Rabu, 18 Mei 2016

Bursa Kerja Terbuka, Ayo Cari Kerja !

Job fair Sidoarjo. Bursa kerja yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten sidoarjo bekerja sama dengan perusahaan di laksanakan pada hari Kamis (19/05). Tepat di Gedung Tenis, pukul 09.00 Wib acara baru di mulai. Dikarenakan Bapak Bupati  H. Saiful Ilah, S.H., M.Hum. tidak bisa hadir dan diwakili oleh bapak H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H. wakil bupati Sidoarjo telah resmi membuka acara dengan ditandai pemukulan gong. Dalam sambutannya beliau menuturkan "Dengan adanya program bursa kerja ini, setidaknya kota sidoarjo dapat mengurangi angka pengangguran dan lebih siap menghadapi MEA, kota delta merupakan penghasil investor terbanyak di Propinsi Jawa Timur". Khususnya para pelamar kerja mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan", imbuh wabup.

Turut hadir ketua DPRD Sidoarjo H. Sulamul Hadi Nurmawan, S. Thi dan kepala dinas sosial kabupaten sidoarjo yang mendampingi prosesi acara pembukaan bursa kerja tahun 2016. Terdapat sebelas ribu macam pekerjaan yang akan di buka untuk para pelamar. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh penduduk sidoarjo dan berbagai kota surabaya dan sekitarnya. Acara berlangsung sampai sore hari "ujar humas satpol PP Sidoarjo.

Rabu, 02 Maret 2016

Ketum IPNU Ajak IPPNU Bangun Sinergitas

Kamis, 03 Maret 2016 10:00
Jakarta, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengajak Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk membangun sinergitas bersama. Langkah ini dinilai penting penting bagi dua badan otonom NU ini sebagai organisasi yang memiliki segmentasi garapan sama.

"Ya, tentunya ruh perjuangan IPNU-IPPNU sama. Suatu organisasi yang bergerak basis pelajar. Tidak hanya pada IPNU saja, melainkan sinergis dengan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan)," kata Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan Mujahid kepada NU Online di sela acara tasyakuran hari lahir ke-61 IPPNU, Rabu (2/3), di Gedung PBNU Lantai 6, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa IPNU-IPPNU perlu bersama membangun negeri dalam berbagai sektor secara kelembagaan untuk menunjukkan eksistensi IPNU-IPPNU yang tanggap dan responsif.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Barat ini menyatakan, berkaitan dengan tema "Pelajar Putri Bersinergi Membangun Negeri" IPNU-IPPNU sepatutnya tidak melupakan agenda internal organisasi dalam menjaga regenerasi. Perlu adanya perhatian khusus terhadap agenda kaderisasi ke depan.

"Tugas kita adalah bersama membangun kembalimindset atau cara pikir bersama. Hal yang menjadi catatan adalah cara pandang yang dimiliki lintas generasi tidaklah sama. Oleh karena itu untuk menerapkan sistem kaderisasi yang relevan kita harus ajak semua lini untuk bersinergi merumuskannya," paparnya.

Ia menegaskan hal utama yang harus diperhatikan adalah membangun kesepahaman dengan semua lini untuk merumuskan cara pikir bersama. Impelemetasinya adalah melihat konsistensi terhadap sistem yang telah dibuat bersama.

"Ya, pada intinya sinergis itu penting agar apa yang kita lakukan menjadi kepentingan bersama. Sekali lagi saya ucapkan selamat harlah ke-61 IPPNU dan saya atas nama IPNU mengapresiasi peran dan kiprah IPPNU selama ini. Harapan ke depan IPPNU mampu mencetak srikandi-srikandi pejuang Islam Nusantara yang bukan hanya sebagai penyeimbang, melainkan pendobrak," pungkasnya. (Afifah Marwa/Mahbib)

NU Online |
http://www.nu.or.id/post/read/66235/ketum-ipnu-ajak-ippnu-bangun-sinergitas?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Jumat, 26 Februari 2016

MAJALAH DINDING SEKOLAH DAN PENGELOLAANNYA

A. Pendahuluan
Majalah dinding atau lebih dikenal dengan singkatannya “MADING” yaitu salah satu jenis media atau sarana penyampaian informasi dan penyaluran minat dan bakat yang dikerjakan dan dikelola oleh kelompok tertentu serta diperuntukkan untuk kalangan tertentu pula.

Mading sangat mungkin dijumpai di banyak tempat seperti mesjid, sekolah, perpustakaan umum, instansi pemerintahan dan lain sebagainya. Hal ini karena mading bisa dikelola oleh siapa saja dan bisa ditempatkan dimana saja. Misalnya Mading Ikatan Remaja Mesjid, Mading LSM, Mading Kampus, Mading Sekolah dan lain-lain.
Mading sekolah adalah mading yang dikelola oleh suatu sekolah tertentu baik siswa maupun guru dan biasanya disajikan agar dapat dibaca oleh warga sekolah tersebut. Mading sekolah selain sebagai media untuk menyampaikan informasi (pengumuman atau berita) juga dapat dijadikan ajang atau sarana pengembangan minat dan bakat baik siswa maupun guru dalam bidang tulis menulis.

Mading juga sangat berperan dalam mengasah kemampuan siswa untuk belajar berorganisasi secara baik, melatih kedisiplinan karena harus bekerja sesuai jadwal, belajar untuk lebih kreatif dalam mencari ide-ide baru untuk tema dan tampilan mading, dan melatih siswa untuk bisa lebih bertanggungjawab terhadap tugas yang harus dikerjakannya.
Mengingat keberadaan mading sekolah memiliki arti yang penting baik bagi siswa maupun guru, maka hendaknya mading sekolah dikelola secara baik agar tetap eksis. Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan mading akan selalu dapat terbit pada waktunya dengan tema-tema dan tampilan-tampilan yang menarik.

B. Manajemen Mading Sekolah
Mengelola sebuah media informasi tentu memerlukan kepengurusan yang baik, tertata rapi, dan berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Mading sekolah sekalipun diperlukan suatu kepengurusan atau organisasi agar semuanya bisa berjalan lancar.
Menurut Rachim (2006), dalam pengelolaannya mading harus memiliki dua manajemen yaitu manajemen organisasi dan manajemen redaksional. Kedua manajemen tersebut memiliki tugas yang berbeda satu sama lain.

a. Manajemen Organisasi

Manajemen organisasi dalam pengelolaan mading sebagai sebuah organisasi intra sekolah sangatlah diperlukan, karena tanpa organisasi ini pengelolaan mading akan sulit untuk berjalan dengan baik.
Manajemen organisasi dalam pelaksanaan tugasnya lebih bersifat administratif dan tidak berhubungan secara langsung dengan hal teknis penerbitan mading. Keberadaan struktur atau jabatan manajemen organisasi mading tergantung dari kebutuhan pengelolaan mading itu sendiri.
Menurut Rachim (2006), Manajemen organisasi mading biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin umum, dibantu oleh beberapa seksi seperti seksi Administrasi, Keuangan, Sponsorship, dll., sesuai kebutuhan Mading.
Seorang pemimpin umum bertugas mengkoordinasikan kegiatan secara keseluruhan, bagian keuangan/bendahara bertugas mengatur keuangan terkait biaya operasional dan biaya penerbitan, bagian administrasi/sekretaris berperan terkait dengan surat menyurat terutama yang berhubungan dengan pihak luar seperti permohonan kesediaan wawancara atau lainnya. Bagian sponsorship bertugas mencari pihak-pihak yang mau berkontribusi dengan beriklan atau menyampaikan ucapan selamat dll, dengan perjanjian tertentu.

b. Manajemen Redaksional

Manajemen redaksional adalah manajemen yang bertanggungjawab langsung secara teknis terhadap proses penerbitan mading mulai dari penyusunan tema, penyusunan materi, pencarian bahan/berita sampai publikasi. Manajemen redaksional biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi dan di bantu oleh bagian-bagian lain yang ada di bawahnya seperti redaktur pelaksana, redaktur, reporter dan yang lainnya sesuai kebutuhan mading.
Pemimpin redaksi adalah orang yang adalah orang yang bertanggungjawab penuh atas materi atau isi yang disajikan dalam mading. Redaktur pelaksana bertugas mengkoordinasikan tugas-tugas yang menyangkut keredaksian kepada para redaktur. Redaktur bertugas memberikan instruksi kepada para reporter untuk melakukan peliputan atau pencarian berita atau informasi yang akan disajikan. Setelah mendapat laporan atau bahan-bahan informasi dari reporter, tugas redaktur selanjutnya adalah melakukan proses editing naskah/tulisan serta melakukan rapat koordinasi untuk menentukan kelayakan naskah atau tulisan untuk diputuskan apakah tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau tidak. Sedangkan seorang reporter bertugas mencari berita atau bahan informasi di lapangan sesuai dengan instruksi redaktur atau atas kemauan sendiri.

Dari uraian tentang manajemen mading sekolah dapat digambarkan contoh organisasi mading sekolah sebagai berikut :

a. Pelindung : Kepala Sekolah
b. Pembina : Guru yang kopeten dalam hal kejurnalistikan

c. Pimpinan Redaksi
d. Wakil Pimred
e. Staff Redaksi
f. Produksi
g. Ilustrator
h. Fotografer
i. Editing/Layout
j. Sekretaris Redaksi
k. Keuangan/ Bendahara

Struktur organisasi mading dapat dibuat disesuaikan dengan kebutuhan mading dengan mempertimbangkan jumlah personil, banyaknya kegiatan dan hal-hal lainnya, dan hal lain yang harus diperhatikan dalam penentuan struktur organisasi mading adalah bahwa penugasan sebaiknya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan anggota.

Adapun tugas (job description) dari jabatan redaksi diantaranya :

A. Pelindung;
Memanagement, melindungi dan bertanggung jawab atas suksesi kegiatan kemitraan siswa demi terwujudnya visi dan misi sekolah.

B. Pembina;
Mengayomi dan sebagai pendamping dari pada personil keredaksian, terhadap pengarahan yang lebih baik pada dunia tulis menulis.

C. Pemimpin Redaksi ;
Bertanggung jawab terhadap proses penerbitan, Melakukan konsolidasi atau koordinasi dalam proses perencanaan penerbitan majalah dinding, melakukan koordinasi dengan pembina dan penanggungjawab tentang kebutuhan dan hambatan dalam penerbitan, Mengatasi dan mencari pemecahan masalah yang dialami tim redaksi, memimpin rapat, mendistribusikan wewenang dan tanggungjawab struktur personalia sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk kelancaran dan kesuksesan majalah dinding sekolah yang dikelolanya.

D. Wakil Pimpinan Redaksi;
Membantu terselenggaranya tugas yang di emban oleh pimpinan serta mewakili dari sang ketua pimpinan apabila tidak bisa hadir dalam memimpin rapat.

E. Staff Redaksi;
Mencari berita di lapangan, mengkoordinir tugas para anggota yang telah di bebankan pada personil.

F. Produksi
Membuat berita serta rubrik majalah.

G. Ilustrator
Membuat imajinasi dan kreator terhadap hasil rubrik majalah mading yang lebih menarik dan indah untuk di konsumsi pembaca.

H. Fotografer
Memotret hasil gambar atau foto-foto isi pada rubrik dan kejadian yang realtime/langsung.

I. Penata Letak (Lay Out) ;
Merencanakan tata letak visual teks dan gambar media, Menata letak teks dan gambar sesuai dengan kebijakan redaksi (hasil rapat).

J. Bagian Sekretaris Redaksi/Administrasi ;
Mengelola adminitrasi keredaksian, menotulensi hasil rapat redaksional, pengetikan undangan rapat serta pembuatan proposal.

K. Bagian Keuangan ;
Mengatur sirkulasi keuangan, biaya operasional redaksi dan pengestimasian anggaran dana bulanan.

Bagian Sponsorship ; Mencari sponsor (misal ; iklan). Nb; Jika diperlukan

C. Pembuatan Mading Sekolah
Setelah susunan kepengurusan atau Struktur Organisasi mading terbentuk, maka tahapan selanjutnya yang harus dijalankan oleh tim adalah pembuatan mading yang harus dikerjakan melalui beberapa tahapan. Agar pelaksanan pembuatan mading ini maka hendaknya setiap personil harus disiplin dan bertanggungjawab terhadap apa yang menjadi tugasnya.

Sebelum masuk pada pembuatan mading itu sendiri sebaiknya Tim Mading melaksanakan rapat untuk mendiskusikan hal-hal yang penting agar diketahui dan difahami bersama oleh setiap personil Mading. Adapun hal-hal yang perlu didiskusikan diantaranya.

a. Waktu Terbit

Waktu terbit mading perlu menjadi bahan diskusi, hal ini karena ada beberapa alasan salah satunya agar pelaksanaan kegiatan pembuatan mading itu tidak mengganggu waktu belajar seperti situasi menjelang pelaksanaan ujian. Selain itu waktu terbit mading harus diperhatikan jangan sampai mading terbit menjelang liburan sekolah, sebab apabila mading terbit dan di pasang menjelang libur sekolah mading itu akan sia-sia karena tidak ada yang membaca.
Waktu terbit Rutin mading pun sebaiknya diperhatikan dan dijadwalkan sedemikian rupa sehingga mading bisa terbit secara rutin dan waktu terbitnya juga tepat. Penerbitan mading sekolah bisa dilakukan misalnya setiap 2 minggu sekali atau setiap satu bulan sekali. Penggantian mading sebaiknya jangan terlalu cepat ataupun terlalu lama sebab bila mading diganti terlalu cepat barangkali belum sempet dibaca orang lain sehingga sangat sayang jika apa yang telah dikerjakan tidak berguna. Begitupula jika penggantian mading dilakukan terlalu lama mungkin akan menimbulkan efek bosan bagi pembaca, sehingga mereka enggan untuk datang melihat mading.

b. Tema

Mading yang diterbitkan sebaiknya memiliki Tema yang berbeda-beda untuk setiap kali terbit. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak bosan dengan satu tema yang disajikan dan juga diharapkan dapat menambah wawasan para pembaca tentang tema-tema yang disajikan.
Pemilihan tema mading sangat bebas bisa, misalnya mengenai remaja, IPTEK, Seputar Kegiatan Nasional atau Internasional terkini, atau juga dapat disesuaikan dengan bulan-bulan terbit seperti bila terbit bulan januari bisa mengulas masalah tahun baru, bila terbit bulan April bisa mengulas masalah kepahlawanan atau semangat Juang R.A. Kartini, dll.

c. Rubrik

Rubrik mading merupakan topik-topik yang dapat disajikan dalam mading. Rubrik mading bisa saja sama setiap kali terbit, atau bisa juga berubah jika diperlukan. Jumlah dan jenis rubrik dalam mading tergantung dari kesepakatan bersama anggota tim. Apabila rubrik sudah ditentukan maka langkah berikutnya akan memudahkan dalam pembagian pelaksanaan tugas. Misalnya setiap rubrik yang sudah ditentukan dibebankan kepada dua, tiga, atau lebih anggota dan mereka bertanggungjawab untuk mengisi rubrik tersebut.
Meskipun rubrik mading dapat berubah-ubah, namun sebaiknya ada beberapa rubrik yang dipertahankan setiap kali terbit. Beberapa contoh rubrik yang dapat dimuat dalam mading sekolah misalnya :
– Berita Utama, berisi tentang ulasan tema yang di usung
- Berita khusus, merupakan berita pendukung dari berita utama
- Berita Seputar Sekolah
– Cerpen
– Puisi
– Sahabat mading
– Surat Pembaca
– Profil Siswa / Guru
– Dll.

d. Jadwal Kerja

Dalam pelaksanan kegiatan pembuatan mading penjadwalan adalah sesuatu yang harus dibuat apabila mading ingin bisa terbit tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Penjadwalan bisa didasarkan pada tahapan-tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan seperti batas akhir pengumpulan materi, penyortiran materi layak terbit atau tidak, editing, layouting, dekorasi dll. Jadwal yang sudah ditetapkan sebaiknya dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin.
Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam pembuatan mading adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan Materi

Pengumpulan materi merupakan tugas seorang reporter. Materi yang dapat ditampilkan dalam mading dapat berasal dari mana saja seperti :

1. Hasil Studi Pustaka
Studi pustaka dapat dilakukan melalui buku, majalah, koran, internet, dan lain sebagainya.
2. Hasil Survey atau pemantauan langsung di lapangan
Seorang reporter dapat mencari sumber berita dengan terjun langsung ke lapangan untuk meliput peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang terjadi di lingkungan baik sekolah maupun masyarakat.
3. Hasil Interview/Wawancara
Wawancara dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari orang-orang yang bersangkutan seperti pakar, praktisi, profesional, pengamat, pelaku, korban, dll.
4. Menerima Pengiriman Materi
Selain harus mencari materi mading juga dapat diperoleh dengan cara menawarkan kepada orang lain untuk mengirimkan naskah atau tulisan berkaitan dengan sebuah tema tertentu yang disediakan untuk mengisi rubrik-rubrik tertentu.
Untuk mendapatkan data-data atau materi yang dibutuhkan oleh seorang reporter, seorang reporter memerlukan persiapan baik persiapan secara peralatan maupun persiapan mental. Peralatan-peralatan yang harus dimiliki seorang reporter misalnya kamera, tape recorder, kertas, bulpoin, dll. Adapun persiapan mental meliputi pelatihan kemampuan menangkap informasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan membekali diri dengan pemahaman tentang etika yang baik sebagai seorang reporter seperti etika dalam berwawancara, etika ketika memasuki lokasi peliputan berita dll.

b. Pemilihan Materi
Materi yang diperoleh bisa saja sangat banyak atau lebih dari cukup untuk mengisi mading atau mungkin juga materi-materi yang diperoleh kurang layak atau kurang pantas untuk ditampilkan. Oleh karena itu selanjutnya tim redaktur harus melakukan pemilihan materi yang bisa dimuat atau dapat diterbitkan.

c. Editing
Setelah melakukan penyortiran materi maka langkah selanjutnya adalah melakukan proses editing terhadap tulisan, gambar atau pun foto yang akan dimuat dalam mading. Proses editing terhadap tulisan perlu dilakukan untuk mengurangi bahkan memperbaiki kesalahan-kesalahan pengetikan atau penulisan. Adapun editing terhadap foto atau gambar dilakukan untuk mempercantik tampilannya.

d. Lay Out / Pengaturan Tata Letak
Pengaturan tata letak dilakukan agar tampilan mading bisa memberikan sajian yang menarik bagi pembaca, tidak memberikan kesan asal jadi dan membosankan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam lay out misalnya penempatan rubrik, penentuan ukuran kolom rubrik, penempatan lukisan/gambar/ foto dsb.

e. Menghias Mading
Setelah di layout dengan baik untuk lebih mempercantik tampilannya sebaiknya mading diberi hiasan-hiasan baik berupa gambar atau penambahan pernak-pernik lainnya. Setelah mading di hias maka mading siap diterbitkan

D. Evaluasi Mading
”Segalanya tak ada yang sempurna” mungkin pepatah itu harus selalu kita pegang untuk lebih memperbaiki diri kita dan apa yang kita kerjakan di masa yang akan datang. Begitu pula halnya dalam pembuatan mading, setelah mading diterbitkan dan di baca oleh khalayak atau keluarga besar sekolah maka ada baiknya Tim Mading melakukan evaluasi baik berdasarkan pengamatannya maupun berdasarkan hasil kuisioner pembaca terhadap mading yan disajikan. Penilaian-penilaian, kritik dan saran dari pembaca dapat dijadikan nodal perbaikan di masa yang akan datang.

E. Keberlanjutan Mading Sekolah
Agar mading sekolah bisa tetap bertahan dan bisa terbit sesuai waktu yang telah ditentukan maka perlu dilakukan pengelolaan mading yang baik, terutama pengelolaan terhadap personilnya (Anggota). Supaya mading tetap berjalan maka sebaiknya dibentuk tim mading yang solid dan setiap saat diberikan pembinaan atau bahkan apresiasi dari pihak sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. Cara Guampaang Mengelola Mading Sekolah. Elfata Online.
Rachim, M. D. 2006. Manajemen Majalah Dinding Sekolah. http://frirac.multiply.com/journal/item/13/Manajemen_Mading_Sekolah_Makalah

Senin, 11 Januari 2016

Mahasiswa di harapkan aktif berorganisasi

Mahasiswa, Menjadi seorang mahasiswa memanglah tidak mudah dalam menyandang status ini. Terlebih di perlihatkan dalam beberapa aspek baik itu pada akademik ataupun organisasi yang keduanya saling menentukan. Kendati demikian, dikarenakan menjadi seorang mahasiswa tidaklah cukup hanya mengejar nilai prestasi pada setiap mata kuliah, dengan kata lain memberikan hasil akhir pada nilai IP atau Indeks Prestasi yang membaggakan. Tidak menutup kemungkinan baik juga menjadi seorang mahasiswa yang ideologis. Tetapi tidak buruk juga, apabila mahasiswa juga ambil anil serta aktif dalam bidang keorganisasian, baik itu intra ataupun ekstern. Yang mencakup nilai sosial, memberikan pengalaman langsung pada diri seorang mahasiswa. Meskipun yang mendasari mereka untuk ikut dalam berorganisasi bermacam-macam motifnya. Menambah relasi atau sahabat, memberikan kebanggaan tersendiri, membela kebenaran bahkan mereka beralasan untuk aktif organisasi supaya kelak di akhir semester dapat memberikan kontribusi pada nilai akademisnya.

Mahasiswa di haruskan dapat menentukan arah pilihan dalam menjalani proses perkuliahan yang berjalan selama empat tahun. Bagaimana mereka menjalani fase awal di kampus sampai mereka mempunyai filsafah diakhir masa perkuliahan. Dari biaya perkuliahan, transportasi sehari-hari, kebutuhan akademi seperti memenuhi tugas-tugas kuliah ataupun beli buku. Kemandirian adalah modal utama yang dibutuhkan seorang mahasiswa, tidak sekedar hanya menodongkan tangan ke orang tua.

Lulus tepat waktu, inilah yang menjadi impian mereka dalam mengarungi bahtera perjalanan kuliah. menjadi seorang akademisi yang menjanjikan nilai baik juga tidak menjamin, setelah lulus di wisuda sekedar mendapat nilai bagus. Hal tersebut dirasa kurang mendapat nilai tersendiri, bagi mereka yang pernah merasakan bangku kuliah. Aktif dalam berorganisasi, inilah salah satu alasan bagi seorang aktifis yang beranggapan nilai baik dalam akademik tidaklah menjamin kualitas dirinya. Di haruskan sedikitnya pernah merasakan pahit manis bersosial, berinteraksi dengan bermacam golongan, suku dan ras. Tidak ada kata merugi dalam mengikuti organisasi, bilamana mereka yang berpandangan buruk terhadap dunia organisasi. Mereka hanyalah seorang kapitalisme, berdiam diri tanpa ada dedikasi terhadap apa yang diperoleh dalam pendidikan kuliah. Di organisasi inilah kita dapat mengaplikatifkan, mengekspresikan dan menuangkan ideologi kita ke arah tatanan yang bersatu dan bergempita. Peduli terhadap kegaduhan lingkungan yang perluh diperbaiki, menindas mereka yang bertindak sewenang-wenang dan membela rakyat kecil yang tertindas. Memang menjadi aktifis tidaklah mudah, untuk terus mensuarakan keadilan. Mereka harus berani meninggalkan urusan akademis, hidup berkecukupan dan gemar berinteraksi di jalanan. Janganlah sekedar berdemontran tetapi tidak ada tindak lanjut untuk menyikapi lebih jauh sebuah permasalahan.

Menjadi pribadi yang madani, inilah yang seyogyanya dimiliki seorang mahasiswa, rajin dibangku kuliah, aktif bersoaial dan taat pada agama. Mencakup tatanan satu kesatuan demi menjalani proses perkembangan di suatu Universitas. Dengan nilai prestasi yang baik dan mendapatkan pengalaman berorganisasi merupakan titah indah yang dapat memberikan kebanggaan kepada orang tua kita, dikemudian hari dapat kita kembangkan seusainya lulus dan wisuda.

Mari kita mendengarkan lagu kebebasan menjadi seorang mahasiswa dalam menuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Lagu Buruh Tani download Di sini
https://drive.google.com/file/d/0BxdMG9SoDuzZTmVkNEIzekVyWEE/view?usp=docslist_api

Senin, 04 Januari 2016

Dua Wisata, Beribu Kisah.

Liburan, mendengar kata ini pastinya kita terfikirkan pada makna konotasi yang menyenangkan. Lain halnya yang saya hadapi liburan pada akhir tahun serta awal tahun. Layaknya liburan kali ini bisa dibilang seru, pada tanggal 28-30 Desember 2015. di karenakan dapat kesempatan kesekian kalinya untuk mendaki gunung arjuna bersama kawan-kawan pondok sekaligus teman kampus. Tak seperti biasanya juga seusai mendaki kaki rasanya kemeng atau pegal. Namun kali ini tidak, tetapi kaki kiri sedikit mengalami cidera akibat terkilir bebatuan sehabis turun dari puncak. Selang satu hari saya break dulu, sedikit mencicipi aroma rumah. Mengapa demikian, karena saya anaknya jarang berlama-lamaan dirumah, lebih asik keluar dan keluyuran. Sisa satu hari ini saya menghabiskan waktu bersama keluarga. Menikmati di penghujung akhir tahun dengan menanak umbi ketela. Habis isya saya menyantap umbi tersebut bersama ibu dan adhik, seusainya saya langsung masuk kamar dan bermain handphone. Dari pada keluar tidak jelas, dan hanya pencitraan diri saja, lebih baiknya saya istirahat dan yante dirumah. Wal hasil saya baru terbangun jam 23.56 WIB. Padahal sebelumnya saya ada janji bersama adhik ponakan bernama luthfi. Untuk menikmati penghujung tahun di alun-alun sidoarjo dengan menikmati gemerlapnya petasan di kota kelahiran. Namun gagal gara-gara saya tertidur.

Liburan, tidak ada habisnya untuk menikmati sisa liburan yang tersedia pada awal tahun 2016. Kali ini saya dan luthfi bersncana ke taman angsa surabaya liburan atau eksplorasi ala eropa. Namun gagal, disebabkan teman saya charis mengajak ke malang bersama saudaranya bernama fida, untuk mengajak ke paralayang. Akhirnya gagal juga di karenakan fida lagi bertengkar dengan gebetannya. Ide cemerlang akhirnya muncul kembali, dengan mengajak salah satu sahabatnya lutfi yaitu Rini, sebagai gantinya. Agar liburan kali ini bisa tetap jadi. Sabtu pagi kami berencana ke pantai dengan empat orang, yaitu saya, charis, lufhfi dan rini. Namun tampaknya di pending dahulu, akibat tawaran dari adik saya, yang bertepatan pada hari minggunya juga ngadakan acara holliday. Akhirnya kami juga melobi rini agar acara yang di agendakan sebelumnya di ganti pada hari minggu. Ternyata Rini, mengatakan yes. Ketika sabtu malam, ternyata ada kabar kalau rini tidak bisa ikut liburan ke pantai disebabkan sakit. Akhirnya pada malam itu, kami yang berencana liburan ke pantai, tampak kebingungan untuk mencari penggantinya lagi. Supaya liburan ini tetap berjalan sesuai rencana.

Sebut saja mas Painge. Menolak keras agar acara besok minggu dibatalkan. "Kalau aku gak onok barengan e, mending aku gak melok pisan". Malam itu, benar-benar waktu yang singkat, untuk mencari satu teman yang bisa diajak berlibur. Kami menjalin komunikasi lewat sosial media bersama ufi dan adhik saya (ruli). Bagaimana besok tetap jadi, akhirnya salah satu teman kampus ufi, sebut saja dia Febri. Dia setuju dan bersedia ikut liburan ke malang, seusainya kami runding.

Keesokan harinya, tepat hari H-nya kami berangkat ke pantai batu bekung. Satu tempat yang kita gadang untuk mengeksplorasi keindahan alamnya. Namun kami berangkat agak kesiangan, pastinya kalau berangkat jam 10.00 wib. Perkiraan pulang bakal malam. Tetapi kawan-kawan juga menerima resiko tersebut. Perjalanan pun kami mulai dari sidoarjo atau pom bensin althea (area gor) dengan kendaraan bermotor. Delapan orang berpasangan, saya bersama febri memakai motor maticnya febri, charis dengan ufi ngenakan motor jupiternya charis sendiri, ruli bersama pacarnya dan disusul jabar bersama bang put atau mas bahrul. Kurang lebih 3 jam setengah kami menempuh jarak tersebut untuk sampai ke tujuan. Dengan di suguhkan pemandangan indah sekitar pulau, waaaaw,.... memang benar-benar ajib. Indonesia ku... hehehe (Meskipun bahasanya agak ketinggian). Tapi memang benar adanya.

Pukul 13.30 wib, kami sampai di pulau batu bekung. Memasuki kawasan ini dikenakan tarif biaya 5.000,- rupiah. Setelah kami berfoto dan menikmati indahnya alam kota malang, tak sempurna kalau kita tidak bisa bermain air di pantai. Untuk pantai batu bekung ini, kita memang sengaja tidak biyur-biyuran. Sebagai gantinya kami punya waktu untuk mengunjungi pantai yang bisa dibuat basah-basahan alias "kecek". Gua cina, inilah tempat berikutnya yang kami eksplor. Akhirnya terbayar juga, dengan menikmati sunlight atau matahari terbenam pada sore harinya pantai gua cina. Memang benar-benar ajib sobat.

Akhirnya, hari mulai petang. Kami begegas untuk prepare dan packing persiapan pulang. Tepat malam pun mendatangi kami. Dengan menikmati malamnya perjalanan pulang, kami menghibur diri dengan menikmati musik lagu dangdut. Terlihat romantis dan mesra saya dan mas charis, berbagi headset. Kemudian kami baru makan malam, di daerah sukorejo-pandaan. Telur penyet dan tempe penyet inilah menu yang kami santab. Hmmmm, mantab sob,...

Tepat pukul 00.00 wib, kami melanjutkan perjalanan pulang, menuju rumah masing-masing. Tak sabar bertemu dengan tempat kayangan dibawah alam mimpi, kawan-kawan pun mulai bergegas cepat untuk sampai di rumah. "Gas pooll,... ujar mas charis. Kami sengaja tertinggal dari barisan motor teman kami, saya dan mas charis berfikir, kenapa tergesa, tinggal perjalanan pulang mending santai saja. Tidak taunya kami berdua di suguhkan pemandangan yang kurang enak yaitu; pemandangan motor kami yang tiba-tiba mogok tersendat, dengan heran. Ternyata motor kami kehabisan bahan bakar, di kawasan porong. Melihat sepinya waktu, kami berdua mengoceh "mana mungkin, jam segini ada orang jualan bensin ecer yang dekat dari motor kami mogok. Itupun ada, tapi lokasinya masih jauh, yaitu di daerah candi dekat kampus umsida, terdapat pom bensin. Kami berdua mencoba menelpon ufi, yang kebetulan jarak nya masih dekat di depan motor kami, ternyata tidak bisa di hubungi. Kami juga berusaha minta pertolongan orang, supaya motor kami di dorong dari belakang. Dengan wajah pasrah kami, berjalan kaki menuntun motor. Tiba-tiba terlihat seseorang dari depan, yang berbalik arah menuju ke lokasi kami. Ternyata benar, orang ini. Menawari diri untuk menolong kami. Alhamdulillah,... kami berdua di tolong dengan sesorang yang mau berangkat bekerja yang kebetulan masuk shift malam. Benar-benar pertolongan itu, datang dari tuhan (fiman Allah Swt).

Hikmah liburan yang dapat di petik, meskipun kami sedikit mengalami permasalahan. Yang terpenting kami bisa membuat kawan-kawan kami bahagia dan senang. Dapat mengisi hari-harinya dengan lepas. Selanjutnya mengapa kita ketika mengalami musibah namun pertolongan itu datang, bisa juga  sebabkan kita pernah berbuat baik kepada orang lain. Jadi jika ada seseorang yang mengalami kesulitan. Perlulah kita bantu dengan tulus dan suka hati.

Semoga kita bisa bertafakkur alam. Mensyukuri nikmat yang ada. Jangan terlena pada kondisi yang baik dan jangan juga menyesali keadaan yang buruk semua pasti ada hikmahnya.

Jumat, 01 Januari 2016

Di antara Ijazah dan Lowongan Kerja

Zaman yang makin maju, tidak dengan manusianya. Banyak sekali orang-orang yang bersekolah tinggi, tapi hanya bisa menjadi pekerja kasar. Tak hanya itu, ijazah yang dibanggakan pun hanya menjadi pajangan di dalam lemari.

Tak disentuh, karena sangat sulit mencari lowongan pekerjaan di Indonesia. Sekolah gratis seolah hanya mainan orang berduit. Ya, tak usah sekolah jika membeli ijazah pun bisa. Bahkan banyak sekali berseliweran orang-orang tanpa dosa yang memperjualbelikan ijazah palsu, tapi asli. Mana ada palsu tapi asli? Palsu ya tetap palsu. Hanya terlihat asli oleh orang-orang yang tak tahu itu palsu. Atau ijazah palsu, namun asli? Apa ada yang salah dengan sistem di negara ini? Pengangguran semakin banyak karena perusahaan hanya mau menerima para sarjana, bukan lulusan SMA.

Aku bukannya gak mau kerja, Mbak. Tapi memang tak ada lowongan kerja buatku.

Alasan yang klasik. Padahal jika mau, banyak sekali lapangan pekerjaan di sekitar kita. Allah itu tidak tidur dan pasti membagi rezeki tiap makhluknya jika memang mau berusaha. Tak ada lowongan kerja bukan berarti harus ke sana-ke sini dengan teman-teman. Kenapa tidak memanfaatkan motor dengan menjadi tukang ojek?

Yang dibutuhkan di negara ini sebenarnya bukan ijazah. Buat apa ijazah, jika akhirnya hanya menjadi karyawan di perusahaan milik orang asing? Tetap saja menjadikan kaya orang lain, sedangkan di negara sendiri, kemiskinan makin merajalela. Apalagi banyak sekali oknum yang 'pinjam' ijazah orang lain agar diterima kerja. Ya, meskipun kerjaannya pun hanya menjaga toko dan sales. Tetap, ijazahlah yang menentukan diterima atau tidak.

Lantas harus apa?

Buka lapangan kerja. Kita lihat orang-orang yang tidak terlalu banyak berpikir, tapi langsung bekerja. Mereka tak punya alasan untuk menghambat kreativitas. Okelah, malu jika menjadi tukang ojek karena nanti banyak yang melihat. Kenapa tidak membuka laundry? Modalnya cukup mesin cuci, sabun, pewangi, dan setrika. Pasang papan di depan rumah.

Sudah banyak laundry di sini.

Jualan pulsa. Memang kelihatannya sepele, tapi jika mau menekuni, keuntungan pun akan berlipat. Modalnya pun cukup 50-100 ribu. Bisa dimulai dengan anggota keluarga, saudara, dan tetangga. Apalagi sekarang ada Token Listrik yang juga bisa dilayani oleh provider pulsa. Kamu pun hanya bermodal hape. 

Pulsa gak menjanjikan.

Ya, memang terlalu banyak alasan di kehidupan ini yang menghambat otak untuk berpikir. Karena terlalu banyaknya alasan, sampai tidak menyadari bahwa dirinya telah tertinggal dari orang lain yang ijazah saja tak punya. Padahal kebun, tanah, apa pun yang ada di sekitar adalah sumber yang bisa dijadikan penghasilan. Bahkan dari sampah sekalipun.

Mungkin the power of kepepet nantinya yang akan membuat otak berubah. Atau tidak sama sekali. (viva.co.id)

Jumat, 04 Desember 2015

5 Saran Karier yang Layak Disimak Selagi Muda, Agar Kamu Gak Stuck Jadi Biasa-Biasa Saja!

http://www.hipwee.com/sukses/5-saran-karier-yang-layak-disimak-selagi-muda-agar-kamu-gak-stuck-jadi-biasa-biasa-saja/?utm_content=bufferf3937&utm_medium=social&utm_source=facebook&utm_campaign=fbpage

Rabu, 25 November 2015

Minggu, 15 November 2015

Mentri Desa Ajak Akademisi "Blusukan" Bangun Desa

SURABAYA, Upaya membangun desa harus menjadi sebuah gerakan bersama. Karena membangun desa tidak akan maksiamal jika dijalankan secara parsial dan sendiri-sendiri.

Berpijak dari pemahaman itu, Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan jafar mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), ikut mengambil peran dalam membangun desa.

"Upaya mewujudkan desa yang maju dan mandiri sangat membutuhkan inovasi baru. Karena itu, pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk civitas akademik," ujar Marwan saat memberi sambutan pada Dies Natalis XXXVIII dan Wisuda Sarjana Tahun 2015 Universitas Sunan Giri, Minggu, (15/11)

Tokoh asal pati, Jawa Tengah ini menjelaskan, berdasarkan data Kemenristek Dikti tahun 2015, jumlah dosen mencapai 160 ribu orang dan jumlah mahasiswa aktif mencapai 5,4 juta orang. Dengan jumlah yang tidak sedikit ini, kontribusi akademisi merupakan salah satu unsur penting dalam percepatan pembangunan desa di indonesia.

"Sudah saatnya akademisi berbondong-bondong melakukan gerakan turun tangan membangun desa," ujarnya.

Menurut Marwan, Kementerian DPDTT secara intensif mendorong kemajuan desa, termasuk kemajuan dibidang ekonomi dengan berbagai program. Salah satunya dengan memperkuat Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu pilar demokrasi ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat desa. (gir/jpnn)

Kamis, 17 September 2015

Antara Mood, Musik dan Skripsi

Nulis skripsi ternyata gampang-gampang susah, kalau moodnya lagi naik, otak jadi encer. Tapi kalau mood lagi rusak pasti otak jadi buntu. Mungkin ini yang sedang dirasakan antara gue, temen-temen gue dan jutaan umat manusia lainnya yang sedang dilanda galau skripsi. Maka dari itu bisa dikatakan beruntunglah kau wahai mahasiswa yang bisa di wisuda lewat jalur Non Skrip. Masalahnya di Ilmu Perpustakaan dan Informasi seputar  kampus, sangat terbuka dengan jalur non skrip, tapi nanti lulusnya non wisuda dan non ijazah juga alias Drop Out. Waks!

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentunya segala macam cara telah dicoba untuk membangkitkan semangat mengerjakan skripsi. Manusia itu umumnya selalu semangat dalam mengerjakan apa yang menurut mereka menarik dan menantang atau bisa dibilang sesuai dengan passion mereka. Tetapi sepertinya jarang orang yang menaruh passion pada mengerjakan Skripsi kecuali mahasiswa yang benar-benar maniak dengan penelitian. Buat gue skripsi itu ngebosenin, pusing, nggak seru dan bikin galau. Untungnya buat gue skripsi itu menjadi obat insomnia stadium III gue selama ini. Dalam artian kalau ngerjain skripsi tengah malem pasti ngantuk dan cepet bikin kangen kasur.

Beberapa cara udah gua coba buat bangkitin semangat skripsi, salah satunya ngedit foto pake baju toga depan balairung pake photoshop, terus jadiin wallpaper komputer. Bukannya tambah semangat malah bikin eneg buka komputer. Apalagi hasil phostoshopnya jelek. Oke, langkah ini gagal. Cara kedua dengan tanya-tanya ke temen “Lo udah sampe bab berapa?” ternyata temen-temen gua malah lebih parah, bukannya tambah semangat malah tambah santai… “Ah si anu ternyata masih begitu” Oke cara ini gagal lagi… lalu cara demi cara gua coba membangkitkan semangat skripsian semuanya berujung pada kegagalan…

Ditengah heningnya malam, disaat semua tertidur lelap, burung hantu mulai terbang mencari mangsa dan kunang kunang memberikan cahaya kecil dalam kegelapan. Tiba-tiba gua terbersit sebuah kata-kata Pak Musyawir Baihaqi, dosen Ilmu Pendidikan. Waktu kuliah, beliau mengatakan bahwa musik itu mempengaruhi mood dalam bekerja. Beliau mengatakan, "kalau kita dengerinnnya lagu-lagu slow, nantinya semangat kita bakalan datar-datar saja"ingat itu, imbuh beliau. Kiasan kalimat, pada semangat belajar. Seharusnya saat bekerja kita dengerin lagu yang nge-Beat, yang memacu semangat… Jangan yang loyo, apalagi yang galau. Kata Ronald Frank sang Pecinta Wanita mengatakan hal yang sama, jangan dengerin tuh lagu-lagu patah hati, nanti suasana hati kamu jadi melow dan pesimistik.

Oke, hari ini gua coba untuk mengubah playlist iTunes di komputer. Gua masukin lagi lagu-lagu jaman SMP kaya Peterpan, Nidji, Ungu dan Radja! Seketika ngantuknya hilang, dan konsentrasi skripsi juga ikut hilang sebagian karena terbawa suasana yang lebih semangat. Ah ternyata benar kata pak Musyawir, Lagu yang kita dengar sangat berpengaruh sama semangat kita dalam mengerjakan pekerjaan, bahkan skripsi yang sangat membosankan sekalipun. Ternyata ada ya korelasi antara mood dan musik.

Kalau boleh di flashback, mungkin selama ini terjadi kesalahan playlist lagu dalam mengerjakan skripsi dan hal-hal lainnya di depan komputer. Gua memang selama ini kebanyakan dengerin lagu-lagu dangduters dikarenakan lagi nge-hits lagunya New Pallapa, yang membuat kepala geleng-geleng. kaya Edan Turun, Kanggo riko, kelangan yang dibawakan oleh Rena KDI dan kawan-kawan…. Enak sih, mungkin lagu-lagu ini lebih cocok diputer pas nyupir biar nggak stress ngadepin kemacetan dibandingkan pas ngerjain skripsi… Betul?

Semenjak hari playlist diubah, haram hukumnya di komputer gua dengerin lagu-lagu yang liriknya galau-galau walaupun enak buat karaoke-an kalau lagi bosen. Seperti lagunya Cakra Khan, Setia band atau yang lain, sepertinya kita bener-bener Harus Terpisah untuk saat ini. Hahaha….

Oke, semoga semangat yang didatangkan dari playlist lagu baru ini bukan semangat semu yang bertahan hanya beberapa bulan saja.

Salam Skripsi – “Sudah Berapa Halaman Hari Ini?“

mana nih suara mahasiswanya??? 😀

Rabu, 11 Maret 2015

Dengan 9 Tips KPR Ini, Punya Rumah di Usia 30-an Bukan Lagi Mimpi

Bisa tinggal di rumah milik sendiri adalah salah satu tanda kamu bisa hidup mandiri. Namun semakin hari, semakin mahal pula harga properti. Padahal semakin lama kita menunggu, semakin tak terjangkaulah harga properti yang kita bidik. Karena itu baik sekali jika kita sudah mulai berusaha membeli properti dari sekarang. Lagipula, punya rumah di usia muda bukan lagi hal yang mustahil, karena kamu bisa mewujudkan dengan mendaftar Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan oleh bank. Pendeknya, kamu akan mendapatkan rumah idaman lebih cepat dengan bantuan dana dari bank, lalu akan membayar cicilan ke bank dalam jumlah waktu tertentu. Nah, mau tahu selengkapnya tentang sistem KPR ini?

Berikut ini Hipwee berikan penjelasannya.

1. Bank-bank di Indonesia berkompetisi
untuk memperebutkan nasabah. Mereka pun berlomba membuat
“paket” sistem KPR yang
menarik. Temukan sistem
kredit yang paling pas
buatmu.

KPR adalah sistem kredit yang diberikan
oleh bank untuk kamu yang ingin punya
rumah. Jadi, kamu tak perlu menunggu
tabunganmu beratus-ratus juta rupiah,
pihak bank akan meminjamkan uang untuk
melunasi pembayaran rumah sebelum
uangmu benar-benar ada. Tak hanya
rumah, mereka juga bisa menjaminkan
apartemen untukmu. Sistem cicilan ini
berbeda-beda setiap bank, dari mulai
bunga cicilan hingga bentuk perjanjian
juganya. Nah, jika kamu menginginkan
sistem yang menguntungkan, maka kamu wajib rajin survey beberapa bank yang menyediakan fasilitas ini. Tak perlu malu, kamu bisa menggali informasi tentang KPR pada costumer service .

2. Agar tidak lebih pasak dari pada tiang, carilah rumah idaman dengan
harga yang benar-benar memungkinkan kamu cicil setiap bulan.

Tak dapat dipungkiri, punya rumah mewah memang idaman setiap orang. Sebelum mendaftar KPR, kamu disarankan punya sasaran rumah mana yang ingin kamu miliki. Namun, kamu juga harus lebih realistis melihat keadaan. Agar mimpimu jadi kenyataan dan bisa mendapatkan persetujuan dari bank, maka kamu bisa memilih rumah dengan harga yang terjangkau dengan cicilan setiap bulan.
Misalnya gajimu 10 juta, maka kamu bisa
membeli rumah harga 300 juta, dengan
cicilan 2,8 juta perbulan selama 10
tahun. Nah, jika kamu ingin bank percaya
dengan kredit yang kamu minta, maka
pastikan cicilan harga rumah tak melebihi dari gajimu sekarang ya. Ini adalah cara yang aman dan memastikan bahwa hidupmu juga akan berjalan baik-baik saja.

3. Seperti halnya sistem kredit pada umumnya, kamu diharuskan punya
uang 30% dari harga rumah sebagai uang muka.

Sama halnya sistem kredit pada umumnya, sistem KPR mengharuskanmu untuk membayar uang muka. Kebanyakan bank akan mensyaratkan 30% dari harga rumah yang kamu inginkan. Nah, jika kamu menginginkan rumah dengan harga 300 juta rupiah, maka kamu harus sudah punya
uang 90 juta rupiah. Lalu 70% sisanya
kamu cicil perbulan sesuai perjanjian.
Mungkin kamu akan melunasinya selama 5 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun sesuai
kesanggupanmu. Agar mimpi punya rumah segera menjadi kenyataan, pastikan kamu mulai nabung dari sekarang ya untuk membayar uang muka.

4. Setiap bank menawarkan
persyaratan yang berbeda-beda,
tergantung pekerjaanmu sekarang. Jadi pastikan kamu menyiapkan dokumen dari sekarang.

Sistem KPR adalah kredit yang memakan
waktu tak sebentar dan bernominal besar, jadi administrasi dan persyaratannya juga harus jelas dan detail. Gak jarang kamu dituntut punya jaminan anggota keluarga yang produktif (belum pensiun) hingga
waktu pelunasan nanti. Selain itu setiap
bank juga mensyaratkan hal-hal yang
berbeda berdasarkan jenis pekerjaan.
Mungkin kamu berprofesi sebagai
wiraswastawan, maka kamu diwajibkan
punya laporan dan surat izin usaha.
Mungkin kamu seorang pegawai negeri,
maka kamu wajib bisa melunasi sebelum
kamu pensiun nanti. Mungkin kamu
seorang dokter yang mendirikan klinik,
maka kamu wajib menyetor dokumen izin praktik.
Nah, agar proses pengajuan KPRmu tidak terhambat, pastikan kamu paham semua persyaratan ya. Selain kamu juga bisa mempersiapkan berkas jauh-jauh hari sebelumnya.

5. Agar kondisi keuanganmu tetap stabil,
pastikan nomilan cicilan KPR tak lebih dari 20% penghasilan bulananmu.
Bisa mendapatkan KPR memang
menguntungkan, tapi pastikan kamu tak
lengah untuk memikirkan kebutuhan hidup lainnya. Tentu saja kamu butuh uang untuk memenuhi kebutuhan makan, sandang, dan kendaraan. Atau bahkan kamu masih mencicil barang lain selain rumah. Maka disarankan kamu mengambil cicilan KPR yang tak lebih dari 20% penghasilanmu saat
ini. Mungkin gajimu sekarang adalah 7 juta rupiah, maka belilah rumah yang bisa dicicil dengan harga tak lebih dari 2 juta rupiah perbulan.
Hal ini harus kamu patuhi agar keuanganmu tak limbung di tengah jalan. Gak mau ‘kan kamu mendapatkan sangsi dari bank karena tak sanggup membayar cicilan?

6. Dalam KPR, uang yang kamu bayarkan bukan hanya untuk mencicil
rumah. Masih ada juga biaya notaris, provisi, dan administrasi lainnya.
Diskusikan detil ini dengan pihak bank agar kamu tak dirugikan.
Karena nilai KPR tidak kecil, sistem yang
diterapkan oleh bank pun tak sederhana.
Bukan hanya mengisi formulir, lalu
mendapatkan persetujuan dan mencicilnya (harga rumah) perbulan. Gak jarang kamu akan berurusan dengan hal-hal prosedural terkait hukum kepemilikan rumah idaman.
Jadi, kamu juga harus membayar notaris,
provisi, dan administrasi lain. Biaya provisi (adminstrasi bank) biasanya dikenakan sekali pada awal cicilan, dan biaya notaris untuk memastikan kreditmu sehat dan tak macet ditengah jalan. Presentase dan
jumlah nominal uang berbeda-beda
tergantung jenis bank. Jadi, pastikan kamu paham betul akan hal
ini ya. Jangan kaget dan kecewa di tengah jalan karena biaya membengkak. Karena toh, ini juga demi keamanan kreditmu juga.

7. Terkait suku bunga dan sistem penalti juga perlu kamu perhatikan agar
kamu tak salah memilih bank.

Selain biaya administrasi dan keamanan,
pastikan kamu juga paham tentang suku
bunga dan penalti yang digunakan oleh
bank pilihanmu. Agar masa depanmu tetap cerah dan rumah impian bisa kamu
dapatkan pastikan kamu bagaimana
sistemnya. Apakah ada kemungkinan suku bunga akan naik setelah 3 tahun cicilan? Kira-kira berapa persen? Nah, jika kamu harus paham dan tahu semua sistem ini, jadi kamu bisa lebih mantap untuk sepakat. Selain itu, sistem penalti juga harus kamu perhatikan. Bagaimana bank saat kamu mendapatkan rejeki tak terduga dan bisa melunasinya segera? Nah, agar jika ternyata kamu malah disuruh membayar biaya penalti (biaya tambahan karena tidak sesuai kesepakatan) yang cukup besar,
maka gak ada salahnya kamu coba pikir
ulang.

8. Jika kamu sudah menyanggupi semua
persyaratan, maka bank akan membuatmu bisa hidup nyaman di rumah impian.

Nah, jika semua persyaratan dan
kesepakatan sudah mantap, maka bank
akan membayarkan sejumlah uang pada
pemilik rumah yang kamu idamkan.
Prosedur hukum dan surat-surat
kepemilikan juga lebih jelas dan beres
seketika. Kunci pintu dan gerbang rumah
akan kamu dapatkan sekarang. Jadi, kamu bisa bebas melakukan apa saja pada rumahmu sekarang. Karena terkadang KPR juga memberikan layanan renovasi pada rumahmu.
Namun,  perlu kamu tahu bahwa rumah
yang sudah menjadi milikmu sekarang juga menjadi jaminan KPRmu lho.

9. Agar rumah bisa jadi milikmu sepenuhnya, pastikan kamu bayar
cicilan tepat pada waktunya.

Punya rumah sendiri memang membahagiakan. Agar bahagiamu makin
lengkap, gak ada salahnya kamu mulai
berhemat dan rajin membayar cicilan. Jadi surat rumah akan terbebas dari
penangguhan. Tak ada salahnya punya
rumah dengan kredit, yang terpenting
kamu tanggung jawab pada perjanjian. Toh apakah kamu mau menunggu punya uang segunung? Gak jarang keburu harga tanah makin mahal dan harga properti makin
melambung. Punya rumah sebelum 30-an sekarang bukan hal yang mustahil lagi, karena kamu bisa memanfaatkan penawaran dari bank ini. Selain surat-surat kepemilikan rumah akan aman dan jelas, kamu juga semangat menghemat hingga cicilan lunas.

Semoga sukses ya.

Sumber: www.hipwee.com/sukses/dengan-9-tips-kpr-ini-punya-rumah-di-usia-30-an-bukan-lagi-mimpi/

Survei Terbaru : Tingkat Literasi Indonesia di Dunia Rendah

Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat li...