Mbak. Tapi memang tak ada lowongan kerja buatku.

Alasan yang klasik. Padahal jika mau, banyak sekali lapangan pekerjaan di sekitar kita. Allah itu tidak tidur dan pasti membagi rezeki tiap makhluknya jika memang mau berusaha. Tak ada lowongan kerja bukan berarti harus ke sana-ke sini dengan teman-teman. Kenapa tidak memanfaatkan motor dengan menjadi tukang ojek?

Yang dibutuhkan di negara ini sebenarnya bukan ijazah. Buat apa ijazah, jika akhirnya hanya menjadi karyawan di perusahaan milik orang asing? Tetap saja menjadikan kaya orang lain, sedangkan di negara sendiri, kemiskinan makin merajalela. Apalagi banyak sekali oknum yang 'pinjam' ijazah orang lain agar diterima kerja. Ya, meskipun kerjaannya pun hanya menjaga toko dan sales. Tetap, ijazahlah yang menentukan diterima atau tidak.

Lantas harus apa?

Buka lapangan kerja. Kita lihat orang-orang yang tidak terlalu banyak berpikir, tapi langsung bekerja. Mereka tak punya alasan untuk menghambat kreativitas. Okelah, malu jika menjadi tukang ojek karena nanti banyak yang melihat. Kenapa tidak membuka laundry? Modalnya cukup mesin cuci, sabun, pewangi, dan setrika. Pasang papan di depan rumah.

Sudah banyak laundry di sini.

Jualan pulsa. Memang kelihatannya sepele, tapi jika mau menekuni, keuntungan pun akan berlipat. Modalnya pun cukup 50-100 ribu. Bisa dimulai dengan anggota keluarga, saudara, dan tetangga. Apalagi sekarang ada Token Listrik yang juga bisa dilayani oleh provider pulsa. Kamu pun hanya bermodal hape. 

Pulsa gak menjanjikan.

Ya, memang terlalu banyak alasan di kehidupan ini yang menghambat otak untuk berpikir. Karena terlalu banyaknya alasan, sampai tidak menyadari bahwa dirinya telah tertinggal dari orang lain yang ijazah saja tak punya. Padahal kebun, tanah, apa pun yang ada di sekitar adalah sumber yang bisa dijadikan penghasilan. Bahkan dari sampah sekalipun.

Mungkin the power of kepepet nantinya yang akan membuat otak berubah. Atau tidak sama sekali. (viva.co.id)

Jumat, 04 Desember 2015

5 Saran Karier yang Layak Disimak Selagi Muda, Agar Kamu Gak Stuck Jadi Biasa-Biasa Saja!

http://www.hipwee.com/sukses/5-saran-karier-yang-layak-disimak-selagi-muda-agar-kamu-gak-stuck-jadi-biasa-biasa-saja/?utm_content=bufferf3937&utm_medium=social&utm_source=facebook&utm_campaign=fbpage

Rabu, 25 November 2015

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...